Komentar saya:... Keterlaluan! !!!!!!!!! !!!!!!
Apakah manusia2  ini memang tidak percaya Tuhan
Atau Tuhannya itu  uang????  
Apa ini yang disebut sebagai Berhala Baru????
Masa Jahiliyah (Kegelapan) baru????
Tuhan.... aku tidak bisa berkata lagi......

Dari: ... @gmail.com
Topik: Aparat Jadi preman Koruptor, Malah Korban Yang Akhirnya Tewas Gantung 
Diri (Korban Bintang Ilmu Group)
media_nusantara@
yahoogroups. com, "top-iklan Moderator" <top-ik...@yahoogrou
ps.com>, "seputar_iklan Moderator" <seputar_iklan@ yahoogroups.
com>, Bisnis_Center@ yahoogroups. com, bisnis-smart@ yahoogroups.
com, "serbagratis@ yahoogroups. com" <serbagratis@ yahoogroups.
com>, du...@sby.centrin. net.id
Tanggal: Kamis, 15 Januari, 2009, 1:29
 AM







    
            Kliping
beberapa media massa cetak ini menunjukkan lagi, bahwa sudah banyak
korban dari Bintang Ilmu Group, dalam dunia pendidikan.

Sudah menguras/ merampok masa depan bangsa

masih juga meninggalkan korban lain didaerah.



Di Kediri, Agen Bintang Ilmu Group, PT. Trisula Solusindo, sudah
ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi jawa Timur, dan
barang2nya yang memang kualitas dan kuantitasnya jauh dari sepsifikasi
yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan, sempat disita oleh
Kejaksaan Tinggi jawa Timur. 



Tapi Anehnya sekarang Teguh yang meskipun dia karyawan penerbit Tiga
Serangkai, tapi dalam program peningkatan Dana Alokasi Khusus
Pendidikan dia menjadi agen penjualan Bintang Ilmu dengan memakai
perusahaan PT. Trisula Solusindo itu sekarang masih bebas berkeliaran
dan penyidikan aparat kepadanya berhenti. Malah penyidikan aparat
sekarang mengarah kepada sekolah maupun dinas pendidikan setempat yang
ditarget dijadikan kambing hitam untuk dijadikan tersangka,



Akibatnya, pegawai negeri Sipil Bagian keuangan pemerintah Kota kediri
Bunuh diri. Mungkin bingung ditekan dan diperiksa mau dijadikan kambing
hitam, akhirnya nekat menggantung diri...



Bisa diduga akhir ceritanya..

Jika bukan Departemen pendidikan setempat atau sekolah yang dijadikan korban

Mungkin Teguh yang dengan Perusahaan PT. Trisula dijadikan kambing hitam

seperti alasan di daerah lain misalnya banyuwangi, madiun, jombang dsb
bahwa yang bertanggung jawab adalah suplier yang berhubungan dengan
sekolah, sedangkan Bintang lmu tidak bisa dikaitkan, meskipun suplier
yang bersangkutan menjualkan produk Bintang Ilmu maupun katalog dari
Bintang Ilmu Group....



Kejati Segera Periksa Kadindik Kota Kediri 

  Harian Surya, Sunday, 14 December 2008 

   

   

Surabaya - Surya-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menepis tuduhan kasus
dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Kediri Bidang Pendidikan
Tahun 2007 senilai Rp 9,25 miliar telah dihentikan penyelidikannya.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Sriyono bahkan berjanji
akan membuka kembali kasus tersebut. “Siapa bilang, kasus itu ditutup?
Justru saat ini kami sedang menyelesaikan pemberkasan,” kata Sriyono,
di Surabaya, Sabtu (13/12). Bahkan dia menjadwalkan akan memeriksa
beberapa orang lagi, termasuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota
Kediri, Maki Ali.

 

  “Tersangkanya sudah ada, tapi belum bisa kami sebutkan,” kata mantan Kepala 
Kejari Blitar itu.

Sebelumnya sempat berkembang rumor, kasus itu dihentikan setelah
Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Pemkot Kediri, Edi Wijanarko,
42, yang merupakan saksi kunci dalam kasus itu ditemukan tewas gantung
diri di rumahnya di Jalan Kademangan 34-A Lirboyo, Kediri pada 4
Februari 2008. “Bukan berarti kalau saksinya meninggal, lantas kasusnya
dihentikan,” kata Kepala Kejati Jatim, Zulkarnain, menambahkan.

 

Dalam kasus ini, penyidik Kejati Jatim menemukan adanya dugaan
penyelewengan dalam pengadaan komputer untuk 37 lembaga SD dan MI di
Kota Kediri yang pendanaannya berasal dari DAK bidang pendidikan.

 

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu, jaksa
penyidik Kejati Jatim telah menyita dua unit komputer dari MI Manbaul
Ulum, Rejomulyo dan MI Nurul Huda Ngletih, Jumat (2/5) lalu. ant

   

    Portal Berita Jatim 

  Kamis, 22/05/2008 18:25 WIB 

  Dugaan Penyelewengan DAK 

  Kejati Jatim Tetapkan Rekanan Dindik Jadi Tersangka 

  Reporter : Arif Fajar A 

    

    

Surabaya - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan kontraktor proyek
alokasi Dana Alokasi Khusus 2007 Dinas Pendidikan Kediri sebagai
tersangka. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Maki Ali masih belum jadi
target tersangka. 

 

"Sampai saat ini, hanya kontraktornya yang menjadi tersangka, lainnya
belum," kata Asisten Pidana Khusus (Apidsus) Kejati Hartadi
dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (22/5/2008). 

