Kata negro itu bukan saya yang buat,pasti yo bangsanya si Genduk 
itulah yang buat.Saya justru menggelar disini gilo bangsa Amerika itu 
rasis makane ada istilah Negro,dan sayapun tahu kalau sebutan itu 
menyakitkan bagi ras African american itu,bahkan mereka lebih seneng 
disebut Black.Sebelum Martin Luther King,keretanya dewe2,sekolahan 
dewe2 gak boleh campur antara bule dg Negro.Bandingen dg konsep 
Islam:Hanya ada satu parameter yaitu TAQWA.Tidak ada habis upacara 
kok jamaahnya do diberkati oleh Uskupnya atau Kyainya wong Dia itu 
juga dosa.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, "Sunny" <am...@...> wrote:
>
> Tawang,
> 
> Istilah negro itu dianggap ucapan bernada biadab di USA,  yaitu 
rasisme  yang nilainya sama seperti istilah  "nigger" maka dengan 
dengan adanya  imansipasi  tidak lagi dipakai. Dengan kamu memakai 
kata tsb  sebenarnya kamu menunjukkan sikap sebenarnya yang masih 
berlaku di Arab dan sebahagian penjilatnya di Indonesia.
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: tawangalun 
>   To: zamanku@yahoogroups.com ; islamkris...@yahoogroups.com 
>   Sent: Sunday, February 15, 2009 11:45 PM
>   Subject: [zamanku] Re: Presiden RI Masih Harus Orang Jawa
> 
> 
> 
>   Di Israel juga Partai Likud gak mungkin mencalonkan orang 
Palestina.
>   Di Malaysia gak mungkin mencalonkan Cino untuk PM nya.
>   Di Amerika kalau gak sedang krisis gak mungkin Negronya 
menang,dan 
>   itupun butuh 44 kali pemilihan kan.
> 
>   Shalom,
>   Tawangalun.
> 
>   - In prole...@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@> 
wrote:
>   >
>   > Presiden RI Masih Harus Orang Jawa
>   > 
>   > Bukan karena Jusuf Kala belum berani maju menjadi presiden, 
juga 
>   bukan
>   > berarti Golkar tidak bersedia untuk menempatkan Jusuf Kala ini 
hanya
>   > sebagai cawapres. Masalahnya, baik Jusuf Kala maupun Golkar-nya
>   > menyadari bahwa seorang presiden RI haruslah orang Jawa dan 
Jusuf 
>   Kala
>   > sama sekali bukan Jawa dan juga tidak berdarah Jawa.
>   > 
>   > Golkar sendiri sebenarnya sudah cacat berat sebagai partai 
politik
>   > akibat perbuatan mereka dizaman Suharto yang lebih banyak 
merugikan
>   > rakyat katimbang membela rakyat.
>   > 
>   > Celakanya, Sultan Hamengkubuwono adalah anggauta Golkar. Namun 
>   dalam
>   > pemilu kali ini, Sultan Hamengkubuwono melepaskan dirinya dari 
>   Golkar
>   > dan tindakan ini tepat dan cukup baik. Namun dia melakukan 
langkah
>   > blunder dengan membiarkan dirinya dijadikan cawapres yang 
>   berpasangan
>   > dengan Megawati. Betul, belum tentu Megawati memilih Sultan 
untuk
>   > jadi cawapres-nya, namun dirinya sudah dijadikan bahan promosi 
>   gratis
>   > oleh Megawati dan hal ini sudah seharusnya siang2 ditolak 
mentah2 
>   oleh
>   > Sultan kalo dia mau jadi presiden.
>   > 
>   > Sultan Hamengkubuwono akan sanggup mengail suara pemilih 
terbanyak,
>   > apalagi dia orang Jawa, belum terdengar keburukannya, dan 
tinggal 
>   cari
>   > pasangan cawapres yang dari luar Jawa atau ahli hukum. Menurut 
saya
>   > Sultan sebagai capres bisa menempatkan Muladi sebagai cawapres. 
>   > Apalagi Muladi adalah bekas Jendral.
>   > 
>   > Prabowo banyak cacatnya, selain bekas keluarga pengkhianat yang
>   > dizaman Bung Karno melarikan diri ke Malaysia dan ber-sama2 
Malaysia
>   > merusak ekonomi Sukarno yang akhirnya menjungkalkan Bung Karno. 
>   > Prabowo juga jadi menantu Suharto yang kebusukannya sudah 
terkenal
>   > diseluruh dunia, dan terakhir Prabowo terlibat penculikan2 dan
>   > pembunuhan2 yang menjadi masalah pelanggaran HAM sehingga 
andaikan 
>   dia
>   > jadi presiden maka RI akan diembargo oleh seluruh dunia.
>   > 
>   > SBY memang cukup kuat posisinya, tetapi kalo dia memasang 
Nurwalid
>   > sebagai cawapres maka dia melakukan langkah blunder karena 
Nurwalid
>   > adalah pendukung FPI dan negara Syariah yang telah merusak
>   > perekonomian Indonesia maupun menghancurkan negara Pancasila. 
>   > Sebaiknya memang SBY memilih cawapress Sri Mulyani atau Muladi 
>   karena
>   > Sri Mulyani adalah wanita yang bisa berkomunikasi dengan dunia 
luar
>   > dan Muladi adalah ahli hukum yang terkenal bersih, tegas, dan 
tidak
>   > amibisius.
>   > 
>   > Menurut saya dua figur terkuat adalah SBY dan Sultan, sedangkan 
>   figur2
>   > lain terlalu banyak cacat2nya. Sekarang tergantung masing2 SBY 
dan
>   > Sultan harus memilih cawapres mereka untuk melenggang masuk ke 
>   pemilu
>   > sebagai dua saingan terkuat, sementara partai2 yang berlambang 
Islam
>   > tak perlu diperhitungkan karena suara mereka hanyalah semu tak 
akan
>   > bisa menang karena rakyat Indonesia sepenuhnya menentang Syariah
>   > Islam. Yang penting Sultan Hamengkubuwono harus jadi capres 
bukan
>   > cawapress dan jangan sekali2 memasangkan SBY sebagai capress dan
>   > Sultan sebagai cawapress karena kedua figur itu merupakan bahan 
yang
>   > cuma cocok jadi presiden bukan cawapress.
>   > 
>   > Jadi menurut saya, komposisi SBY dan Muladi atau SBY dan Sri 
Mulyani
>   > merupakan pasangan yang paling bisa memenangkan suara. Atau 
juga 
>   bisa
>   > dilakukan oleh pasangan Sultan Hamengkubuwono dan Muladi.
>   > 
>   > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>   >
> 
>   --- End forwarded message ---
>


Kirim email ke