Refleksi: Masyaalloh, masyalloh!  Terhadap perlakuan demikian  ini tentunya 
pemerintah NKRI  bukan saja membisu tetapi malah berlagak  berlagak pilon.

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=49849&ik=2


Gigi Dicabut, Badan Disetrika 

Rabu 7 Januari 2009, Jam: 9:25:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Dianggap tak becus bekerja, seorang TKW (tenaga kerja 
wanita) asal Indonesia giginya dicabut dan hampir seluruh tubuhnya disetrika 
wanita majikannya di Arab Saudi. 

Akibat siksaan itu, Keni, 28, kini dirawat di RS Polri Kramatjati. Tubuhnya 
kurus dengan banyak luka bekas luka melepuh di sekujur tubuh termasuk di kedua 
lengan, leher dan telinganya. Ia ditemani Carniah, 48, ibu, yang terus menangis 
karena tak tega melihat penderitaan anak semata wayangnya. 
"Majikan selalu menilai saya salah bekerja," ungkap ibu satu anak lelaki usia 
3,5 tahun ini. 

Wanita asal Brebes, Jateng, ini mengaku bekerja pada pasangan suami istri 
Khalid Al Khuraifi, staf polisi setempat, dan Wafa, seorang dokter yang tak 
bekerja, di rumah berlantai tiga. Jam kerjanya, dari Pk. 06:00 hingga Pk. 03:00 
dinihari dengan bayaran Rp2 juta per bulan. 

Menurutnya, semula keluarga itu baik. Namun, tindakan majikan berubah karena 
merasa telah membayar mahal pada agen yang membawanya. Akibatnya, majikan 
wanita selalu menyiksa dengan anggapan dirinya tak becus bekerja. 

"Salah sedikit saja, saya disetrika," ujarnya. Tak cukup dengan itu, sekali 
waktu majikan mencongkel giginya dengan gunting lalu menutup lubang bekas gigi 
itu dengan tisu. Gigi yang dicopot dipaksa untuk ditelannya. 


DIANCAM MAU DIBUNUH 


Melihat dirinya disiksa, lanjutnya, anak-anak majikan melarang ibunya. Namun, 
sang ibu malah memukul anaknya. Keni pun dikunci dalam rumah dan dikejar dengan 
diancam akan dibunuh ketika kedapatan akan melarikan diri. 

Penyiksaan itu tak diketahui Khalid karena ia bekerja. Pria itu kaget ketika 
mendapati pembantunya penuh luka. Ia segera memulangkan Keni dengan seluruh 
tubuh ditutupi cadar sehingga tak terlihat lukanya. 

Di terminal khusus TKI Bandara Soekarno Hatta, Keni dibawa Badan Nasional 
Penempatan Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ke RS Polri Kramatjati. 

"Agen perusahaan yang membawa korban ke Arab Saudi telah bertemu majikannya dan 
berjanji akan membiayai pengobatannya sampai sembuh," ungkap Kombes Yunarlim 
Munir, Kasubdit Pengamanan BNP2TKI. 

(harto/yuli/ok) 

Kirim email ke