Syallom kawan kawanku semua,
 
Pertama tama saya ucapkan Selamat hari Natal dan Selamat Tahun Baru 2009, 
semoga di tahun yang baru ini kita bisa lebih rukun dan lebih bersatu, karena 
kita akan menghadapi banyak tantangan di tahun 2009 ini, antara lain yaitu 
dengan adanya Pemilu 2009 yang sedang menghadang didepan kita pada saat ini.
 
Selama lima tahun saya menyelidiki di Seoul, Republik Korea, tentang 
kepribadian orang orang Kristen Indonesia di Korea dan orang orang Kristen dari 
Negara lain seperti Bangladesh, Pakistan, Iran, India, Sri Lanka, Thailand, 
Phillipina, RRC, Jerman, Amerika, Monggolia dan masih banyak yang lain yang 
pada saat ini berada di Republik Korea untuk mencari tempat kerja dengan gaji 
yang cukup tinggi.
 
Setelah saya perhatikan satu per satu, mungkin saya boleh mengambil kesimpulan, 
bahwa orang Kristen dari Indonesia itu cukup terkurung oleh ajaran ajaran agama 
lain yang ada di Indonesia, sehingga kepribadian dari Tuhan Yesus Kristus itu 
tidak mudah untuk mereka ketahui, begitu juga tentang banyaknya aliran aliran 
dalam ajaran Kristen sendiri, sehingga tujuan utama kita untuk mencapai 
kehidupan yang kekal dari Allah Bapa itu tidak menjadi nyata.
 
Bahkan banyak orang yang mungkin berfikir, mengapa Tuhan Yesus yang sebenarnya 
memiliki kedudukan yang begitu tinggi itu mau dilahirkan di kandang domba yang 
begitu kotor, mau dipukuli bahkan mau disalibkan sampai benar benar mati di 
kayu salib namun bangkit lagi pada hari yang ketiga, yang mana telah 
dikonfirmasikan oleh Tomas yang sebenarnya adalah muridNYA sendiri yang pada 
awalnya tidak mau percaya kalau Tomas tidak bisa mencucukkan jarinya dibekas 
lukaNYA (bacalah kisahnya di Injil Yohanes 20 : 24 - 29). Berbahagialah kita 
semua yang tidak pernah melihat kebangkitan Tuhan Yesus dengan mata kepala kita 
sendiri, namun percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit dari 
kematian jasmani itu.
 
Kalau kita memikirkan hal itu, mungkin kita bisa berfikir bahwa Tuhan Yesus itu 
sedang melakukan sesuatu yang tidak perlu kita ikuti, karena semua yang DIA 
lakukan itu adalah sesuatu yang tidak menguntungkan sama sekali, lalu kita 
sebagai orang Kristen yang disebut sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus itu 
juga akan menjadi seolah olah orang orang yang sudah dicuci otak alias kurang 
waras.
 
Memang kalau kita menilai Tuhan Yesus dari sudut pandang manusia, hal itu 
memang benar, tetapi kalau kita menilai DIA dari sudut pandang Allah Bapa di 
Sorga yang jauh mengetahui betapa berharganya roh dan jiwa manusia yang sedang 
hidup di bumi ini, tentulah pekerjaan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu 
merupakan pekerjaan MULIA yang tidak ada tandingannya.
 
Kita kadang kadang juga menjadi mirip seperti orang perempuan dari Samaria yang 
telah berhadapan secara langsung dengan Tuhan Yesus, dan pada waktu itu Tuhan 
Yesus meminta minum daripadanya.
 
Kalau kita pikir, apakah Tuhan Yesus itu main bohong bohongan seperti orang 
lain yang menyatakan dirinya sebagai Rasul Allah dan minta disembah itu? 
Disinilah yang perlu kita pelajari dengan teliti.
 
Tuhan Yesus memiliki AIR HIDUP, jadi sebenarnya DIA tidak membutuhkan air untuk 
diminumnya sama sekali, bahkan berpuasa selama empat puluh hari tanpa makan dan 
minum pun telah dilakukanNYA tanpa kesulitan, tetapi mengapa DIA meminta minum 
dari seorang perempuan Samaria? Baca jugalah nasehat untuk berpuasa pada Injil 
Matius 6 : 16 - 18, hal inilah yang perlu kita lakukan, bukan kalau kita sedang 
berpuasa lalu mengobrak abrik warung yang sedang memperdagangkan makanan kepada 
orang yang tidak berpuasa.
 
