Apapun yang dilakukan oleh monyet, ular, anjing, babi dan binatang lainnya 
semua normal. Hal-hal seperti trik-trik penipuan, memangsa dan pembunuhan 
bukanlah tindakan yang menyalahi aturan alam, semuanya normal untuk 
mempertahankan eksistensinya. Sikap dan perilaku makhluk hidup dipengaruhi 
kondisi lingkungan dan alam. Manusia sebagai makhluk hidup menurut Darwin, 
tunduk pada proses evolusi. Manusia tidak melebihi pohon petai yang secara 
otomatis tumbuh dan layunya tergantung pada tekstur tanah, kondisi alam 
lainnya, hujan dan matahari.

Makhluk manusia modern menurut teori ini adalah makhluk hasil proses 
berkesinambungan yang berkaitan erat dari proses adaptasi pada kondisi 
lingkungan, tahap demi tahap. Proses perubahan berlahan selama jutaan tahun 
dari binatang monyet berjalan tegak berevolusi secara biologis dan genetik
 (mutasi) akhirnya menjadi makhluk manusia modern sekarang ini. Manusia 
bukanlah makhluk sosial dan berintelegensia yang dengan sangat menakjubkan 
mampu beradaptasi dan mengalahkan kodrat alam dengan seketika. Alam dan 
lingkungan adalah oknum yang sangat bertanggung jawab terhadap proses evolusi 
segala makhluk termasuk manusia.

Sampai saat ini, penerus teori Darwin masih terus dihadapkan pada permasalahan 
perubahan struktur fosil dan genetik yang rumit karena masih kurangnya bukti 
bukti real dari penemuan fosil-fosil di batu-batuan. Mereka dengan sabar dan 
bekerja keras untuk menemukan rantai yang hilang (missing link) sebagai upaya 
menjelaskan secara memadai   proses evolusi sesungguhnya. 

Jawaban "missing link" belum selesai, namun teori evolusi yang semula di duga 
banyak orang-orang Ateis akan membuka lembaran era baru peradaban manusia, 
telah melebar penggunaannya untuk mencari jawaban permasalahan kehidupan umat 
manusia
 disegala  bidang kehidupan.

Sesuai dengan teori evolusi lahirlah standard moral yang tidak lain daripada 
ekspresi kepentingan sendiri, berisi aturan-aturan produk dari perluasan 
respons naluri manusia pada perubahan lingkungan dan  kumpulan jawaban dari 
impuls neorosis. Ketidak adilan, perbedaan perlakuan oleh negara adi-daya 
terhadap negara-negara Islam dan kemiskinan adalah kondisi lingkungan penyebab 
adanya perilaku terorisme. Alasan yang masuk akal menurut paham evolusi, 
insting liar dan naluri pelopor dan penerus agama Islam telah berevolusi ribuan 
tahun sebagai usaha untuk mempertahankan kelompok, mendapatkan 
keinginan-keinginan/cita-cita dan untuk mendapatkan pengakuan umat dunia akan 
keberadaan kelompok mereka.Tindakan teror secara brutal tanpa pandang bulu dan 
tanpa ampun telah terorganisir dan akurat, melebihi serangan sekawanan lebah 
yang terganggu demikianlah mereka menyerang kelompok lain yang dianggab musuh. 
Dalam teori
 evolusi tidak ada pembenaran bahwa kelompok berbeda sejajar kedudukannya tanpa 
ada ikatan saling menguntungkan (mutualisme) dan tidak ada pengakuan bahwa 
manusia lebih tingggi kedudukannya dari semua makhluk hidup lainnya. 

Bila karakter dan sifat genetik alamiah nurani manusia serupa dengan bingkai 
gambaran moral Allah, dengan demikian manusia Islam sesungguhnya diciptakan 
serupa dengan gambaran Allahnya. Bukti tertulis di Alqur'an yang menyatakan 
bahwa Allah yang pengasih, pemurah, penyayang dan pencipta alam raya dari yang 
tidak ada menjadi ada menjadi diragukan kebenarannya. Allah Islam bukanlah 
Tuhan yang independent, bukanlah pencipta alam semesta yang tidak memiliki 
tanggung jawab dan bukanlah tuhan yang tidak memerlukan kerja sama dengan 
manusia untuk mewujudkan ambisi dan keinginanNya. Kisah heroik bom bunuh diri 
adalah bukti Allah Islam tidak berkuasa dan harus dibela kepentinganNya agar 
keberadaanNya tetap eksis, diakui dan ditakuti
 oleh umat dunia. Kegigihan dan perjuangan umat Islam melakukan teror, 
mengungkapkan  kebenaran teori evolusi ini. Sebab tidak ada gagasan dalam 
ajaran Islam, untuk membiarkan Allah bekerja sendiri untuk membela 
eksistensiNya secara ajaib melawan hukum rationalitas, " efek adaptasi 
lingkungan Darwin". Bukankah tindak kekerasan, penipuan dan pembunuhan terjadi 
di alam liar?

Bagaimana dengan umat Nasrani? Ajaran bahwa karakter dan sifat genetik nurani 
manusia apakah cocok dengan bingkai gambaran moral Allahnya? Orang Nasrani 
masih banyak terlibat dalam tindak kejahatan berlatar belakang kemiskinan  
sebagai upaya untuk mendapatkan keinginan-keinginan yang belum tercukupi agar 
tetap eksis di lingkungannya. Menurut mereka Allah sendiri tanpa alasan 
rasional berinkarnasi menjadi anak manusia untuk menyelamatkan manusia yang mau 
mendengar dan melaksanakan perintah-perintahNya. Tidak ada jalan lain 
keselamatan kecuali melalui Tuhan Yesus Kristus.
 Topik penyelamatan sebagai anuhgerah Allah melalui  anakNya yang tunggal Yesus 
Kristus menjadi tema bahasan yang mendominasi dan berlebihan sehingga umat 
Nasrani tidak mengenal kodrat  Allahnya yang sesungguhnya.  Gagasan bahwa Allah 
nasrani yang Maha Kuasa juga memanfaatkan kelemahan, ketololan, kesialan, duka 
dan sukacita  umatNya untuk tujuan kemuliaanNya menjadi terasa asing bagi 
telinga umat nasrani.




      Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

Kirim email ke