Fei2 mungkin lupa,bahwa Umar bin Khothob sudah meninggal pada saat 
pengumpulan seluruh sahabat yg menghafal AlQuran pada jaman Kholifah 
Utsman bin Affan.... dan Fei2 lupa,bahwa ayat2 AlQuran yg nulis bukan 
hanya satu orang saja... dan bukan hanya bentuk tulisan saja... tetapi 
ratusan orang yg hapal AlQuran,dan mereka selalu mengulang2 hapalan 
mereka setiap bulan Ramadhan....termasuk Nabi Muhammad SAW... Manakala 
ada lembaran yg ditulis salah satu sahabat Nabi yg hilang, atau 
dimakan kambing (katanya) masih ada yg hapal dan ada penulis 
lainnya... dan tidak logis dikatakan bahwa Nabi Muhammad menyimpan 
tulisan itu... itu hadits lemah dan palsu...krn Nabi Muhammad SAW 
tidak bisa membaca...beliau hapal AlQuran tanpa tulisan... dan Umar 
bin Khothob bukan termasuk orang yg hapal seluruh AlQuran pd saat Nabi 
Muhammad SAW meninggal dunia...jd kalo beliau agak lupa ttg beberapa 
ayat,bisa diterima akal... Kholifah Utsman saat itu sengaja 
mengumpulkan para sahabat
 yg hapal AlQuran yg jumlahnya masih banyak,bukan hanya satu dua orang 
saja..... tidak ada satu ucapan pun dari para sahabat ttg hilangnya 
ayat setelah terkumpul para sahabat penghapal AlQuran dan penulis 
AlQuran... Jadi tolong dibedakan,antara ucapan pd saat belum 
berkumpulnya para penghapal AlQuran dan penulis AlQuran dg pd saat 
sudah terkumpul mereka semuanya untuk menulis dalam satu kitab...yaitu 
AlQuran yg ada sekarang... Rata2 yg ditulis Fei2 setelah saya cek di 
buku aslinya,ternyata tidak sesuai dg yg dimaksud dalam buku 
tersebut.... 
Ini Saya sadur tulisan dr sdr Nozak 

Perbedaanya AlQuran dan Alkitab dapat dilihat sebagai berikut: 

Al-Quran adalah kitab suci yang masih ada dan dipelajari dalam bahasa 
aslinya, yakni bahasa arab.
 
"Dapatlah diketahui dengan jelas, teks al Quran yang terakhir dan 
terlengkap di bukukan lagi sekitar dua puluh tahun setelah wafatnya 
Muhammad. dan ternyata sampai sekarang isinya sama seperti semula 
dijaman hidupnya Muhammad, tanpa ada perubahan, pengurangan yang 
dilakukan oleh pemeluknya. Patut disesalkan keaslian seperti Al Quran 
tersebut tidak pernah kita jumpai pada semua kitab-kitab baik yang 
terdapat dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjian baru". (F.F 
Arbunthnot, The Contruction of Bible and Kor'an London 1885 hal 5).
 
Dan hal tersebut tidak seperti Biblos.

Alkitab dalam bahasa asli Yesus sudah hilang. Jangankan orang awam, 
para pendeta sekalipun belum pernah melihat Alkitab yang asli. Alkitab 
tertua yang diketemukan bukan dalam bahasa Yesus.

Rev. David J.. Fant, seorang Setiausaha Umum bagi New York Bible 
Society:
 
The question naturally arises, do any of the original manuscripts of 
the Bible still exist? The answer is No. The original manuscripts were 
on papyrus and other perishable materials and have long since 
disappeared.

(Persoalan yang biasanya ditanya, adakah naskah-naskah asli Alkitab 
masih ada sehingga kini? Jawabannya tidak. Naskhah-naskhah asli di 
atas papirus dan bahan-bahan lain yang mudah rusak semuanya telah lama 
hilang)

Dipetik daripada Rev. David J. Fant, Simple Helps and Visual Aids to 
Understanding The Bible, m.s. 6.

Dr. Verkuyl di dalam bukunya berjudul Fragmenta Apologetika, bahwa

Kitab-kitab Alkitab yang seluruhnya berjumlah 66 itu, datang kepada 
kita dalam bentuk salinan-salinan yang beribu-ribu banyaknya. Naskah-
naskah asli yang tertulis dalam tulisan tangan-autographa telah hilang 
semua.

Al Qur'an tetap murni dalam lebih dari 14 abad karena memang Allah swt 
lah yang menjaganya.

Al Hijr [15.9] Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan 
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. 

Sedangkan Biblos telah ratusan kali dirubah, dimodif, dan dikurang-
kurangi atau ditambah-tambahi ayatnya. Contoh paling mencolok adalah 
banyaknya versi alkitab. Saya yakin seandainya Yesus hidup kembali 
tentu beliau akan asing sekali dengan Alkitab yang sekarang. Beliau 
tentu tidak akan mengenal Alkitab Katolik. Atau mungkin beliau akan 
kaget melihat Alkitab protestan.

Oleh sebab itu Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang dihafalkan dan 
dilakukan sejak awal diturunkannya Al-Quran, sedangkan Biblos 
bagaimana mau menghafalkannya, yang akan dihafalkan itu saja beubah-
ubah.

Shalom,
Tawangalun.



Kirim email ke