Syariah Islam Melarang Muslim Bayar Pajak
                                            
Ajaran Islam hanya membolehkan penarikan pajak diberlakukan kepada
mereka yang bukan Islam karena dalam Islam, umat Islam sudah ada
kewajiban2 lainnya seperti zakat, infaq, dan sadaqoh yang kesemuanya
bisa disamakan dengan pajak.

Namun sebenarnya dalam administrasi negara, zakat, infak dan sadaqoh
ini bukanlah pajak karena jumlah yang diberikan berdasarkan keikhlasan
dan tidak ada auditnya.  Misalnya, zakat itu ditarik sebanyak sekian
persen dari penghasilan, namun jumlah penghasilannya tidak bisa
diaudit sehingga mustahil persentase yang dibayarkan oleh siumat ini
sesuai dengan persentase yang diwajibkannya itu.

Juga, zakat itu dibayarkan untuk kepentingan umat yang memerlukannya,
padahal pajak itu bukan cuma untuk kepentingan umat melainkan juga
untuk maintenance sarana2 negara maupun pendidikan dll.  Pajak itu
dikenakan pada setiap transaksi sedangkan zakat, infak dan sadaqoh
sama sekali tidak terkait transaksi.


> "Nengah Dwijaya" <ndwij...@...> wrote:
> kan saya bilang di email saya, problem
> negara kita itu administrasi dan pemungutan
> pajak, di dalamnya ada oknum yang saya
> setuju sudah menjadi kultur budaya buruk.
> 



Permasalahan fatal dalam perpajakan di Indonesia bukan cuma masalah
oknum, karena kalo masalah oknum tentu akan mudah diperbaiki.

Permasalahan yang tidak bisa diperbaiki ini adalah masalah agama
Islam, karena dalam ajaran Islam semua muslim tidak boleh ditarik
pajaknya dan hal inilah yang diberlakukan di Arab Saudia.

Dari 230 juta rakyat Indonesia, hanya 7.5 juta saja yang membayar
pajak dan dari 7.5 juta ini 85% adalah keturunan Cina, sisanya adalah
keluarga cendana, dan beberapa konglomerat pribumi.

Contoh saja yang sederhana, Kiyai Puji yang baru2 ini mengawini anak
dibawah umur itu juga tidak bayar pajak.

Dan yang perlu anda semua ketahui, bahwa semua jemaah haji dibebaskan
pajak padahal pajak itu harusnya hanya dibebaskan terbatas untuk
mereka yang tidak mampu atau berpenghasilan rendah.

Bahkan dalam mengumpulkan sumbangan pemilu saja, semua partai terutama
partai2 Islam menolak rancangan UU yang mempersyaratkan setiap
penyumbangnya itu mencantumkan nomor wajib pajaknya.

Dengan kondisi seperti ini, mana mungkin negara bisa tetap exist tanpa
ditopang negara besar seperti Amerika ???  Bahkan biaya untuk pemilu
sekalipun asalnya dari luar negeri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke