Harian Komentar
22 Desember 2008

      Terorisme Generasi Keempat Lebih Berbahaya  
     


Jakarta, KOMENTAR
Terorisme generasi keempat yang sekarang tengah naik daun jauh lebih berbahaya 
dari generasi sebelumnya. Terorisme model ini mengancam masyarakat sipil 
sehingga menimbulkan rasa takut dan menyebabkan warga paranoid. "Pola teroris 
generasi keem-pat bisa mengenai siapa saja, tidak hanya aparat tapi juga 
masyarakat biasa," ujar peng-amat intelijen Wawan Pur-wanto, Minggu (21/12).


Menurut Wawan, model se-rangan teroris generasi per-tama lebih mengarah pada 
aparat dan bersifat sporadis. Masyarakat sipil relatif tidak mengalami kerugian 
secara langsung. Generasi kedua, serangan mereka lebih terorganisasi, namun 
masih terukur. Generasi ketiga, sera-ngan mulai diarahkan pada instalasi aparat 
keamanan yang lebih luas. Generasi keempat, serangan sudah diarahkan ke 
masyarakat secara luas. "Bisa menyerang siapa saja. Yang diserang bukannya 
aparat tapi justru warga yang harus dilin-dungi aparat," ucapnya.


"Ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya, karena ka-lau aparat keamanan kan 
lebih siaga, lebih siap mene-rima serangan. Kalau menye-rang masyarakat umum 
akan menciptakan rasa panik dan kehilangan percaya diri. Me-reka jadi paranoid 
sebab serangan bisa terjadi kapan saja di mana saja. Ketika kita lagi 
santai-santai tiba-tiba diserang," lanjut Wawan.


Terorisme generasi ini juga lebih nyeleb alias suka di-blow up media. Sebab 
aksi-aksi mereka ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Dengan 
bantuan media massa, pesan mereka akan sampai ke tujuan. Karena targetnya 
masyarakat sipil, maka menurut Wawan latihan antiteror semestinya perlu 
melibatkan masyarakat. "Ka-lau latihan yang tertutup memang ada, karena ada 
latihan khusus yang tidak terbuka un-tuk umum. Ada saatnya nanti ada latihan 
terbuka supaya ma-syarakat aware dengan kon-disi terkini," ucap Wawan.(dtc)  

Kirim email ke