http://hariansib.com/2009/01/18/13-negara-liga-arab-bahas-gaza-saudi-mesir-tidak-hadir/

13 Negara Liga Arab Bahas Gaza, Saudi & Mesir Tidak Hadir
Posted in Berita Utama by Redaksi on Januari 18th, 2009 
Doha (SIB)
Para pemimpin Arab berkumpul di Doha, Qatar untuk menggelar KTT darurat Liga 
Arab mengenai krisis Gaza. Dari total 22 negara anggota Liga Arab, hanya 13 
pemimpin Arab yang hadir di pertemuan tertutup itu. Dua negara besar Arab yang 
tidak hadir termasuk Arab Saudi dan Mesir.
Pertemuan tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan semua negara 
Arab menghentikan semua negosiasi damai dan memutus hubungan dengan Israel. 
"Kami menyerukan semua negara Arab untuk menghentikan Inisiatif Damai Arab 
(dengan Israel) yang diluncurkan tahun 2002," demikian pernyataan bersama ke-13 
negara Arab seperti dilansir News.com.au, Sabtu (17/1). Diimbuhkan bahwa negara 
Arab harus memutus hubungan dengan Israel.


Pertemuan tersebut juga mengutuk serangan Israel yang terus berlangsung di 
Palestina meski telah dikeluarkan Resolusi PBB 1860 dan banyaknya tekanan 
internasional."Israel harus menghentikan serangannya di Gaza dan pergi tanpa 
syarat," demikian statemen KTT darurat tersebut. Ditekankan pula, semua 
perbatasan di Gaza harus dibuka untuk memfasilitasi aliran makanan, bantuan 
medis dan bantuan kemanusiaan lainnya. Pertemuan tersebut juga merekomendasikan 
pembentukan dana internasional untuk pembangunan kembali Gaza yang luluh-lantak 
diserang Israel.
Israel mulai melancarkan agresi militernya ke Gaza sejak 27 Desember 2008. 
Sejauh ini setidaknya 1.148 warga Palestina telah tewas dan sekitar 5.200 orang 
lainnya terluka akibat gempuran Israel.


Ahmadinejad Kritik Perpecahan Negara Muslim
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengkritik perpecahan di antara negara-negara 
muslim. Menurutnya, perpecahan itu telah membuat negara-negara muslim tak bisa 
mengambil sikap tegas mengenai serangan Israel ke Gaza. "Zionis memanfaatkan 
perpecahan di dunia muslim kita," kata Ahmadinejad.
"Jika kita punya kesatuan sikap, Israel tak akan melancarkan agresi ini," imbuh 
pemimpin Iran itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/1).
Hal itu disampaikan Ahmadinejad dalam pertemuan negara-negara Liga Arab di 
Doha, Qatar. Ahmadinejad juga menyerukan negara-negara muslim untuk membela 
rakyat Palestina dan perlawanan yang dilakukan mereka."Kita harus membela 
rakyat Palestina dan perlawanan mereka," tegas Ahmadinejad. "Kita tak ragu 
bahwa perlawanan itu akan menang pada akhirnya," imbuhnya. Iran hadir di 
pertemuan Doha dengan status pengamat. Qatar selaku tuan rumah telah mengundang 
semua negara anggota Liga Arab untuk menghadiri KTT darurat mengenai Gaza itu. 
Namun dari total 22 negara anggota, hanya 13 negara yang hadir.


Arab Saudi dan Mesir termasuk di antara negara-negara Liga Arab yang tidak 
menghadiri pertemuan Doha tersebut.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga termasuk yang absen. Meski kelompok 
Hamas, yang menguasai Gaza setelah memisahkan dari Abbas tahun 2007, diwakili 
oleh pemimpin politiknya Khaled Meshaal yang mengasingkan diri di Damaskus, 
Suriah. Israel Terus Gempur Gaza, Korban Jiwa Kembali Berjatuhan Militer Israel 
terus melancarkan serangan ke Gaza. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan, 
gempuran tank Israel telah menewaskan dua orang di dekat sebuah sekolah PBB.


Dikatakan Dr. Moaiya Hassanain, seorang wanita dan anak laki-laki tewas akibat 
serangan Israel di Beit Lahiya, bagian utara Jalur Gaza tersebut. Sebanyak 25 
orang lainnya mengalami luka-luka. Di dekat Gaza City, menurut pejabat-pejabat 
Palestina, setidaknya tiga warga sipil tewas akibat gempuran Israel. Demikian 
seperti diberitakan International Herald Tribune, Sabtu (17/1).


Militer Israel menyatakan, pesawat-pesawat tempurnya telah menyerang 50 lokasi 
Hamas pada Sabtu ini. Termasuk lokasi-lokasi peluncuran roket, terowongan yang 
dipakai untuk menyelundupkan senjata, bunker-bunker dan ranjau. Sebelumnya pada 
Kamis, 15 Januari lalu, Israel menggempur sebuah gudang milik PBB di Gaza. 
Israel juga telah menewaskan 30 orang dalam serangan di sebuah sekolah PBB.


Menurut Israel, kelompok Hamas menggunakan posisi-posisi PBB untuk berlindung 
saat menembakkan roket. Israel mulai melancarkan agresi militernya ke Gaza pada 
27 Desember 2008. Menurut Israel, agresi itu untuk menghentikan serangan roket 
yang hampir setiap hari dilakukan Hamas terhadap Israel.


Menurut paramedis Palestina, setidaknya 1.140 warga Palestina telah tewas dalam 
serangan yang telah berlangsung tiga pekan itu. Sekitar 5.000 orang lainnya 
mengalami luka-luka. Di pihak Israel, sebanyak 13 orang telah tewas.
Qatar dan Mauritania Bekukan Hubungan dengan Israel


Dua lagi negara membekukan hubungan dengan Israel sebagai protes atas serangan 
di Jalur Gaza. Kedua negara tersebut adalah Qatar dan Mauritania. Perdana 
Menteri Qatar Sheik Hamad bin Jassem Al Thani mengumumkan pembekuan hubungan 
dengan Israel. Negara kaya minyak itu memang tidak memiliki hubungan diplomatik 
dengan Israel, namun menjalin hubungan di tingkat lebih rendah. Sehingga misi 
dagang Israel diizinkan beroperasi di Qatar. Qatar juga menerima para pemimpin 
Israel dalam konferensi-konferensi.


Dikatakan Hamad seperti dilansir AFP, Sabtu (17/1), misi dagang Israel di Qatar 
punya waktu sekitar sepekan untuk pergi dari negara tersebut.
"Kami akan memberitahu kantor misi dagang Israel bahwa keberadaan mereka di 
sini tidak diinginkan sampai situasi membaik dan ada peluang lebih baik untuk 
perdamaian," kata Hamad yang juga Menteri Luar Negeri Qatar kepada wartawan di 
Doha, Qatar.
Mauritania juga mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Hal 
itu disampaikan Mauritania dalam pertemuan Liga Arab yang berlangsung di Doha.
Mauritania selama ini menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Awal 
bulan ini, negara Afrika Barat itu menarik duta besarnya dari Israel 
dikarenakan aksi protes massa atas krisis Gaza. Mauritania termasuk negara 
anggota Liga Arab. (detikcom/h

<<postheaderend.gif>>

Kirim email ke