http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1897&ik=32


Adik Iparku Idolaku 

Senin 16 Februari 2009, Jam: 7:05:00 

Rasa iri itu sangat manusiawi. Tapi jika iri terhadap bini orang yang cantik 
dan berusaha merebutnya, itu mah Dasamuka dari Alengka. Dan Mardan, 27, dari 
Lampung Barat, begitulah kelakuannya. Tahu bahwa istri kakak iparnya jauh lebih 
cantik dari istrinya, dia berusaha menyetubuhinya. Keruan saja Mardan babak 
belur dihajar warga. 

Setiap lelaki selalu mendambakan bini yang cantik, yang seksi dan putih putih 
mulus. Cuma tak semuanya terkabulkan, karena jodoh mutlak di tangan Tuhan. Yang 
pengin bini putih, dapatnya hitam. Yang mendambakan istri langsing malah dapat 
bini gembrot. Begitu pula yang ingin istri berambut panjang, dapatnya malah 
yang berambut pendek macam lelaki. Tapi ini malah ada untungnya, karena tiap 
pagi tidak perlu keramas melulu gara-gara semalam berantem sama suami. 

Mardan warga Pekon (Kelurahan) Basungan Kecamatan Sekincau Lampung Barat, 
termasuk lelaki beruntung. Sebab dia berhasil memiliki istri yang cukup cantik, 
bodi seksi, sekel nan cemekel. Cuma dia ini lelaki yang tak pandai bersyukur di 
muka bumi. Begitu melihat istri kakak iparnya jauh lebih cantik dari istrinya, 
dia timbul rasa irinya. Dia ingin memiliki wanita itu, kasarnya: pingin 
mencicipi seperti apa enaknya naik Kijang Inova 2008 itu. 

Istri kakak ipar itu bernama Karmila, 26. Dibanding dengan Napsiah, 26, 
istrinya, memang jauh lebih cantik. Wajahnya bersih dan mulus, sepertinya enak 
dicium dan perlu, begitu. Asal Mardan melihat istri kakak ipar tersebut, 
pendulumnya langsung kontak. Lalu otaknya pun ngeres macam pasir urug 
Tangerang. Mending jika hanya otak ngeres saja. Tapi otak Mardan juga berputar, 
bagaimana bisa membuat Karmila bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. 

Bila situasinya cukup aman secara mantap terkendali, Mardan selalu berusaha 
merayu Karmila untuk mau diajak main selingkuh. Tapi si kakak ipar itu tak 
pernah menanggapi. Ironisnya, meski tak melayani aspirasi arus bawah Mardan, 
Karmila tak pernah mau mengadu pada suami, atau cerita pada Napsiah. Padahal 
jika dia mau cerita pada Napsiah, wooooo... tamatlah riwayat si lelaki 
celamitan ini. Paling apes Mardan pasti nungging-nungging cium kaki istri, 
minta maaf. 

Maka sungguh dongkol si Mardan, karena segala tipu daya dan muslihatnya gagal 
untuk menaklukkan Karmila. Main secara halus selalu gagal, dia mencoba main 
kasar. Dan ini dilakukannya beberapa hari lalu. Sore-sore sehabis magrib dia 
main ke rumah Karmila. Tahu suaminya tak di rumah, langsung saja kakak ipar 
idola itu digelandang ke kamar, mau diajak bersetubuh. Tentu saja Karmila tidak 
mau. "Maling, maliiiiing..!" Teriak wanita itu ketika Mardan nyosor terus dan 
berusaha menelanjangi dirinya. 

Akibat teriakan tersebut, suami Karmila datang. Melihat istrinya digumuli 
Mardan, langsung saja ambil kayu dan digebuklah kepala lelaki mata keranjang 
ini. Pletakkk, Mardan jatuh pingsan dan selamatlah Karmila dari percobaan 
perkosaan. Makin sial saja nasib si Mardan, sebab begitu siuman, sebelum dibawa 
ke Polsek Sekincau masih sempat juga dapat hadiah tempeleng dari sejumlah 
warga. Bukan saja tempeleng, makian kata kasar juga berhamburan. Pendek kata 
sebutan babi anjing dan celeng, semua ditimpakan pada Mardan yang tamak ini. 

Kalau bisa, pasti suami Karmila diajak tombokan tuh! 

(LP/Gunarso TS) 

Kirim email ke