Berkah Surgawi Bulan Muharam
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina 
Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin.
 
Muharam adalah salah satu bulan suci, dan malam ini—10 Muharam—merupakan salah 
satu malam paling suci dalam Islam.  Besok, tanggal 10 Muharam adalah Hari 
‘Asyura.  Ia memiliki kedudukan yang istimewa dalam kalender Islam, begitu pula 
dalam lintasan sejarah dunia, karena pada hari ini Allah SWT mengaruniakan 
hamba-hamba-Nya yang tercinta dengan karunia dari Samudra Rahmat-Nya yang tak 
bertepi dan Samudra Kekuatan-Nya yang tak terhingga, untuk menjadikan mereka 
sebagai orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Pada hari ini, bahtera Nabi Nuh AS mendarat di puncak gunung dan banjir yang 
melanda berakhir.  Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api Namrud, Nabi Musa As 
melewati Laut Merah dan diselamatkan dari Firaun.  Nabi Yunus AS bin Ilyasa’ AS 
diselamatkan dari perut ikan.  Nabi Sulayman AS, Raja Sulayman AS dianugerahi 
kerajaan jin dan manusia.  Nabi Ayyub AS disembuhkan dari penyakitnya dan 
diberikan kesejahteraan lebih dari sebelumnya.  Nabi ‘Isa AS diangkat ke Surga.

Dan Sayyidina Muhammad SAW dianugerahi lebih banyak kemuliaan, tujuh Pintu 
Surga dibukakan baginya dan bagi seluruh umatnya, dan beliau diselamatkan dari 
sukunya, suku Quraisy.Dan setiap kali Muslim jatuh dalam kesulitan, Pertolongan 
dan Dukungan Ilahi langsung menyertai mereka di bulan ini, dan khususnya pada 
hari seperti besok—10 Muharam—sangat penting.
 
Saya mengharapkan Sayyidina Mahdi AS muncul pada tahun ini, tetapi 
tanda-tandanya masih belum lengkap… dan saya berharap bahwa beliau akan bersama 
kita di bulan Muharam mendatang, setelah tahun 2000.  Milenium ketiga adalah 
milik Imam Mahdi AS. 

Begitu banyak berkah surgawi yang diberikan kepada orang-orang yang beriman 
pada tanggal 10 Muharam, dan merupakan kabar baik bahwa kalian telah sampai di 
bulan Muharam 1999 ini.  Dan Saya berharap bahwa Sayyidina Mahdi AS akan 
diizinkan untuk muncul… Malam ini kekuatan yang sangat besar akan 
dianugerahkan, mungkin kekuasaan atas seluruh dunia… dan pedangnya, sekarang, 
akan diambil secara perlahan.  Malam ini pedang itu akan tampak…
Sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya, sebulan yang lalu, di bulan 
Zulhijah, di malam Arafah, bahwa suatu perubahan mulai terjadi.  

Ada suatu Tajali (Manifestasi Ilahi) yang baru, kekuatan baru yang akan terus 
berlanjut tanpa henti.  Dan kekuatan ajaib dari malam ini mulai datang secara 
perlahan, langkah demi langkah, sehingga ketika teknologi berakhir dan lenyap, 
kekuatan jenis lain akan siap untuk digunakan…

Berusahalah untuk bersama dengan Allah SWT sehingga kalian akan menjadi 
orang-orang yang menang.  Berusahalah setahap demi setahap untuk menarik diri 
kalian dari tangan setan dan sifat-sifat buruknya.  Berusahalah untuk 
mengurangi segala jenis alat yang merupakan penemuan  setan dan bala 
tentaranya, karena segala sesuatu yang bekerja dengan listrik akan berhenti, 
dan kekuatan jenis baru akan mulai bekerja…

Sekarang, untuk beberapa bulan saja, seluruh bangsa akan menanggung beban yang 
sangat berat… Ketika hal itu berakhir, akan timbul suatu babak baru bagi dunia. 
 Pada saat itu listrik tidak diperlukan lagi, mobil, kapal, mesin-mesin 
pabrik,… semuanya tidak perlu.  Cahaya kalian, Nur-ul-Iman, cahaya dari Iman 
kalian, akan mengelilingi kalian.  Tubuh kalian akan bercahaya, bahkan dalam 
gelap pun kalian dapat berjalan…

Oleh sebab itu saya bergembira dan bersyukur kepada Allah SWT, bahwa kita telah 
sampai di malam ini, dan kita memohon dengan rendah hati agar nama kita ditulis 
bersama Imam Mahdi AS.  Kita tidak senang dengan situasi yang berlangsung di 
dunia, baik Timur maupun Barat, karena seluruh sistem, semua sistem kehidupan 
di bumi sekarang ini bertentangan dengan Hukum Tuhan.

Kita bergembira dan cukup bangga bahwa Allah SWT membuat kita senang 
bersama-Nya, bersama para Awliya-Nya, bersama Shahibu-Zaman Sayyidina Mahdi AS, 
dan tidak mengejar kehidupan setani yang kotor…  Kehidupan setani adalah yang 
paling kotor.  Menyingkirlah dari situ.  Jika tidak, kalian akan tenggelam 
dalam air yang kotor, kalian akan tenggelam dalam situasi yang buruk, dan 
kalian tidak dapat menyelamatkan diri.  Mintalah kepada-Nya agar dibersihkan 
dan berusahalah untuk tampil bersih, sehingga kalian akan menjadi bersih.

Wa min Allah at Tawfiq

wasalam, arief hamdani
www.rumicafe.blogspot.com
www.mevlanasufi.blogspot.com


      

Kirim email ke