Malaysia Larang Edisi Melayu Koran Katolik
KUALA LUMPUR ---Pemerintah Malaysia kemarin memerintahkan pemimpin redaksi The 
Herald untuk menutup harian edisi bahasa melayu mereka. Pemerintah beralasan 
pengadilan belum memutuskan apakah harian Katolik itu boleh memakai kata 
"Allah" dalam setiap terbitannya. 
"Konstitusi Malaysia menegaskan bahasa Melayu adalah bahasa nasional," kata 
Romo Lawrence Andrew kepada kantor berita AFP. "Lalu mengapa kami dilarang 
memakai bahasa nasional kami?" Romo Andrew menganggap perintah itu tidak bisa 
diterima. 
"Kami akan beraksi," tutur Andrew, pemimpin surat kabar yang diedarkan di 
kalangan Katolik itu, yang populasinya mencapai 850 ribu jiwa di Malaysia. 
"Tindakan ini merupakan serangkaian upaya pemerintah muslim konservatif untuk 
menjegal kami menerbitkan koran Katolik lagi." 
Sebab, menurut Andrew, mayoritas umat Katolik di Malaysia adalah bumiputra atau 
warga etnis asli Malaysia yang selama ini bercakap dalam bahasa Melayu.. "Lebih 
50 persen umat Katolik adalah bumiputra dan dua dari sejumlah uskup yang ada 
juga bumiputra," tuturnya. 
Lagi pula, kata Romo Andrew, "Tidak terbukti bahwa pemakaian bahasa Melayu bisa 
meruntuhkan keyakinan umat Islam di Malaysia." Harian New Strait Times 
menyebutkan pengadilan akan mengeluarkan keputusan pada bulan depan. 
Adapun Departemen Dalam Negeri menyatakan bakal memantau aksi-aksi The Herald 
dari dekat. Saat ini 60 persen dari 27 juta jiwa penduduk Malaysia adalah etnis 
Melayu yang beragama Islam dan mendominasi pemerintahan. Sisanya etnis Cina dan 
India. AFP | NST | ANDREE PRIYANTO 
 
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/02/Internasional/krn.20090102.152478.id.html

 
http://media-klaten.blogspot.com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim


      

Kirim email ke