> cakbento <cakbe...@...> wrote:
> Amerika sendiri menjadi negeri yg lucu,
> ketika memaksa para negara utk tidak
> terlibat dalam bisnis tetapi kini memilih
> bail out perusahaan2 dinegaranya. Aturan2
> global ternyata menguntungkan satu pihak.
> 
> 


Apanya yang lucu?  Yang lucu itu khan negara2 kacau balau seperti
Indonesia dan negara2 Islam.  Aturannya enggak ada yang ada cuma
vested interest mereka yang berkuasa.

Kalo di Amerika sih bail out itu merupakan kewajiban negara dalam
menjamin kehidupan warganegaranya maupun usaha2 yang berkembang
dinegaranya.

Jadi yang mendapat bantuan itu bukan cuma perusahaan2 saja, para
pengangguran yang tidak lagi bekerja sehingga tak ada pemasukan uang
sama sekali juga mendapatkan tunjangan sebesar 85% dari jumlah gaji
sebelumnya sewaktu belum kena PHK.

Lalu dimana letaknya kelucuan ???  Yang lucu itu justru negara2
seperti Indonesia ini, PHK terjadi besar2an dan pemerintah tidak
berbuat apapun juga.  Membuka lapangan kerja tidak sanggup, tapi
pengusaha yang membuka lapangan kerja justru diperasnya.  Begitu
pengangguran memuncak pemerintah tak punya tanggung jawab karena tidak
menjamin para pengangguran yang seharusnya menjadi beban dan tanggung
jawab pemerintah.

Kalo mau merujuk kepada Amerika, jelas jauh bedanya ya....!!! bukan
cuma rakyat kecil saja yang ditunjang, bahkan perusahaan2 besar dimana
banyak rakyat kecil yang jadi pemegang sahamnya juga dilindungi agar
tidak bangkrut.

Demikianlah, bail out itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah
Amerika dan pemerintah Amerika juga ternyata memenuhi kewajibannya. 
Namun yang menjadi kontroversi di Amerika bukanlah bail-outnya
melainkan siapa yang pantas diberi bail-out dan siapa yang tidak
pantas mendapatkan bail-out.  Dalam masalah ini urusannya menjadi
problematika management yang bukan tempatnya untuk kita perdebatkan.

Sama halnya dalam memberi tunjangan para pegawai yang terkena PHK juga
terkait kriteria mereka yang patut mendapatkan tunjangan dan yang
tidak patut.  Misalnya saja, banyak pegawai yang sudah usia pensiun,
mereka tidak bisa dan tidak mungkin diberi bail out atau tunjangan
karena mereka bisa mendapatkan uang dari dana pensiunnya sehingga kalo
diberi tunjangan lagi maka penghasilannya bisa jadi dobel tanpa bekerja.

Jadi belajarlah dari Amerika bukan meng-olok2 kelebihan Amerika yang
hanya menyakitkan bangsa anda sendiri.

Krisis di Amerika pada hakekatnya merusak kehidupan masyarakat negara2
terkebelakang didunia bukan negara2 maju.  Karena kehidupan masyarakat
di-negara2 maju sudah demikian kompleksnya sehingga krisis ekonomi
sehebat apapun tetap saja rakyatnya tidak akan mati kelaparan seperti
negara2 terkebelakang ini.  Tenaga2 kerja gelap dinegara maju inilah
terkena nasib buruk apabila terjadi phk besar2an karena mereka tidak
terdaftar untuk mendapatkan tunjangan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke