Refleksi:*  Tipu muslihat politik busuk pemekaran tidak dapat ditutup! Kalau
sebagian besar pemekaran gagal, tentu ada yang tidak gagal. Dimana itu
pemekaran yang sukses?* * *

http://www.pos-kupang.com/index.php?speak=i&content=file_detail&jenis=50&idnya=18941&detailnya=1

**
*Sebagian Besar Daerah Pemekaran Gagal *
*

*Jakarta,  (ANTARA News) - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengungkapkan, sebagian besar daerah otonom baru
hasil pemekaran gagal menyejahterakan masyarakat.

"Karena itu, sebaiknya memang dihentikan. Pemerintah harus tegas; selesai
sampai di sini," katanya dalam dialektika demokarsi di gedung DPR/MPR
Jakarta, Jumat. Diskusi juga menghadirkan Ketyua Panja Pemekaran Komisi II
DPR Chozin Chumaidy dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman
Gusman.

Siti Zuhro mengemukakan, mencermati rentan kendali pemekaran wilayah yang
begitu luas yang mengakibatkan pengendalian pemerintahan terhambat dan
proses pembangunan juga tersendat akibat luasnya wilayah, sebenarnya
pemekaran wilayah memang dibutuhkan masyarakat.

"Persoalannya, kebutuhan pemekaran itu kemudian diintervensi atau dikelola
oleh elit-elit partai politik di daerah maupun di pusat serta calo-calo
kekuasaan dan anggaran. Apalagi ada transaksi-trasaksi uang. Di samping itu,
terjadi pengambilalihan kepentingan oleh elit partai politik," katanya.

"Kalau `grojokan`nya (kucurannya) besar, prosesnya cepat," kata Siti Zuhro
lalu mengatakan kucuran uang dalam proses pemekaran semakin menambah rumit
persoalan.

Adanya transaksi-transaksi dalam proses pemekaran wilayah, menurut dia,
semakin menjauhkan esensi dan kepentingan pemekaran. Pemekaran menjadi
semakin jauh dari kebutuhan sebenarnya, yaitu meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat.

Sejak 1998, jumlah daerah otonom baru di Indonesia meningkat dua kali lipat.
Apabila jumlah tahun 1998 baru 230 kabupaten/kota, maka pada akhir 2008
sebanyak 477 kabupaten/kota.

"Jumlah itu memungkinkan sekali bertambah menjadi lebih banyak lagi karena
usul pemekaran begitu banyak. tetapi dengan persoalan yang begitu krusial,
sebaiknya seluruh proses pemekaran dihentikan dulu," katanya.

Dari kesejahteraan, pemekaran tidak banyak pengaruh bagi masyarakat. Bahkan
masyarakat terbebani sehingga pemekaran tidak ada manfaatnya bagi
masyarakat.

DPR dan pemerintah menyetujui begitu saja usulan pemekaran wilayah, padahal
dibalik pemekaran itu sebenarnya terselubung kepentingan partai politik.

"Pemekaran yang telah dilakukan memang sangat membebani anggaran.
Sebenarnya, tidak masalah membebani asalkan bermanfaat bagi amsyarakat,
mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempermudah pelayanan publik," katanya.

Terkait kasus meninggalkan Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat di
tengah aksi massa yang menuntut pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap), dia
mengemukakan, pemerintah dan DPR yang memproses pemekaran harus
bertanggungjawab karena terlalu membiarkan adanya usul-usul pemekaran
daerah. (*)

Pemekaran Daerah Tidak Identik dengan Keberhasilan

Minggu 8 Februari 2009, Jam: 21:15:00

JAKARTA (Pos Kota) – Pemekaran suatu daerah haruslah memperhatikan berbagai
aspek. Karena pemekaran tidak selalu identik dengan keberhasilan untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, tapi bisa juga malah merugikan daerah
yang dimekarkan, kata Menko Kesra Aburizal Bakrie.

"Harus dilihat potensi masing-masing daerah yang akan dimekarkan. Potensial
atau tidak dimekarkan. Ini kunci keberhasilan pemekaran suatu daerah,"
jelasnya menjawab pertanyaan wartawan usai acara 'Panen Raya Udang' air
tawar di Dusun Kutu Wates, Desa Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (8/2).

Kaitannya dengan aksi sebagian anggota masyarakat yang menuntut pemekaran
provinsi di Sumut yang berakhir dengan tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz
Angkat, menurut Ical, panggilan akrab Menko Kesra, hendaknya menjadi
pembelajaran semua pihak.

"Pelajaran yang bisa diambil adalah pemekaran suatu wilayah itu tidak bisa
dilakukan dengan serta merta, semuanya perlu ditinjau lagi. Untuk kasusnya,
lebih baik kita serahkan kepada polisi untuk mengusutnya," tandasnya.



-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************

Kirim email ke