Valentine Day Bukanlah Pesta Sex atau Pesta Mabok !!!
                                                            
Kita bisa saksikan bagaimana ulama2 Islam begitu getol menyebarkan
kebohongan2 se-olah2 Valentine Day itu sebagai pesta mabok2 dan pesta2
sex.

Kita semua bisa menyaksikan bagaimana masyarakat di Amerika bisa
merayakan Valentine Day justru tanpa pesta2.

Pada hakekatnya Valentine Day itu hanyalah nama yang di-cari2 untuk
bisa cocok dengan tujuan saling membahagiakan dalam kehidupan sosial
masyarakat di Amerika.  Jadi sejarah Valentine Day itu tidak perlu
harus memenuhi persyaratan2 tertentu seperti halnya agama.  Juga
perayaan Valentine Day itu tidak perlu ada ceremoni tertentu yang
dibakukan.

Prinsip Valentine Day itu berasal dari kesadaran masyarakat sendiri
bahwa saling menghibur sangatlah penting.  Kehidupan suami isteri
sering cekcok, sering terjadi perceraian, sering konflik satu sama
lain, dan kesemuanya itu bisa dihentikan sementara dengan mengisinya
dengan renungan2 bagaimana sang suami dulunya mula2 bisa jatuh hati
kepada isterinya dan sebaliknya, dengan renungan2 itulah segala
konflik, cekcok dan perceraian bisa dibatalkan atau dihentikan.

Demikianlah pada hari Valentine Day itu sang suami memberi hadiah
kepada isterinya sambil menyematkan kata2 kenangan dimasa lalu mereka
memadu kasih.  Bukan selalu harus memberi hadiah, bisa juga memberi
bunga dan pemberian bunga inilah yang sebenarnya menjadi tradisi yang
sebenarnya.

Namun bagi mereka yang belum menikah, mereka yang masih berpacaran
memadu kasih, juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan atau
mengexpressikan kasih sayang mereka melalui bunga ataupun hadiah2 yang
bisa menjadi memory mereka nantinya baik setelah menikah, setelah jadi
kakek2 atau setelah pasangannya meninggal dunia maupun pasangannya
akhirnya menikah dengan pasangan yang lain.

Valentine Day hanyalah hari khusus untuk membuat kenangan atau untuk
mengenang kejadian2 yang terkait dengan kasih sayang seseorang kepada
kekasihnya atau kepada isterinya.

Sebagai contoh yang paling sering anda jumpai dalam kehidupan ini
adalah, apabila ada seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang
gadis, maka si pria sering kali membeli hadiah atau bunga untuk
dihaturkan kepada gadis yang dicintainya.  Si Gadis akan ber-tanya2,
kenapa pria ini memberi saya sesuatu???  Si Gadis biasanya akan
langsung bertanya, koq aku diberi ini atau diberi itu, biasanya si
laki2 akan men-cari2 alasan2 yang tepat, misalnya karena hari ini
adalah hari ultah ibuku, atau hari ultah bapaku dan segala macam
alasan bisa dibuatnya.

Demikianlah, pada Valentine day ini sang kekasih tidak lagi perlu
cari2 alasan2 yang susah, mereka bisa memberikan hadiah kepada
kekasihnya dengan alasan karena hari ini adalah "Valentine Day".

Demikianlah Valentine Day bukanlah hari suci agama Kristen meskipun
dicampur adukkan dengan segala dongeng2 tentang seorang saint dan
tentang agama Kristen karena pada dasarnya memang Valentine Day ini
asal mulanya dari masyarakat yang mayoritasnya beragama Nasrani.

Valentine Day dicemoh dan difitnah dengan segala kebusukannya
di-negara2 Islam, hal ini hanyalah menununjukkan rasa kebencian segala
hal yang terkait dengan agama lainnya yang dianggap bisa membahayakan
agamanya sendiri.  Di Arab Saudia tepat pada tanggal 14 February ini,
imam besar yang mengeluarkan fatwa haram pada Valentine Day telah
dipecat oleh Raja Arab dan digantikan dengan Imam besar lainnya yang
lebih moderat.  Tidak jelas apakah sang imam ini dipecat akibat fatwa
tsb atau akibat hal2 lainnya.

Bagi saya sebagai umat Islam, sebagai seorang muslimah, tentu bisa
menerima segala cara dalam mengexpressikan cinta kasih, kasih sayang
kepada sesama manusia tanpa membedakan agamanya, dan tidak perlu harus
selalu Islamiah, apapun agamanya asalkan tujuannya memang untuk
membagi atau share cinta kasih tidak bisa saya tolak, pasti saya
terima dengan tangan terbuka tanpa perlu melihat kebelakang apa agamanya.

Ajaran Islam yang difatwakan ulama2 sama sekali tidak akan
menghasilkan cinta kasih melainkan kebencian dan akan menyeret kita
menjauhi kedamaian hidup.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke