Tahukah Anda apa yang terjadi di Darfur dan Sahara Barat?

  ----- Original Message ----- 
  From: Gaib Sigit 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, January 13, 2009 12:48 PM
  Subject: Bls: [zamanku] Demo PKS Dinilai Berbau Kampanye


        refleksi yang aneh....

        --- Pada Sen, 5/1/09, Sunny <am...@tele2.se> menulis:

          Dari: Sunny <am...@tele2.se>
          Topik: [zamanku] Demo PKS Dinilai Berbau Kampanye
          Kepada: undisclosed-recipi...@yahoo.com
          Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 6:00 PM



          Refleksi:  Agaknya di Indonesia tidak pernah ada demonstrasi untuk 
Darfur atau Sahara Barat.Padahal orang-orang di Darfur maupun di Sahara Barat 
beragama Islam.Mungkin kalau pelaku kejahatan atau penjajah sealiran 
dibolehkan. 

          -----
          Jawa Pos

           

          [ Minggu, 04 Januari 2009 ] 

          Demo PKS Dinilai Berbau Kampanye 

          Bawaslu: Ada Unsur Rapat Terbuka 

          JAKARTA - Demonstrasi besar-besaran anti-Israel yang dilakukan Partai 
Keadilan Sejahtera (PKS) dicurigai membonceng kampanye. Kecurigaan itu datang 
dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). 

          Anggota Bawaslu Bambang Eka Cahyo Widodo menyatakan, demonstrasi yang 
mendatangkan ribuan orang itu terindikasi kuat merupakan kampanye terbuka. 
''Ada unsur kampanye terbuka yang masuk di situ,'' ujarnya saat dikonfirmasi 
kemarin (3/1). 

          Unjuk rasa berskala raksasa dilakukan partai tersebut pada Jumat 
(2/1). Mereka mengecam Israel yang membombardir jalur Gaza, sehingga 
mengakibatkan ratusan nyawa melayang.

          Menurut Bambang, Bawaslu sudah menerima laporan keberatan masyarakat 
atas aksi tersebut. Ada unsur kampanye rapat terbuka. Yang paling mencolok, 
berkibarnya atribut PKS dalam aksi tersebut. Mulai bendera sampai atribut nomor 
delapan yang menunjukkan nomor peserta pemilu PKS.

          Selain itu, terlepas dari tujuannya, ada upaya untuk memengaruhi 
pemilih di luar peserta demo. ''Ada penyampaian visi dan misi dari PKS,'' tegas 
Bambang. Dalam hal ini, gerakan anti-zionis bisa jadi merupakan salah satu visi 
dan misi PKS di bidang internasional. ''Dua unsur itu terlihat dalam aksi,'' 
ujarnya.

          Meski begitu, harus ada pembahasan lebih lanjut dari internal 
Bawaslu. Bambang menuturkan, sampai saat ini Bawaslu belum memutuskan apa pun 
atas demo PKS tersebut. Bawaslu masih akan mengecek kepada panitia pengawas DKI 
Jakarta apakah ada keterangan resmi dari PKS atas aksi itu. ''Senin kami 
pleno,'' katanya.

          Dia menambahkan, meski ada izin kepada Panwas DKI, aksi PKS tersebut 
bisa jadi merupakan rapat terbuka. Bila terbukti, PKS bisa mendapat sanksi dari 
KPU karena melanggar kampanye dengan melakukan rapat umum. ''Sesuai pasal 82 UU 
Pemilu, rapat umum atau terbuka baru boleh dilakukan 21 hari menjelang masa 
tenang pemilu legislatif,' ' ujarnya mengingatkan.

          Selanjutnya, dalam pasal 269 UU yang sama disebutkan, setiap orang 
yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal seperti yang telah 
ditentukan akan diancam hukuman pidana dan denda. Untuk pidana, paling singkat 
3 bulan dan paling lama 12 bulan. Hukuman denda berkisar Rp 3 juta sampai Rp 12 
juta. 

          Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq menyatakan, 
aksi yang dilakukan kader dan massa simpatisan PKS bukanlah kampanye. ''Itu 
hanya ekspresi politik,'' jelasnya saat dihubungi.

          Dia mengaku, aksi di Bundaran HI itu sama sekali tidak berisi ajakan 
untuk memilih PKS. Jadi, menurut dia, aneh jika demo ribuan orang itu dianggap 
kampanye. ''Kalaupun ada nomor 8, itu kan memang identitas kami,'' tegasnya. 
(bay/dyn)  




------------------------------------------------------------------------------
  Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
  Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!

   

Kirim email ke