ORANG PALESTINA sediri kekurangan air minum,. makanan dan obat2an - nah
kalo jihadists dari Poso atopun Indonesia berdatangan bukankah mereka
merepotkan orang setempat? Ini sebelon mereka maju menghadapi tentera
Israel!

Tentera Israel biasanya hati2 sebleon nembak krn tidak mau mengakibatkan
collateral damage di antara orang Palestina non-Hamas. Tap letnan
tentara Israel kemungkinan beri instruksi sama prajuritnya begini:
'Tembak kalo kalian meliat orang2 non-Arab (Palestina) yg pesek2 dan
kecil2 dan bawa kelewang. Mereka itu jihadist yg datang dari Indonesia
dan sengaja untuk memusuhi kita-orang jadi dorr saja langsung!'

Kira2 berapa hari jihadist Poso dan yg volunteer dari tempat lain bisa
bertahan hidup di sono. Pengalaman sebagian besar mereka adalah demo
akhbar, yel2 dan ngacungin kelewang yg tentunya tidak bikin keder
tentera Israel apalagi the drones di udara.

Gabriela Rantau

--- In zamanku@yahoogroups.com, "Sunny" <am...@...> wrote:
>
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/01/09/brk,20090109-154591,id\
.html
>
> Mujahid Poso Siap Berangkat ke Palestina
> Jum'at, 09 Januari 2009 | 22:40 WIB
>
>
>
>
> TEMPO Interaktif, Poso: Front Pembela Islam (FPI) dan Front Pembebasan
Gaza Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, membuka pendaftaran bagi relawan
yang ingin membantu warga Palestina melawan agresi militer Israel.
Mereka yang mendaftar ditekankan untuk siap tidak kembali ke tanah air.
>
> Sejak pendaftaran relawan diibuka pada Rabu (7/1) di Posko Relawan,
Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, hingga Jumat (9/1), sudah
sekitar 36 relawan mendaftarkan diri. Mereka mengaku ingin berjihad ke
Palestina.
>
> Menurut Koordinator FPI Poso Sugianto Kaimudin, berjihad melawan
kekejaman Israel di Pelestina sebuah keharusan setiap muslim karena
telah nyata perebutan Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam.
Karena itu dibutuhkan orang-orang yang mau berangkat ke Palestina dan
siap tidak kembali ke tanah air. "Bagi kami darah untuk Palestina adalah
sah adanya."
>
> Sugianto mengatakan, meski peperangan di Jalur Gaza menggunakan
persenjataan serba canggih, namun hal itu tidak akan menggentarkan para
relawan karena semua relawan akan diberi pembekalan dan melalui seleksi
terlebih dahulu, baik fisik maupun mental.
>
> Salah seorang relawan, Zainul, 35, mengaku geram menyaksikan kekejaman
Israel menyerang warga sipil Paletina, termasuk anak-anak dan perempuan.
>
> "Apa yang kita saksikan hari ini di Paletina adalah jihad besar, dan
kami terpanggil untuk turut berjihad berperang melawan Israel
laknatullah," kata Zainul yang mengaku mendapat restu anak dan isteri
untuk bergabung dengan para relawan berjihad ke Palestina.
>

Kirim email ke