http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=hak-suara-warga-ahmadiyah-terancam-hilang&id=1234585360

14 Februari 2009
Hak Suara Warga Ahmadiyah Terancam Hilang

  
Mataram  (ANTARA News) - Hak suara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang kini 
hidup dipengungsian di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Pemilu April 
2009 terancam hilang.

"Sebab hingga kini mereka belum terdaftar sebagai pemilih baik di Kabupaten 
Lombok Barat mapun Kota Mataram," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota 
Mataram, Lafat Akbar di Mataram, Sabtu.

Sebanyak 137 orang JAI hingga kini masih bertahan di asrama Transito Majeluk 
Mataram, setelah rumah mereka di Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan 
Lingsar, Lombok Barat dirusak dan dibakar massa empat tahun lalu.

Dia mengatakan tidak ada perlakukan khusus bagi JAI yang hidup di pengungsian, 
misalnya pembuatan TPS khusus.

"Jika mereka mau menggunakan hak pilihnya harus kembali ke desanya. Yang 
menjadi kendala sekarang ini, lebih dari 100 warga Ahmadiyah tidak berani 
kembali ke kampung halamannya karena tidak ada jamiman keamanan dari perintah," 
katanya. 

Sementara itu, bantuan beras atau jaminan hidup (jadup) dari pemerintah mulai 
tahun 2009 dihentikan karena sudah mlewati batas ketentuan.

Kepala Dinas Sosial Kependudukand an Catatan Sipil, NTB, Drs. Bacharuddin 
mengatakan, bantuan jadup bagi pengungsi diberikan selama enam bulan dan 
setelah itu mereka harus sudah dikembalikan namun warga di pengungsian sudah 
lebih dari empat tahun.(*)

Kirim email ke