Dipanggung hiburan biasanya tukang sulap bilang  mantranya "hokupokus, 
abakadabra". Tidak ada yang rugi malah penonton tercengang dan bertepuk tangang.

Tetapi, di panggung negara petinggi NKRI  mantranya "asalamalaikum". Kalau 
petinggi bilang begitu pasti terselubung akal bulus yang menyusahkan anggota  
masyarakat , rakyat tidak bertepuk tangan.  

  ----- Original Message ----- 
  From: Crea†ure First 
  To: zamanku@yahoogroups.com ; islamkris...@yahoogroups.com 
  Sent: Thursday, January 08, 2009 7:25 AM
  Subject: [zamanku] Re:Pengaduan Masalah Haji Ditampung Tim Khusus


        Dari dulu depag itu memang sarang penyamun, tapi karena menyamunnya 
menggunakan assalamuallaikum, insyaallah, ridho dsb, maka halal-lah hasil 
menyamun-nya itu...lagian juga, depag itu cuma ngurusin islam doang koq...agama 
lain dicuekin alias diserahkan kemasing masing agamanya...yang becokol di depag 
cuma sekedar ada untuk perwakilan tapi nggak ngapa ngapin, cuma makan gaji buta 
aja...



        Posted by: "Sunny" am...@tele2.se 
        Sun Dec 28, 2008 8:54 am (PST) 
        Refleksi: Bubarkan sarang penyamun yang bernama Departemen Agama 
[Depag]! Penyamun tak pernah akan menjamin kenyamanan dan keselamatan umat baik 
dalam hal duniawi maupun surgawi.

        http://www.tempoint eraktif.com/ hg/wartahaji_ berita_mutakhir/ 
2008/12/27/ brk,20081227- 152737,id. html

        Pengaduan Masalah Haji Ditampung Tim Khusus
        Sabtu, 27 Desember 2008 | 16:33 WIB

        TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi telah membentuk 
tim khusus untuk menangani pengaduan mengenai haji. "Tim sudah mulai bekerja 
untuk menindaklanjuti beberapa laporan yang masuk," kata Wakil Ketua KPK 
Muhammad Jasin saat dihubungi (27/12).

        Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch melaporkan pemerimaan uang oleh 
Menteri Agama Maftuh Basyuni yang bersumber dari dana penyelenggaraan ibadah 
haji dan Dana Abadi Umat, Jum'at (26/12). ICW mempersoalkan tunjangan 
fungsional bulanan Menteri Maftuh sebesar Rp 10 juta, tunjangan hari raya Idul 
Fitri 2004 sebesar Rp 25 juta dan biaya taktis perjalanan dinas Maftuh ke Arab 
Saudi sebesar USD 5 ribu. 

        Menurut Jasin, selain laporan dari Indonesia Corruption Watch, KPK juga 
telah menerima laporan dari beberapa pihak lain. "Selain gratifikasi, ICW juga 
telah melaporkan mengenai penyalahgunaan Dana Abadi Umat," kata dia. 

        Jasin menyatakan bahwa KPK akan menindaklanjuti semua laporan yang 
sudah diterima. "Laporan ICW akan mulai ditelaah pada 30 Desember mendatang," 
ujarnya. 
       



   

Kirim email ke