RUU Jaminan Produk Halal Dinilai Diskriminatif


JAKARTA - Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, yang saat ini dibahas 
oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah, dinilai diskriminatif dan berpihak 
pada golongan mayoritas saja. "Faktanya, Indonesia memiliki aneka ragam budaya 
dan agama," kata anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Damai Sejahtera, 
Tiurlan Hutagaol, seusai rapat kerja Komisi VIII dan Menteri Agama di gedung 
DPR, Jakarta, kemarin. 
Tiurlan mengatakan pemahaman tiap agama sebaiknya diatur oleh agama 
msing-masing, tidak diundang-undangkan. Menurut dia, rancangan ini sangat 
positif bagi umat Islam, namun ia khawatir pengesahannya dapat memancing dampak 
sosial yang merugikan. "Ini akan menjadi belenggu bagi sebagian masyarakat 
Indonesia, bisa memancing anarki," kata dia. 
Beberapa produk yang diharamkan syariah Islam, kata dia, justru dihalalkan 
dalam budaya dan agama lain. "Banyak budaya kita yang menghalalkan babi, 
memelihara anjing, yang diharamkan di undang-undang ini," kata dia sembari 
menambahkan, kategori halal-haram tidak hanya memasuki ranah agama, tapi juga 
budaya. 
Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB, Badriah Wahyuni, menampik kekhawatiran 
itu. Menurut dia, semangat dari rancangan yang ditujukan untuk dunia usaha, 
industri, dan instansi terkait ini untuk melindungi konsumen. 
Pelaku usaha, kata Badriah, harus bertanggung jawab kepada konsumen atas 
pencantuman label halal di produk mereka. "Jangan mencantumkan label halal jika 
belum lolos sertifikasi halal," katanya. "Ini terutama untuk produk yang 
bersifat masif," dia menambahkan. Industri rumahan dan unit usaha kecil juga 
dibebaskan dari ketentuan ini. 
Badriah menandaskan, undang-undang ini hanya ditujukan kepada dunia usaha yang 
memproduksi produk halal. "Jika produsen memproduksi produk tidak halal, 
silakan juga, biar masyarakat yang menilai," kata dia.

 
Dalam rapat dengan DPR, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan rancangan ini 
sangat penting untuk segera disahkan. Ia berharap rancangan ini disahkan Dewan 
periode ini. VENNIE MELYANI
 
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/02/17/Nasional/krn.20090217..157068.id.html

 
http://media-klaten.blogspot.com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim


      

Kirim email ke