Oh Indonesia ku.....

Say what baby?......

You go BACKWARD!!!!!!

Backward?

Yea, baby.

Balik ke jaman bahela.

NKRI MUST kick out semua orang2 sinting dari Bumi Indonesia.

salam,

sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan

PS: Jangan coba2 menggoblokin orang2 Indonesia.
Masih banyak rakyat2 Indonesia yang otaknya masih pinter banget.
Say brathar di Bukittinggi......don't fool me, u hear....

  ----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: @NONE> 
  Sent: Thursday, January 01, 2009 3:16 PM
  Subject: [mediacare] Jam Gadang Bukittinggi Dimatikan


  Refleksi:  Syukuralhamdullilah ataukah  astagafirullah  harus diucapkan 
terhadap Bukittinggi yang  dikuasai  pengikut Taliban? 

  
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2009/01/01/brk,20090101-153306,id.html


  Jam Gadang Bukittinggi Dimatikan
  Kamis, 01 Januari 2009 | 01:06 WIB


  TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Kota Bukittingi mematikan dan menutup 
Jam Gadang di Kota Bukittinggi pada Rabu sore untuk mencegah masyarakt 
berkumpul merayakan pergantian tahun di kota itu.

  Jam itu dimatikan dan ditutup kain besar sejak Rabu sore, pemerintah kota 
menyatakan hal itu dilakukan untuk mencegah perbuatan tidak sopan yang sering 
terjadi di kalangan pemuda-pemudi yang merayakan pergantian tahun di sekitar 
lokasi itu.

  Namun penutupan Jam Gadang yang menjadi land mark kota wisata itu tetap 
mengundang perhatian wisatawan. Bahkan penyelubungan kain yang melibatkan 
delapan pemanjat tebing dari Federasi Pemanjat Tebing Indonesia Cabang 
Bukittinggi menjadi atraksi menarik karena melibatkan delapan pemanjat tebing 
dari Federasi Panjat Tebing Indonesia. 

  Jam Gadang akan diselubungi kain warna kuning, hitam, dan merah selama 18 
jam, dan akan kembali dibuka dan dinyalakan hari Kamis (1/1/2009) pukul 10.00 
WIB. 


  "Biasanya setiap tahun sekitar 300 ribu orang berkumpul di sana menunggu 
jarum jam di Jam Gadang berdempet pada pukul 00.00 WIB pada pergantian tahun, 
saat itu anak-anak muda meluapkan kegembiraannya dengan berangkulan dan 
sebagainya," kata Elvis Sahri Munir, Kepala Humas Pemerintah Kota Bukittinggi. 

  FEBRIANTI 


 

Kirim email ke