Cak Bento yang terhormat,

Dikotomi "saya dan mereka" "barat dan timur" "Kafir dan ISlam"
"ekonomi kuat dan lemah" adalah lagu lama. Usang dan udah ga kepake. 

Jika anda mengutuk ekonomi kuat, konsekuensinya anda harus melindungi
kaum ekonomi lemah dari negara yang ekonominya kuat. Juga anda harus
mengutuk negara ekonomi lemah yang memiliki warga berekonomi kuat.
Jadi bingung kan lu?

Debat masalah Free TRade sebetulnya saya males debat sama anda yg
masih minim pengetahuannya.

Emang lu pikir free trade itu harus ada amriknya? AFTA (salah satu
asosiasi free trade) itu kan free trade yg beranggotakan negara2 ASEAN.

Negara2 yg sudah maju dan sudah memiliki perdagangan internasional,
mau ga mau hrs melakukan free trade, ini kerjasama yg saling
menguntungkan dan tetap berbasis kemampuan korporat untuk survive.
Ketika orang Bugis, Batak, Betawi dan Padang jualan di Jakarta dan
mendapat perlakuan hukum yang sama, ini namanya free trade ala
Indonesia. Jika si BEtawi jualan sotonya kalah laku sama nasi padang,
ya resiko bisnis. Tapi bukan berarti orang BEtawi yg jualan di
Makassar pasti kalah juga kan?

Nah sekarang, anggap saja luas Indonesia itu meliputi Singapura,
Malaysia, Filipina dan Thailand yg juga ikutan berjualan di Jakarta.
Lalu apa bedanya dengan AFTA?

Free Trade selain menambah persaingan (yg menguntungkan konsumen),
menambah tenaga kerja (menguntungkan warga) ,juga menambah pasar (yg
menguntungkan produsen). JAdi ini win2 solution. 

Mungkin saja pasar Indonesia yg besar lebih mengundang minat negara2
lain berinvestasi, tapi ingat rakyat yang diuntungkan karena
terbukanya lapangan kerja lebih besar.







--- In zamanku@yahoogroups.com, cakbento <cakbe...@...> wrote:
>
> Tidak semua negara memiliki kekuatan ekonomi yg berimbang. Yg kita 
> saksikan sekarang ini adalah pemaksaan negara ekonomi kuat agar negara2 
> lain (yg lebih lemah secara ekonomi) untuk menerapkan Free trade. 
> Keadaan ini tentu saja tidak adil. Negara yg industrinya masih lemah 
> menginginkan perlindungan. Free trade ini bisa menjadi sarana
penjajahan 
> baru.
> Apakah bentuk perdagangan akan menuju kesana dimasa mendatang. Hanya 
> jika tercipta keseimbangan, selain itu mungkin perlu 'dirawat inap'. 
> Masih banyak kasus sengketa dlm sistem ini.
> 
> Amerika sendiri menjadi negeri yg lucu, ketika memaksa para negara utk 
> tidak terlibat dalam bisnis tetapi kini memilih bail out perusahaan2 di 
> negaranya. Aturan2 global ternyata menguntungkan satu pihak.
> 
> 
> 
> ttbnice wrote:
> >
> > Tawang, FYI
> >  
> > Globalisasi itu bukan hukumnya amrik, tapi efek dari kepadatan
manusia 
> > dan jarak yg semakin pendek.
> > Negara itu artinya tata tertib. Jadi Amerika itu adalah sebuah bentuk 
> > tata tertib. Masalah persaingan bisnis (entah itu mobil maupun 
> > komputer) adalah bentuk individual, bukan negara.
> > Free Trade adalah bentuk perdagangan masa depan seiring dengan 
> > mengglobalnya manusia. Alias mau tidak mau akhirnya akan seperti itu.
> > Tenaga kerja adalah tanggung jawab negara, jika dibebaskan, bagaimana 
> > nasib tenaga kerja asli negara tsb? Memang komplex. Tapi globalisasi 
> > tenaga kerja akan datang saatnya.
> >  
> >
> > *From:* betoroismoyo@ yahoo.com <mailto:betoroism...@...>
> >
> > Ane setuja kalo aturan bikinan wong tidak adil, tapi yang lebih 
> > mengerikan sekaligus menjijikan adalah aturan nyang dibikin alloh, 
> > ayat2 alquran sadis, miris, pedih, dan merusak nalar. Dalam hal ini 
> > jelas ajaran manusia lbh manusiawi daripada ajaranya alloh.
> > Kesimpulanya, alloh bodo bin buas.
> >
> >
> > -original message-
> > Subject: [zamanku] Re: Hukum Yang Dibawa nabi itu Adil Sekali
> >
> > Yang aneh itu Hukumnya Amerika globalisasi itu.Tadinya ngusul agar
> > seluruh barrier dihilangkan .lalu industri mobil Jepang bisa
> > mengkolapskan industri mobil Amerika,kok Amerikanya kaing2?
> > lalu kenapa tenaga kerja tidak ikut globalisasi? Mestinya tukang
> > batu,tukang kayu dari Indonesia harus tidak dibatasi masuk Uni Eropa
> > dll.Makane kalau aturan yang bikin uwong itu pasti gak adil.
> >
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
>


Kirim email ke