Refleksi; Departemen Agama [Depag] harus dibuabarkan, karena (a) selain sarang 
penyamun dan pararsit masyarakat, (b) membebankan angara belanja negara, (c) 
tidak ada kerukunan antara kaum beragama maupun tidak beragama, (d) tidak bisa 
membuka pintu surga untuk umat manusia.  Depag harus didepak!

http://www.gatra.com/artikel.php?id=121577


Kinerja Tahun 2008
116 Pegawai Depag Dihukum


Jakarta, 31 Desember 2008 01:40
Sebanyak 116 pegawai Departemen Agama (Depag) dikenai hukuman akibat beragam 
kesalahan, kebanyakan karena telah melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Itjen, telah dilakukan pemberhentian dengan 
tidak hormat kepada sebanyak tiga orang dan pemberhentian dengan hormat 
sebanyak empat orang," kata Sekretaris Jenderal Depag, Bahrul Hayat, di 
Jakarta, Selasa (30/12).

Selain itu kepada 24 orang telah dilakukan pembebasan dari jabatan, 15 orang 
diturunkan pangkatnya dan sisanya sebanyak 70 orang diberi hukuman penundaan 
kenaikan pangkat atau penurunan gaji.

Menurut Bahrul, pemberian hukuman sesuai PP 30 itu untuk memberikan efek jera 
kepada para pegawai yang telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan memberi 
pelajaran bagi pegawai lainnya agar tidak melakukan penyimpangan. "Banyak juga 
di antara yang dihukum itu mem-PTUN-kan (membawa ke Pengadilan Tata Usaha 
Negara --Red) Depag, tetapi soal itu tetap kami hadapi," katanya.

Depag, menurutnya, akan terus mengembangkan berbagai upaya untuk mewujudkan 
tata kelola lembaga yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan 
masyarakat.

Selain itu, Bahrul juga mengemukakan, telah dilakukan audit pelaksanaan program 
kerja tahunan pada satuan kerja di lingkungan Depag sebanyak 1.098 hal. "Telah 
dilakukan audit pula oleh BPK dan BPKP di satuan kerja pusat dan daerah untuk 
pelaksanaan program wajib belajar, penertiban rekening, pengelolaan barang 
milik negara, dan laporan keuangan," katanya.

Pihaknya juga telah menangani 73 pengaduan masyarakat yang layak 
ditindaklanjuti dari 134 pengaduan masyarakat, ujarnya. [EL, Ant

Kirim email ke