Hamas Pertimbangkan Serangan Bunuh Diri
Pemimpin senior Hamas, Nizar Rayan, tewas.
JAKARTA --Kelompok pejuang Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, sedang 
mempertimbangkan melancarkan gelombang serangan bunuh diri sebagai aksi balasan 
terhadap Israel. 
Wakil Ketua Biro Politik Hamas di Damaskus, Suriah, Musa Abu Marzuq, mengatakan 
pihaknya memang memasukkan serangan bunuh diri sebagai pilihan menghadapi 
angkatan perang Israel. “Terserah pada perlawanan rakyat di lapangan,” kata Abu 
Marzuq kepada Tempo melalui telepon selulernya, Rabu lalu. 
Rakyat Palestina pernah menggunakan taktik bunuh diri setelah pecah intifadah 
kedua pada September 2000. Hingga kini sudah terjadi 120 kali bom bunuh diri. 
Taktik itu menewaskan 652 warga Israel dan melukai 2.267 orang lainnya. Sepuluh 
di antara pelaku adalah perempuan. 
Jet-jet tempur Israel hingga kemarin terus menggempur wilayah berpenduduk 
sekitar 1,5 juta itu. Tank-tank dan serdadu Israel dalam jumlah besar juga 
sudah berkumpul di perbatasan Gaza. Negara Zionis ini juga menolak gagasan 
gencatan senjata sementara untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan yang 
disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner. 
Alasan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, krisis kemanusiaan di Gaza tidak 
lagi mengkhawatirkan lantaran pihaknya sudah mengizinkan masuk seratus truk 
yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Ia sedang berada di Paris membahas 
perkembangan situasi di Gaza dengan para pemimpin Prancis. 
Perdana Menteri Ismail Haniyah, yang digulingkan oleh Fatah, menegaskan 
pihaknya baru mau menerima usulan gencatan bila itu termasuk berakhirnya 
isolasi Israel terhadap Gaza, yang berlangsung sejak pertengahan tahun lalu. 
“Jika agresi dihentikan tanpa syarat dan blokade disetop serta perlintasan 
dibuka, baru kami bisa membahas semua masalah dengan positif,” ujarnya dalam 
pidato di televisi. 
Namun, Gedung Putih berpendapat lain. Juru bicara Departemen Luar Negeri 
Amerika Serikat, Gordon Duguid, mengatakan gencatan senjata bisa tercapai bila 
Hamas menghentikan serangan roketnya ke wilayah selatan Israel. Presiden 
Prancis Nicolas Sarkozy dijadwalkan melawat ke Mesir, Israel, dan Tepi Barat 
pada Senin pekan depan guna mengupayakan penghentian perang. 
Hingga kemarin jumlah korban tewas terus bertambah. Kepada kantor berita AFP, 
kepala departemen darurat Gaza, Muawiyah Hasanain, mengungkapkan warga yang 
terbunuh sudah mencapai 400 orang, dan hampir 2.000 lainnya cedera. 
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sedikitnya seperempat dari yang tewas 
adalah warga sipil. 
Pemerintah Indonesia kemarin mengirim obat-obatan seberat dua ton ke Gaza. 
Sebelumnya, Jakarta mentransfer uang tunai Rp 13 miliar. AFP | BBC | DWI 
RIYANTO | FAISAL ASSEGAF
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/02/headline/krn.20090102..152536.id.html

 
http://media-klaten.blogspot.com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim


      

Kirim email ke