Refleksi:Mengapa baru tahun 2014?  Berkampanye untuk pemilihan umum 2014 agar 
dipilih lagi menjadi wakil rakyat?

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/16/06043759/Tahun.2014..BAB.di.Sungai.Dilarang


Tahun 2014, "BAB" di Sungai Dilarang!
 
KOMPAS/ PRIYAMBODO
Mandi dan Mencuci - Aktivitas mandi dan mencuci warga yang tinggal di bantaran 
Kali Ciliwung di Kawasan Bukit Duri Jakarta, beberapa waktu lalu, memanfaatkan 
sumber air yang terkontaminasi. Aliran sungai dengan kualitas air yang buruk 
tersebut menjadi pilihan warga miskin akibat minimnya fasilitas MCK umum. 
/Jumat, 16 Januari 2009 | 06:04 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, JUMAT - Pemerintah mulai 2014 akan melarang masyarakat membuang tinja 
(buang air besar/BAB) ke tempat-tempat terbuka, seperti di kali, kebun maupun 
persawahan. Pasalnya, limbah tinja yang dibuang sembarang akan menggangu 
kesehatan dan sistem sanitasi penduduk.

Dalam waktu lima tahun ini, pemerintah akan memperbaiki sistem sanitasi yang 
dinilai masih sangat buruk. Demikian instruksi Wakil Presiden Muhammad Jusuf 
Kalla, sebagaimana disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dalam 
keterangan pers, seusai rapat terbatas di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (15/1) 
petang.

Hadir dalam rapat itu Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Negara Perencanaan 
Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Negara Lingkungan Hidup 
Rachmat Witoelar.   

"Pak Wapres menginstruksikan, agar setelah lima tahun, yaitu 2014 tidak boleh 
lagi masyarakat Indonesia yang buang BAB-nya di tempat terbuka, seperti di 
kali, di kebun dan di sawah. Itu bisa menganggu sistem sanitasi yang sehat," 
tandas Djoko.

Menurut Djoko, hingga saat ini tercatat baru 77 persen penduduk Indonesia yang 
menikmati sistem sanitasi yang bersih dan sehat. Sisanya, 23 persen atau 
sekitar 40 juta, masih menikmati sanitasi yang buruk. "Oleh karena itu, 
pembuangan BAB harus diatur," ujarnya.

Adapun Paskah menambahkan, selama lima tahun ini, pemerintah akan persuasi 
dengan mengimbau masyarakat tidak membuang sembarangan, selain akan membangun 
tempat penampungan tinja atau septictank sekawasan. Diharapkan, septictank 
kawasan itu dapat menampung limbah permukiman di kawasan tersebut.  

Seperti di Bandung, itu ada septictank yang dapat menampung limbah kotoran BAB 
satu kawasan. "Tempat penampungan itu juga akan dibangun di daerah-daerah 
lain," lanjut Paskah. 


<<061237p.jpg>>

Kirim email ke