 

Disinggung siapa nama kontraktornya, Hartadi enggan membeber. Namun
informasi yang berhasil dihimpun di lapangan pengadaan komputer
seharusnya disediakan PT Tiga Serangkai. Pada kenyataannya ditangani
oleh PT Trisula Solusindo beralamat di Jl. Kupang Raya Timur. 

 

 "Nanti lah sabar dulu. Nanti akan kita sampaikan," elaknya. 

 

Dana DAK ini dibagikan pada seluruh SD/MI se Kota Kediri. Dana ini
digunakan untuk penyediaan peralatan kantor, perlengkapan maupun
bangunan fisik. 

 

Diduga ada penyelewengan terutama dalam pengadaan komputer. Seharusnya
komputer yang disedikan bermerk Deskjeck tapi kenyataannya merk
komputer yang dibagikan adalah Inject. D 

 

Lebih lanjut, Hartadi juga menampik merebaknya kabar tentang
ditetapkannya status tersangka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota
Kediri Maki Ali. "Saya sendiri belum menerima berita itu, apalagi
ditahan saya belum tahu mas," ujarnya. [rif/sit] 

    

    TERKAIT PENYELEWENGAN DAK REKANAN JADI TERSANGKA (Tuesday, 27 May 2008) -  
Kontribusi oleh Tim DetiK Kelud 

    

Surabaya , DK - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan kontraktor
proyek alokasi Dana Alokasi Khusus 2007 Dinas Pendidikan Kediri sebagai
tersangka. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Maki Ali masih belum jadi
target tersangka. 

"Sampai saat ini, hanya kontraktornya yang menjadi tersangka, lainnya
belum," kata Asisten Pidana Khusus (Apidsus) Kejati Hartadi
dikonfirmasi dk via ponselnya kemarin. 

Namun ketika di singgung lebih lanjut mengenai siapa nama
kontraktornya, Hartadi enggan membeber.berdasar informasi yang berhasil
dihimpun di lapangan pengadaan komputer seharusnya disediakan PT Tiga
Serangkai.,namun Pada kenyataannya ditangani oleh PT Trisula Solusindo
beralamat di Jl. Kupang Raya Timur. 

  "Nanti lah sabar dulu. Nanti akan kita sampaikan," elaknya. 

Dana DAK ini dibagikan pada seluruh SD/MI se Kota Kediri. Dana ini
digunakan untuk penyediaan peralatan kantor,perlengkapan maupun
bangunan fisik. 

Diduga ada penyelewengan terutama dalam pengadaan komputer. Seharusnya
komputer yang disedikan bermerk Deskjeck tapi kenyataannya merk
komputer yang dibagikan adalah Inject. 

selain itu, Hartadi juga menampik merebaknya kabar tentang
ditetapkannya status tersangka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota
Kediri Maki Ali.,bahkan dirinya mengaku belum tau dan belum menerima
berita ini."Saya sendiri belum 

  menerima berita itu, apalagi ditahan saya belum tahu mas," ungkap hartadi. 
(dik) 

    

    HARIAN SURABAYA PAGI 

  03 May 2008, 0:16  

  Hardiknas Dikado Penyitaan 

  Kejari Sita Komputer MI Nurul Huda 

    

KEDIRI-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas )
2008, Jumat (2/05) kemarin, diwarnai dengan penyitaan komputer dan
printer oleh pihak Kejaksaan Negeri Kediri. 

 

 Penyitaan tersebut dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI ) “ Nurul Huda” 
Ngletih Kota Kediri.

 

Agus Eko Purnomo SH, M Hum. Jaksa Muda yang melakukan penyitaan kemarin
mengatakan, “Kami melakukan penyitaan komputer dan printer ini untuk
dijadikan barang bukti, karena dari hasil penyelidikan kami menyebutkan
komputer dan printer yang diberikan pada sekolahan MI Ngletih diduga
tidak sesuai spesifikasinya, “ ungkap Agus.

 

Agus menjelaskan, pengadaan komputer tersebut diambilkan dari Dana
Alokasi Khusus (DAK ) 2007 sebesar Rp. 250 Juta. Dan rekanan yang
mengadakan komputer adalah CV. Trisula Solusindo, yang diduga menjadi
tersangkanya. Kepala Sekolah MI Tamat Spd serta Staf Dinas Pendidikan
Kota Kediri Matdulah SH, MM, untuk sementara hanya menjadi saksi
penyitaan saja.

 

Kepala Sekolah MI Ngletih, Tamat Spd., membenarkan adanya penyitaan
tersebut oleh pihak Kejaksaan. “Memang benar komputer milik sekolahan
kami disita untuk dijadikan barang bukti, karena dari penyelidikan
pihak kejaksaan,” jelasnya.

 

Ditanya mengenai anggaran yang diperuntukan bagi pengadaan komputer,
Tamat mengatakan, “Kami menggunakan anggaran dari DAK 2007, sebesar Rp.
250 juta yang di kelola secara swadaya,” katanya.. 

 

Saat dikonfirmasi, siapa yang menjadi rekanan pengadaan komputer, Tamat
menjelaskan yang melakukan pengadaan tersebut adalah Tiga Serangkai.
“Namun di berkas dari kejaksaan yang saya tanda tangani kok lain ya, “
jelasnya. 

 

Dari data yang berhasil dihimpun, tersangka pengadaan komputer yang
tidak sesuai speknya adalah Teguh Dwi Wanto dkk dari CV. Trisula
Solusindo. aka 



    




      


         
        
        

       Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di .
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke