Thailand Menolak Tuduhan "Abuse" Rohingya
                                     
http://english.aljazeera.net/news/asia-pacific/2009/02/2009248393921170.html

Rohingya ini sama sekali bukan orang Birma dan juga bukan orang
Thailand, tetapi mereka adalah aseli orang2 Arab dari Yaman dan orang2
Arab campuran Bengali yang selama ratusan tahun berjuang menterror
penduduk aseli di Birma maupun di Thailand untuk merebut tanah mereka
untuk dijadikan negara Syariah.

Mereka orang2 Rohingya selalu terlibat berbagai terror dan pemenggalan
kepala para pendeta2 Buddha maupun Hindu diberbagai tempat di Birma
maupun di Thailand.

Akibatnya oleh pemerintah Birma mereka diusir sehingga banyak yang
menjadi penduduk Bangladesh, Pakistant, dan Indonesia.

Seperti yang bisa anda saksikan sendiri wajah2 mereka di website
diatas ini bahwa mereka sama sekali tidak sama fisiknya seperti orang
Thailand maupun orang Birma, mereka persis sama dengan orang Arab,
Bangladesh, ataupun Pakistant.

Dengan bantuan UNHCR, mereka telah mendapatkan relokasi baru di Aceh
karena akhir2 inipun Bangladesh maupun Pakistant telah menolak mereka.
 Pemerintah RI secara resmi mengutuk Myanmar dan Thailand, dan
menerima relokasi mereka sebagai saudara2 seiman dan seagama.

Saya ucapkan selamat datang kepada orang2 Rohingya ini, semoga mereka
mau menerima Pancasila dan menjauhkan terror2 Syariah dalam memaksakan
negara ini menjadi negara Syariah, apalagi mengusir kita penduduk
aseli Indonesia seperti halnya mengusir orang2 Yahudi dari tanah
airnya Israel karena difitnah sebagai penjajah.

Agama Islam yang dianut orang2 Rohingya jelas berbeda dari Islam yang
diadopsi MUI karena mereka menggabungkan ajaran2 Islam dengan berbagai
takhyul2 Bengali yang pasti diharamkan MUI.

Orang2 Rohingya ini memfitnah Birma dan Thailand sebagai melakukan
"abuse" terhadap diri mereka, padahal setelah dikonfirmasi ternyata
pemerintah Thailand tidak pernah melakukan "abuse" kepada siapapun
yang Rohingya ini.  Sedangkan pemerintah Birma pun mengusir mereka
akibat gerakan2 terror mereka di Birma makin meningkat sehingga
masyarakat yang beragama Buddha di Birma merasa resah akibat banyaknya
kepala2 gundul pendeta2 Buddha yang dipenggal mereka tanpa bisa
menangkap pelakunya.  Rohingya ini menolak beradaptasi untuk
berassimilasi mengikuti budaya dan agama setempat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke