Badai Krisis Yang Paling Parah Menerpa Semua Negara2 Islam !!!
                                                
Krisis Global yang melanda dunia paling parah dialami oleh negara2
Islam karena tidak satupun negara2 Islam yang memiliki pabrik2 yang
mempekerjakan buruh2, bahkan semua orang2 kaya muslim menginvestasikan
uangnya kenegara non-Islam seperti di VietNam, Singapore, Amerika, dan
Eropah.  Ada beberapa kapitalist muslim dari Arab Saudia yang mulanya
merencanakan berinvestasi di Indonesia, namun setelah melakukan studi
banding akhirnya berinvestasi di Filipina dan membatalkan kontrak2nya
di Indonesia sebelum berlanjut.

Sebagian negara2 Islam mendapatkan income negaranya dari hasil
penjualan minyak mentah ke Amerika dan negara2 maju lainnya, namun
dengan terjadinya badai krisis ini maka harga minyak jatuh tajam yang
mungkin tidak bisa bangkit lagi karena Cina dan negara2 maju lainnya
sudah mulai dengan menggunakan mobil hybrid yang sedikit sekali
menggunakan minyak.

OPEC sebagai organisasi terbesar didunia yang memonopoli pasaran dan
harga minyak dunia saat ini mengalami kehancuran yang fatal, semua
anggauta2 OPEC melakukan pelanggaran Quota yang mengakibatkan jatuhnya
harga minyak yang sangat fatal mematikan pasaran minyak mereka
sendiri.  Akhirnya Indonesia, Equador, dan Venezuela keluar dari
organisasi ini karena selama ini Quota yang diberikan sangat tidak
adil dan hanya menguntungkan negara2 Arab belaka.

Indonesia yang mulanya banyak diminati investor asing karena murahnya
harga buruh, sekarang semua investor cabut meninggalkan Indonesia
terutama sekali wilayah2 dimana Syariah Islam diberlakukan.  Bayangkan
ternyata buruh murah sama sekali tidak produktif sehingga merugikan
investor yang harus menggaji buruh yang cuma bershalat.  Dengan pabrik
yang berjalan 24 jam sehari dalam 3 shift, ternyata harus mengorbankan
waktu shalat 5x yang paling sedikit menghabiskan satu jam kerja. 
Investor dirugikan karena harus membayar gaji buruh senilai sama atau
lebih besar dari gaji pegawai yang tidak shalat di VietNam.  Belum
lagi perlengkapan shalat seperti air wudhu dan ruangan shalat lebih
banyak lagi mengurangi keuntungan dan menambah jumlah kerugian
investor.  Bukan rahasia lagi, sewaktu wudhu, kaki bisa naik ke
wastafel dan setelah selesai wudhu mereka tidak menutup keran air
sehingga mengucur terus membasahi lantai dan juga membuang biaya
karena harga air di Indonesia sangatlah mahalnya.  Kesemuanya ini
masuk cost yang tidak diperhitungkan oleh pemerintah.

Demi tidak dituduh anti-Islam, tidak dituduh memusuhi Islam, dan tidak
dijarah oleh umat Islam, maka para investor secara diam2 membenahi
semua peralatan mereka dan diangkut keluar dari Indonesia menuju
lokasi baru yang umumnya di VietNam atau di Singapore.

Jumlah pengangguran meningkat drastis, bayangkan saja apabila setiap
tahun ada 10 juta lulusan SMA, maka jumlah pengangguran meningkat
lebih dari 10 juta karena ditambah dengan PHK yang terus bertambah
bukan cuma berasal dari perusahaan2 asing tetapi justru dari
perusahaan2 domestik sendiri.

Celakanya, para pengangguran ini mayoritas adalah lulusan sekolah2
aama seperti madrasah, PonPes, dan IAIN yang sama sekali tidak
memiliki kreativitas untuk menciptakan pekerjaan.  Guru2 agama berdemo
diseluruh Indonesia menuntut diangkat menjadi pegawai negeri tetap. 
Padahal guru2 agama ini sama sekali tidak meningkatkan ketrampilan
murid2nya dalam menciptakan lapangan pekerjaan malah sebaliknya,
ajaran2 Islam menuntut waktu menyembah Allah lebih banyak katimbang
bekerja.

Meskipun pemerintah menyebarkan berita2 di media se-olah2 berhasil
mengatasi berbagai kemelut ini, namun kenyataannya masyarakat semuanya
tahu kalo berita2 koran itu bohong sama sekali.  Kelaparan, penyakit
menular seperti flu burung, typhus, dysentri, Malaria, tbc, Dengue
demam berdarah dan AIDS berkembang pesat tanpa ada kemampuan untuk
menanggulanginya selain menyalahkan orang2 diluar negeri yang katanya
tidak mau membantu.  Padahal sewaktu ada bantuan datang malah di jarah
sambil menuduhnya sebagai bantuan untuk kristenisasi.

Situasi di Indonesia benar2 "dead lock" karena masalah utamanya adalah
agama Islam dan Syariah Islam yang merusak ekonomi negara.  Sementara
para ulamanya menyalahkan ekonomi kapitalist tanpa mengemukakan bahwa
ekonomi Syariah Islam adalah salah satu system kapitalist orthodox
yang cuma mengexploitasi umatnya yang tidak dibayar secara memadai
karena dianggap sebagai budak2 yang syah diperlakukan diluar
kemanusiaan dalam ajaran Islam itu sendiri.

Negara2 Islam lainnya seperti Pakistant, Bangladesh, Somalia dll
menjadi lebih parah lagi karena selain rakyatnya tidak kerja, juga
penjarahan terjadi di-mana2 dan yang dijarah adalah sesama rakyat
sendiri dan sesama muslim sendiri.

Hingga detik ini tidak satupun idea2 harapan yang bisa mengatasi
situasi di negara2 Islam kecuali melarang Islam itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke