Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pada Ahad mengatakan negaranya takkan
membuka tempat penyeberangan perbatasan dengan daerah kantung yang dikuasai
HAMAS, Jalur Gaza, sebelum prajurit mereka yang diculik dibebaskan.

"Kami takkan mengizinkan pembukaan tempat penyeberangan ke Jalur Gaza sampai
tingkat tindakan itu mengembalikan kehidupan normal, tentu saja sebelum
Gilad Shalit berada di rumah," kata Olmert kepada beberapa pemimpin Yahudi
Amerika yang sedang berkunjung, di Jerusalem.

Ia mengakui Israel harus membebaskan banyak tahanan HAMAS sebagai imbalan
bagi pembebasan Shalit, yang ditangkap oleh pejuang dari Jalur Gaza
dua-setengah tahun lalu, dan menegaskan ia takkan mengajukan rencana
gencatan senjata apa pun ke pemerintah yang tak menyertakan pengembalian
Shalit.

Prioritas lain Israel saat ini ialah menjamin diakhirinya penyelundupan
senjata dari perbatasan Mesir ke Jalur Gaza dan serangan roket dari daerah
kantung Palestina itu, kata Olmert dalam acara pada malam hari.

"Yang utama (ialah pembebasan) Gilad Shalit. Kedua, penghentian
penyelundupan senjata dari Mesir ke Jalur Gaza dan ketiga adalah gencatan
senjata total," kata Olmert.

Selama pertemuan mingguan kabinet yang diselenggarakan Ahad pagi, kebanyakan
menteri mendesak agar masalah Shalit diselesaikan sebelum Israel menyetujui
gencatan senjata jangka panjang dengan HAMAS dan membuka tempat
penyeberangan perbatasan Jalur Gaza.

Sabtu malam, kantor Olmert membantah laporan bahwa gencatan senjata dengan
HAMAS tak lama lagi dicapai, dan mengatakan dalam satu pernyataan "Israel
tak melakukan perundingan apa pun dengan HAMAS" dan "sikap Perdana Menteri
Olmert ialah Israel takkan mencapai kesepahaman mengenai gencatan senjata
sebelum pembebasan Gilad Shalit.

Olmert dan dua anggota lain troika pimpinan Israel, yaitu Menteri Luar
Negeri Tzipi Livni dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, sedang merancang usul
mengenai pembebasan Shalit dan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mungkin
diajukan kepada kabinet untuk dilakukan pemungutan suara paling cepat Rabu
pagi.

Sehubungan dengan kenyataan politik yang muncul setelah pemilihan umum 10
Februari, Olmert akan berkonsultasi pemimpin Partai Likud Benjamin Netanyahu
--yang dipandang berada pada posisi terbaik untuk menjadi perdana menteri
selanjutnya-- sebelum penandatanganan gencatan senjata Jalur Gaza, demikian
laporan surat kabar setelah Ha'aretz.


Mesir telah berjuang menengahi gencatan senjata antara kedua pihak tersebut
sejak serangan militer mematikan selama 22 hari ke Jalur Gaza, yang berakhir
dengan gencaan senjata terpisah pada 18 Januari. Israel melancarkan serangan
ke Jalur Gaza pada 27 Desember 2008.


Kepala Dinas Keamanan Mesir Omar Suleiman telah memelopori perundingan
terpisah dengan Israel dan HAMAS, dan mengatakan berbagai upaya dilancarkan
guna merancang daftar tahanan Palestina yang mungkin dibebaskan sebagai
imbalan bagi pembebasan prajurit Israel tersebut.(*)

Kirim email ke