Muslimin Lebih Percaya Yahudi dan Barat Katimbang Ulamanya !!!
                                           
Semua ulama Islam sebenarnya sama sekali pengangguran, mereka hidup
dari sumbangan, dari sodaqoh, dari infaq, dan dari zakat yang
seharusnya diberikan kepada fakir miskin.  Jelasnya menyelewengkan
dana ini untuk menggaji ulama merupakan korupsi menyalahi aturan Islam
itu sendiri.  Namun memang begitulah kehidupan ulama yang tidak
produktif selain mendomplengkan nasibnya kepada umat yang biasa
dicekoki dengan khotbah2 kosong dan bohong.

Para ulama ini sangat rajin memfitnah Amerika, membohongi umatnya
sewaktu harga dollar jatuh terus menerus mereka mengkhotbahi bahwa
kapitalist Amerika sudah dalam proses kehancurannya.

Kemudian kondisi berubah jadi sebaliknya, harga dollar naik tajam, dan
mereka tetap berkhotbah bahwa kapitalist makin hancur apalagi disertai
dengan kenaikan minyak yang oleh para ulama dikatakan sebagai masa
keemasan Islam dan masa kehancuran kapitalis.

Sekarang, minyak terjerembab, negara2 Islam melolong kebakaran
jenggot, OPEC yang terdiri dari negara2 Arab Islam sekarang menjelang
bubaran, para anggautanya mengundurkan diri, Indonesia, Equador, dan
Venezuela baru minggu ini keluar karena dipaksa menurunkan produksi
minyaknya padahal sedang butuh2nya dollar.

Kondisi bagi negara2 Islam makin tergantung kepada Amerika dan negara2
maju Eropah, namun masih saja rajin menyebar fitnah dikalangan umatnya
sendiri bahwa ekonomi kapitalist akan digantikan dengan ekonomi Syariah.

Para ulama ini betul2 buta, mereka tidak mengerti bahwa perekonomian
hanya ada bila ada produksi, bila ada perdagangan, lalu dunia Islam
yang tidak produktif itu mau mengembangan perekonomian macam apa ??? 
Kalo dizaman Muhamma sudah jelas, ekonomi syariah itu sama sebangun
dengan penjarahan dan perampokan.  Namun dizaman sekarang mereka hanya
mampu menjarah toko2 cina, menjarah sesama umat Islam sendiri, dan
kemudian dibalik layar mereka me-nyembah2 Amerika agar menurunkan
bantuannya.

Mari saksikan apa yang terjadi sewaktu presiden George Bush berkunjung
diundang oleh SBY.  Ternyata ribuan ulama minta undangan, pura2 mau
bertanya padahal meminta bantuan dollar untuk masing2 pesantren2nya. 
Kedoknya memang macem2 tapi tujuannya satu yaitu meminta bantuan.  Ada
yang bilang bantuan buku, ada yang bilang bantuan pendidikan, ada yang
bilang bantuan peralatan pertukangan dll.

Betul2 aneh, bagaimana mungkin mental para ulama yang menyebarkan
fitnah jelek2 kepada Amerika masih tetap mengharapkan bantuan Amerika?
 Mereka rajin membohongi umatnya sendiri, kalo akhirnya umatnya juga
tidak lagi mempercayai khotbah2 para ulamanya yang disalahkan tentunya
Yahudi yang katanya menguasai dan memonopoli penyebaran berita2,
padahal berita2 yang bisa mendominasi dunia itu adalah berita2 yang
benar isinya bukan menyebar kebohongan seperti kebiasaan para ulama
didunia Islam kepada umatnya sendiri.  Lalu kalo kemudian umatnya itu
lebih percaya kepada media Yahudi dan media Barat, janganlah
disalahkan umatnya ataupun media Baratnya, tapi salahkan ajaran agama
sendiri yang penuh kebohongan AlTaqya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


 

Kirim email ke