Tawang,

Istilah negro itu dianggap ucapan bernada biadab di USA,  yaitu rasisme  yang 
nilainya sama seperti istilah  "nigger" maka dengan dengan adanya  imansipasi  
tidak lagi dipakai. Dengan kamu memakai kata tsb  sebenarnya kamu menunjukkan 
sikap sebenarnya yang masih berlaku di Arab dan sebahagian penjilatnya di 
Indonesia.

  ----- Original Message ----- 
  From: tawangalun 
  To: zamanku@yahoogroups.com ; islamkris...@yahoogroups.com 
  Sent: Sunday, February 15, 2009 11:45 PM
  Subject: [zamanku] Re: Presiden RI Masih Harus Orang Jawa



  Di Israel juga Partai Likud gak mungkin mencalonkan orang Palestina.
  Di Malaysia gak mungkin mencalonkan Cino untuk PM nya.
  Di Amerika kalau gak sedang krisis gak mungkin Negronya menang,dan 
  itupun butuh 44 kali pemilihan kan.

  Shalom,
  Tawangalun.

  - In prole...@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@> wrote:
  >
  > Presiden RI Masih Harus Orang Jawa
  > 
  > Bukan karena Jusuf Kala belum berani maju menjadi presiden, juga 
  bukan
  > berarti Golkar tidak bersedia untuk menempatkan Jusuf Kala ini hanya
  > sebagai cawapres. Masalahnya, baik Jusuf Kala maupun Golkar-nya
  > menyadari bahwa seorang presiden RI haruslah orang Jawa dan Jusuf 
  Kala
  > sama sekali bukan Jawa dan juga tidak berdarah Jawa.
  > 
  > Golkar sendiri sebenarnya sudah cacat berat sebagai partai politik
  > akibat perbuatan mereka dizaman Suharto yang lebih banyak merugikan
  > rakyat katimbang membela rakyat.
  > 
  > Celakanya, Sultan Hamengkubuwono adalah anggauta Golkar. Namun 
  dalam
  > pemilu kali ini, Sultan Hamengkubuwono melepaskan dirinya dari 
  Golkar
  > dan tindakan ini tepat dan cukup baik. Namun dia melakukan langkah
  > blunder dengan membiarkan dirinya dijadikan cawapres yang 
  berpasangan
  > dengan Megawati. Betul, belum tentu Megawati memilih Sultan untuk
  > jadi cawapres-nya, namun dirinya sudah dijadikan bahan promosi 
  gratis
  > oleh Megawati dan hal ini sudah seharusnya siang2 ditolak mentah2 
  oleh
  > Sultan kalo dia mau jadi presiden.
  > 
  > Sultan Hamengkubuwono akan sanggup mengail suara pemilih terbanyak,
  > apalagi dia orang Jawa, belum terdengar keburukannya, dan tinggal 
  cari
  > pasangan cawapres yang dari luar Jawa atau ahli hukum. Menurut saya
  > Sultan sebagai capres bisa menempatkan Muladi sebagai cawapres. 
  > Apalagi Muladi adalah bekas Jendral.
  > 
  > Prabowo banyak cacatnya, selain bekas keluarga pengkhianat yang
  > dizaman Bung Karno melarikan diri ke Malaysia dan ber-sama2 Malaysia
  > merusak ekonomi Sukarno yang akhirnya menjungkalkan Bung Karno. 
  > Prabowo juga jadi menantu Suharto yang kebusukannya sudah terkenal
  > diseluruh dunia, dan terakhir Prabowo terlibat penculikan2 dan
  > pembunuhan2 yang menjadi masalah pelanggaran HAM sehingga andaikan 
  dia
  > jadi presiden maka RI akan diembargo oleh seluruh dunia.
  > 
  > SBY memang cukup kuat posisinya, tetapi kalo dia memasang Nurwalid
  > sebagai cawapres maka dia melakukan langkah blunder karena Nurwalid
  > adalah pendukung FPI dan negara Syariah yang telah merusak
  > perekonomian Indonesia maupun menghancurkan negara Pancasila. 
  > Sebaiknya memang SBY memilih cawapress Sri Mulyani atau Muladi 
  karena
  > Sri Mulyani adalah wanita yang bisa berkomunikasi dengan dunia luar
  > dan Muladi adalah ahli hukum yang terkenal bersih, tegas, dan tidak
  > amibisius.
  > 
  > Menurut saya dua figur terkuat adalah SBY dan Sultan, sedangkan 
  figur2
  > lain terlalu banyak cacat2nya. Sekarang tergantung masing2 SBY dan
  > Sultan harus memilih cawapres mereka untuk melenggang masuk ke 
  pemilu
  > sebagai dua saingan terkuat, sementara partai2 yang berlambang Islam
  > tak perlu diperhitungkan karena suara mereka hanyalah semu tak akan
  > bisa menang karena rakyat Indonesia sepenuhnya menentang Syariah
  > Islam. Yang penting Sultan Hamengkubuwono harus jadi capres bukan
  > cawapress dan jangan sekali2 memasangkan SBY sebagai capress dan
  > Sultan sebagai cawapress karena kedua figur itu merupakan bahan yang
  > cuma cocok jadi presiden bukan cawapress.
  > 
  > Jadi menurut saya, komposisi SBY dan Muladi atau SBY dan Sri Mulyani
  > merupakan pasangan yang paling bisa memenangkan suara. Atau juga 
  bisa
  > dilakukan oleh pasangan Sultan Hamengkubuwono dan Muladi.
  > 
  > Ny. Muslim binti Muskitawati.
  >

  --- End forwarded message ---


  

Kirim email ke