Dear all menanggapi tulisan akhir-akhir ini menghentakkan hati saya untuk
menulis hal ini. Waktu saya masih hidup di Indonesia (sampai tahun 1994)
banyak sahabat saya terdiri dari anak-anak keturunan PKI dan orang-orang tua
eks-LEKRA..... lalu kenapa masih banyak orang yang mengharamkan orang-orang
ini di Indonesia? apakah mereka tidak berhak hidup dibumi Indonesia? bahkan
sahabat terdekat saya waktu itu adalah seorang bapak yang saat ini sudah
tiada dan beliau adalah orang LEKRA dimasa lalu (bahasa Indonesianya lebih
baik daripada bahasa Indonesia dosen saya di universitas). Begitu saya tanya
tetangganya waktu saya pulang berlibur dimana bapak Sobari? mereka katakan
sudah meninggal....dan ketika saya tanya apakah beliau dimakamkan ditanah
wakaf dibelakang kelurahan? mereka dengan tegas menjawab...oooo tidak,
bangkai pak Sobari (bangkai!!!!!!!!???? oh my god!)  diambil saudaranya ke
Jawa (jawa tengah) karena adalah haram mengubur mayat PKI ditanah
wakaf!.....  apakah ini bukan jawaban yang edan, gila dan sinting?????
 Darisinilah kita bisa melihat kesuksesan propaganda Orde Baru yang membuat
masyarakat Indonesia secara keseluruhan membenci dan jijik kepada eks-PKI di
Indonesia - membenci bangsanya sendiri tanpa alasan yang jelas....   Hal ini
saya kira tidak normal sama sekali dan perlu dipikirkan oleh pemerintah
Indonesia sekarang, bahwasanya PKI juga pernah ada dibumi Indonesia dan
merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang tidak bisa dihapuskan begitu
saja dan ingat bahwa PKI juga pernah berjuang melawan penjajah Belanda....
Supaya tidak ada kekeliruan...saya menulis ini bukan saya membela PKI namun
saya membela kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia secara keseluruhan dan
sudah sepantasnya PKI juga diingat didalam sejarah pergerakan bangsa
Indonesia tercinta.....

Bukti bahwa PKIpun pernah dianggap oleh Bung Karno bisa dibaca di:
http://www.geocities.com/year100bungkarno/hal_umarsaid14.htm

salam

Teddy

Kirim email ke