Hanya Khilafahlah yang Bisa Menghentikan Kebiadaban Israel

Biadab! Itulah kata paling tepat untuk menggambarkan serangan udara Israel ke 
Rafah di Selatan Gaza, Palestina pada Sabtu 27 Desember lalu. Bagian dari 
wilayah Palestina yang dikuasai kelompok Hamas ini memang terus menjadi target 
Israel. Setelah berbulan-bulan diblokade oleh tentara Israel sedemikian rupa 
hingga warga Palestina yang tinggal di wilayah itu mengalami kesulitan pasokan 
bahan bakar, listrik, air dan juga makanan, kini Israel menggempurnya dengan 
menembakkan 30 misil ke wilayah yang nyaris tidak mepunyai sistem pertahanan 
yang berarti itu. Lebih 300 orang tewas dan 800 lainnya terluka. Puluhan 
bangunan hancur. Ini adalah aksi kesekian kali yang menjadi bukti kebiadaban 
Zionis Israel. Tidak hanya itu, Israel pun telah menyiapkan 6500 tentara 
cadangannya untuk melakukan serangan darat.
 
Berkenaan dengan hal ini, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Tindakan brutal Israel ini jelas merupakan tindakan biadab, yang bukan hanya 
harus dikecam dan dikutuk dengan keras, tetapi juga harus dihadapi dan dilawan 
dengan kekuatan yang sama. Sesungguhnya protes yang dilakukan oleh umat Islam 
di sejumlah negeri Arab pada hari Ahad (28/12/2008) menunjukkan, bahwa mereka 
sesungguhnya ingin melakukan itu, dan dengan izin Allah mereka mampu 
mengalahkan Israel, namun para penguasa merekalah yang justru menjadi 
penghalang. Bukan hanya itu, para penguasa mereka jugalah yang telah menutup 
pintu perbatasan Palestina dengan negara mereka, sehingga anak-anak, kaum 
perempuan dan orang tua pun menjadi sasaran pembantaian brutal Israel.
 
2. Terhadap serangan brutal itu, AS dan negara-negara Barat justru memaklumi 
tindakan Israel, padahal serangan brural ini nyata-nyata merupakan tindakan 
terorisme, dan melanggar HAM. Ini membuktikan, bahwa HAM hanyalah omong kosong, 
yang hanya diperuntukkan buat AS dan sekutunya, tapi tidak untuk warga 
Palestina dan umat Islam. Serangan biadab Israel itu juga menunjukkan bahwa 
global war on terrorism itu hanyalah kedok untuk memerangi Islam. Bila 
sungguh-sungguh ingin memerangi teroris, mengapa tindakan ini dibiarkan dan 
para pejabat Israel yang bertanggung jawab juga tidak disebut teroris?

3. Menyerukan kepada penguasa negeri-negeri Muslim untuk bersatu mengerahkan 
kekuatan militernya untuk menghentikan kebiadaban Israel dan melindungi warga 
Palestina di sana. Bila tidak, berarti para penguasa negeri-negeri Muslim telah 
mengkhianati Allah, Rasul dan orang-orang Mukmin, dengan membiarkan terjadinya 
pembantaian terhadap warga Palestina.

4. Menyerukan kepada umat Islam untuk secara sungguh-sungguh berjuang demi 
tegaknya Khilafah, karena hanya Khilafahlah yang mampu menyatukan 1,4 milyar 
umat Islam di seluruh dunia dengan segenap potensi yang dimilikinya. Dengan 
kekuatan itulah, mereka akan memiliki kekuatan untuk melindungi diri, termasuk 
melawan kebiadaban seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina 
sekarang ini.
 
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto


              


      Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke