Wah wah wah, koq bisa jadi begini ya? Amit amit deh kalau diterapkan di 
Indonesia.
Lihatlah di: http://indonesiaara b.wordpress. com/2008/ 07/20/penganggur 
an-di-arab/
Pengangguran di Arab

Laporan ini memang baru tapi masalah pengangguran di Arab merupakan persoalan 
yang lama. Mengapa?? Menurut beberapa warga Indonesia yang pernah tinggal di 
Arab mengatakan beberapa sebabnya:
1. Faktor skill. Orang Arab memang memang bayank yang punya skill tapi skill 
mereka tidak akan mau dihargai dengan gaji seorang TKI yang nota bene lebih 
rendah.
2. Arab mempunyai budaya chauvinisme, sehingga mereka tidak mau atau gengsi 
mengerjakan pekerjaan yang menurut mereka hanya layak dikerjakan oleh bangsa 
miskin; seperti Filipina, Indonesia, bangladesh dll.
3. Sistem UU di Arab memungkinkan warganya hanya ongkang-ongkang kaki, dengan 
menerima “bakhsis” dari imigran yang mempunyai usaha memakai namanya. Sistem 
ini dinamakan “kafil”. Banyak orang Indonesia di Arab membeli “sponsor” dari 
para pengangguran itu utuk kerja freelance dengan stiap bulan menyetor 
“bakhsis” atau suap keada sang kafil si pengangguran itu. Praktik ini merupakan 
hal yang ilegal.
4.Pemerintah di Arab, kurang maksimal menyediakan lapangan kerja karena mereka 
sendiri sudah kaya dan kurang mau memikirkan rakyat. Segala bentuk kritik dan 
saran dengan secepatnya dibasmi.
5. Masyarakat Arab sekarang ini mengarah kepada masyarakat statis. Walaupun 
tidak ada kasta di arab, tapi kenyataan ada. Anak polisi nantiny ajdi polisi, 
anak pns jadi pns dan lain sebagainya. Sehingga rekrutmen tidak dilakukan 
secara terbuka. Yang paling buruk adalah anak raja, emir, gubernur atau bupati 
pengen jadi raja, emir dll juga. Sehingga saat keluarganya sudah banyak yang 
lain nggak mau pindah profesi dan lebih memilih jadi pengangguran.
6. Arab masih terhipnotis dengan romantisme sejarah, sebagai bangsa yang maju. 
Sehingga mereka belum terbangun sepenuh dari tidur panjang sejak zaman 
pertengahan.
7. Banyak orang Arab melihat dunia ini sebagai Arab dan dunia Barat. Sehiingga 
mereka kurang mengeksplore dunia lain, seperti asia timur, tengah, afrika dll. 
Sehingga kalau imigrasi ke eropa sudah nggak bisa, mereka lebih memilih tinggal 
dirumah sebagai pengangguran. Kecuali Arab Yaman yang miskin yang banyak 
merantau.
8. Peradaban Arab lebih mengarah ke stagnan, sehingga roda kehidupan tidak 
berputar sebagai mana mestinya, pengangguranpunn tak terbentdung.
Saturday 19 July 2008
Pengangguran di Arab Terburuk di Dunia
Pengangguran di negara-negara Arab merupakan yang terburuk di dunia, menurut 
Organisasi Buruh Arab (ALO) dalam sebuah laporan yang membuat Sekretaris 
Jenderal Liga Arab Amr Mussa hari Kamis segera memperingatkan bahwa hal ini 
“sangat berbahaya.”
Tingkat pengangguran yang mencapai 66 persen di sejumlah negara Arab 
menunjukkan bahwa ada penurunan dalam sistem pendidikan yang memerlukan 
tindakan darurat segera, kata Mussa.
“Menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan manusia akan 
menghasilkan investasi lebih besar dan keterbukaan bagi dunia,” kata Mussa 
selama peluncuran laporan ALO di Kairo.
Laporan “Tenaga Kerja dan Pengangguran di Negara-negara Arab ke Arah Kebijakan 
dan Mekanisme Efektif” menyatakan, tingkat pengangguran umum di negara-negara 
Arab melampaui 14 persen, yang berarti kawasan Arab memiliki lebih dari 17 juta 
orang yang menganggur.
Pengangguran di kalangan pemuda Arab diperkirakan mencapai 25 persen, kata 
laporan itu, sementara pada wanita mencapai lebih dari 23 persen.
Laporan itu menyebut tingkat pengangguran di negara-negara Arab sebagai yang 
terburuk di dunia, dan mengingatkan bahwa angka itu akan menjadi semakin buruk 
kecuali jika langkah-langkah penting diambil.
Ahmed Luqman, Direktur Jendral ALO, mengatakan, langkah pertama yang perlu 
diambil adalah memperbaiki keterampilan mereka yang akan memenuhi kebutuhan 
bursa kerja.


FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah 
dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum hukumMU yang adil (Mazmur 
119:105 -106)
 
Your word is a lamp to my feet and a light for my path. I have taken an oath 
and confirmed it, that I will follow your righteous laws (Psalm 119: 105 - 106)








DO NOT BE OVERCOME BY EVIL, BUT OVERCOME EVIL WITH GOOD 
(ROMANS 12:21)
 
JANGANLAH KAMU KALAH TERHADAP KEJAHATAN, TETAPI KALAHKANLAH KEJAHATAN DENGAN 
KEBAIKAN ! 
(ROMA 12:21)







MARI KITA BERSATU PADU
UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA






      

Kirim email ke