Jawa Pos

 

[ Senin, 16 Februari 2009 ] 

Golkar Mulai Gelar Survei Tujuh Nama Capres 
Akbar Tandjung Sambut Positif 


JAKARTA - Partai Golkar bakal mengejar ketertinggalan dari kompetitornya di 
pemilu dan pilpres. Hari ini partai berlambang beringin itu mulai menggelar 
survei tujuh nama capres mereka ke daerah-daerah. Gerbong Golkar itu bergerak 
setelah Wapres Jusuf Kalla yang juga ketua umum Partai Golkar tiba dari 
kunjungannya di empat negara.

Informasi yang diterima Jawa Pos menyebutkan, Kalla kemarin mendarat di tanah 
air sekitar pukul 06.00. Dia disambut beberapa kolega sesama partai. Di 
antaranya, Menko Kesra Aburizal Bakrie, politikus senior Partai Golkar Theo L. 
Sambuaga, dan Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Ketua DPR Agung Laksono.

Kalla langsung menggelar pertemuan di kediamannya. Di sana sudah ada beberapa 
petinggi partai. Di antaranya, Sekjen Partai Golkar Sumarsono dan Ketua DPP 
Partai Golkar Andi Mattalatta yang juga Menkum HAM.

Pertemuan perdana fungsionaris partai dengan ketua umumnya sejak keberangkatan 
Kalla ke luar negeri (LN) pada 31 Januari itu dimanfaatkan untuk melaporkan 
perkembangan terkini di tanah air. Mulai isu pencapresan hingga tekanan agar 
Partai Golkar segera mengumumkan capresnya kendati belum melalui pemilu 
legislatif.

Golkar saat ini berada dalma tekanan dari sejumlah kadernya agar segera 
mengumumkan nama capres. Dalam hal penetapan capres, dibandingkan dengan parpol 
besar lain, Golkar kalah cepat. Misalnya, PDIP yang sudah menetapkan Mega atau 
Demokrat yang mencapreskan SBY. Di internal Golkar juga berkembang pemikiran 
bahwa mereka memilih opsi untuk menjadikan Kalla sebagi cawapres SBY.

Menurut Soemarsono, kendati banyak tekanan, tidak ada perubahan seperti 
keputusan Rapimnas Golkar pada Oktober lalu. Pihaknya tetap akan mengumumkan 
capres setelah pemilu legislatif. ''Itu tidak bisa diganggu gugat,'' tegasnya.

Namun, bukan berarti partai pemenang Pemilu 2004 itu berdiam diri. Rencananya, 
kata Sumarsono, hari ini Partai Golkar akan mulai menjaring capres dari 
internal partainya di tingkat DPD provinsi. Perwakilan partai di tingkat 
provinsi akan mengumpulkan aspirasi kepada DPP. ''Penjaringan tetap dari bawah. 
Ini murni kami menjaring aspirasi dari daerah-daerah,'' katanya.

Sempat muncul dugaan, penjaringan capres itu sebenarnya sudah bisa dilakukan 
beberapa waktu lalu. Namun, hal itu tak bisa segera dilakukan karena Kalla 
belum datang. Namun, Sumarsono membantah dugaan tersebut. Penjaringan, kata 
dia, adalah mekanisme biasa sebuah partai. ''Kalau yang seperti ini, tidak 
perlu tanda tangan Pak JK (Jusuf Kalla, Red). Yang seperti ini cukup saya sama 
Pak Agung (Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Red) sudah beres,'' 
elaknya.

Penjaringan capres yang mulai berjalan di internal beringin mendapat apresiasi 
positif dari Akbar Tandjung. ''Sudah seharusnya DPP Partai Golkar 
menindaklanjuti keputusan rapimnas (Oktober 2008, Red). Jadi, itu sudah 
benar,'' kata Akbar.

Meski begitu, Ketua DPR periode 1999-2004 itu tetap memberikan saran. Menurut 
dia, kandidat capres dari Golkar yang diinventarisasi DPP dari rekomendasi 
daerah-daerah sebaiknya mendapat kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi.

Lebih baik lagi, imbuh Akbar, bila forum rapimnasus untuk memilih dan 
menetapkan capres Golkar nanti juga melibatkan DPD kabupaten/kota. ''Kalau ini 
bisa dilakukan, berarti sudah cukup baik. Walaupun tidak murni konvensi,'' 
katanya.

Dia menambahkan, AD/ART Partai Golkar memang menyebutkan, rapimnas diikuti DPP 
dan DPD provinsi. Tapi, untuk memperkuat basis dukungan, kata dia, sebaiknya 
mengikutsertakan jajaran kepemimpinan Golkar di DPD tingkat II. ''Biar semua 
lebih bertanggung jawab atas apa yang diputuskan nanti,'' tegasnya.

Mekanisme pengerucutan capres Golkar di rapimnasus sebaiknya bagaimana? 
''Masing-masing DPD tingkat II harus diberi kesempatan untuk menyampaikan 
pilihan secara tertulis atau voting,'' jawab Akbar. (aga/pri

<<52576large.jpg>>

Kirim email ke