http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=4345


2009-02-06 
Pemahaman KB Tinggi, tetapi Kesertaan Rendah



[JAKARTA] Pemahaman masyarakat tentang KB tinggi (98 persen), namun yang turut 
KB baru 61 persen dari 40 juta pasangan usia subur (PUS).

Deputi Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga Badan Koordinasi Keluar- ga 
Berencana Nasional (BKKBN) Pranyoto, Kamis (5/2), di Jakarta, mengatakan, aspek 
agama dan jarak lokasi pelayanan yang jauh merupakan sebagian faktor yang 
membuat tidak sebanding antara pemahaman jumlah yang ikut KB.

Oleh karena itu, ucapnya, perlu menciptakan kebutuhan ber-KB di antara PUS agar 
target akseptor baru 6,6 juta orang setahun bisa dicapai. Penciptaan kebutuhan 
ber-KB diupayakan lewat penyuluhan KB untuk calon akseptor. Penyuluhan membuat 
calon akseptor paham tentang KB, dan ini diikuti kesadaran pentingnya KB. Hasil 
akhir dari penyuluhan adalah muncul kemauan untuk ber-KB.

Dikatakan, dalam lima tahun terakhir kesertaan masyarakat dalam ber-KB hanya 
meningkat rata-rata 0,5 per tahun. Ini berarti jumlah penduduk terus meningkat 
dan diperkirakan pada tahun 2015 jumlah penduduk 260 juta orang. Saat ini, laju 
pertumbuhan penduduk cukup tinggi 1,35 persen per tahun.

Target 6,6 juta akseptor baru dicapai antara lain dengan memperkuat Program KB 
lewat kerja sama dengan TNI. Kerja sama tersebut termasuk upaya merevitalisasi 
Program KB yang loyo sejak era desentralisasi. Di era ini, menurut Pranyoto, 
pemerintah daerah kurang memberi perhatian pada program KB. Akibatnya, sulit 
dicapai target 6,6 juta akseptor baru. [N-4]

Kirim email ke