Dalam hal yang sama, sering juga Pendeta Pendeta atau Penginjil Penginjil di 
Indonesia itu dihina oleh Jemaatnya sendiri, karena mereka membutuhkan dana 
untuk menopang kehidupan mereka di dunia ini, sehingga kadang kadang para 
Jemaat itu merasa jauh lebih tinggi dan lebih berkuasa dari para hamba Tuhan 
itu. Bahkan Jemaat itu berani memaki maki Pendetanya sendiri, karena mereka 
melupakan kewajiban mereka yang telah ditulis di kitab Maleakhi 3 : 6 - 12.
 
Marilah kita sadar akan kewajiban kita dan lakukan hal itu dengan sungguh 
sungguh, biar Allah menghardik belalang pelahap dan supaya jangan dihabisinya 
hasil tanah kita dan supaya pohon anggur di padang bisa berbuah bagi kita.
 
Hal hal yang demikianlah yang harus kita ketahui di Indonesia, jangan kita 
tidak tahu kepribadian dari Tuhan Yesus itu sendiri.
 
Tuhan Yesus dalam hal meminta minum dari perempuan Samaria itu adalah merupakan 
awal dari percakapanNYA saja, agar perempuan Samaria yang sebenarnya tidak mau 
berbicara atau bersekutu dengan orang Yahudi itu mau diajak berbicara.
 
Dan apa yang terjadi setelah Tuhan Yesus membuka rahasia perempuan yang tidak 
memiliki suami itu? Dari situlah maka perempuan ini tahu dengan jelas, bahwa 
Tuhan Yesus yang dihadapinya itu adalah Mesias yang diharap harapkan 
kedatangannya oleh orang Samaria seperti yang kita harapkan pada ini.
 
Bacalah dan telitilah baik baik isi dari Injil Yohanes 4 : 1 -  42. Dari 
percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria itu, maka banyak orang menjadi 
percaya dan mereka berkata kepada perempuan itu:"Kami percaya, tetapi bukan 
lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar DIA dan 
kami tahu, bahwa DIAlah benar benar Juruselamat dunia" (Injil Yohanes 4 : 42).
 
Dalam hal ini, siapapun dan dari agama manapun, bila kita mau percaya kepada 
Tuhan Yesus, mereka akan menerima keselamatan dan kehidupan yang kekal, karena 
barangsiapa percaya kepadaNYA tidak akan binasa, melainkan memperoleh kehidupan 
yang kekal. Itulah tujuan dari Allah Bapa di Sorga yang telah bekerja keras 
dengan penuh kasih yang AGAPE untuk menyelamatkan semua orang di dunia ini 
sehingga IA telah rela mengaruniakan AnakNYA yang tunggal, supaya setiap orang 
yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab 
Allah mengutus AnakNYA ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan 
untuk menyelamatkannya oleh DIA. Barangsiapa percaya kepadaNYA, ia tidak akan 
dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia 
tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah (tertulis di Injil Yohanes 3 : 16 - 
21).
 
Semoga penjelasan diatas itu dapat menggugah teman teman yang sudah mau 
menerima Tuhan Yesus namun belum mengerti betul tentang kepribadian Tuhan Yesus 
itu sesungguhnya, atau teman teman yang pada saat ini masih seperti orang 
Samaria yang sama sekali tidak mau berkomunikasi dengan orang Yahudi pada waktu 
itu.
 
Salam dalam kasihNYA
 
Ir. H.L. Njoo
Ketua Dewan Pimpinan Komisariat
PARTAI DAMAI SEJAHTERA
di Seoul, Republik Korea
2 Januari 2009



FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah 
dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum hukumMU yang adil (Mazmur 
119:105 -106)
 
Your word is a lamp to my feet and a light for my path. I have taken an oath 
and confirmed it, that I will follow your righteous laws (Psalm 119: 105 - 106)







MARI KITA BERSATU PADU
UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA






      

Kirim email ke