MANUSIA BARU

Sudah sering kita mendengar orang melakukan operasi wajah, sedot lemak, permak 
perut, pengambilan tahi lalat, dan sebagainya. Tujuan semua ini adalah agar 
manusia berpenampilan baru. Ya, mungkin saja penampilan orang bisa baru, tetapi 
itu tak menjamin bahwa orangnya juga menjadi baru!

Ketika Paulus berpesan kepada jemaat Efesus agar menanggalkan manusia lama dan 
mengenakan manusia baru, tentu bukan operasi fisik yang ia maksud. Yang mesti 
baru adalah kualitas hidup manusia. Itulah yang menentukan kebaruan manusia. 
Bagaimana caranya? Bukankah kita hobi menjalani hidup dengan cara lama? Merasa 
sayang membuang hidup yang lama? Sebagai rasul yang mengenali watak manusia 
semacam ini, Paulus membimbing umat di Efesus untuk berjuang melalui 
langkah-langkah berikut. Pertama, menyadari bahwa hidup sebagai orang yang 
tidak mengenal Allah adalah hidup yang tak ada maknanya, sia-sia. Kedua, 
menyadari bahwa kita pasti punya pengalaman dengan Kristus. Pengalaman itu 
indah dan mengubahkan hidup kita. Namun seiring berjalannya waktu, kita kerap 
mengabaikan dan meninggalkannya.
Padahal pengalaman itu sangat berharga, sehingga perlu dipelihara.Dan terus 
mengejar pengalaman-pengalam an yang baru bersama-Nya. Tahap ketiga adalah 
menjaga sikap hidup sehari-hari, misalnya dalam mengelola amarah, menjaga 
lidah, dan sebagainya. Melalui langkah-langkah ini, manusia baru akan terus 
terpelihara kebaruannya.

Menjagai kualitas hidup kita tetap baru tentu tidak mudah. Namun ini bukan hal 
yang mustahil. Kristus, Tuhan dan Sahabat kita, tak akan membiarkan kita 
berjuang sendiri.

                    AGAR HIDUP SENANTIASA BARU
             DEKATLAH SELALU KEPADA BAPA DI SURGA SANG PEMBARU

Efesus 4:17-32 

17. Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam
    Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak
    mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18  dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan
    dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan
    karena kedegilan hati mereka.
19  Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan
    diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam 
kecemaran.
20  Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal
    Kristus.
21  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima
    pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang
    dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui
    kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24  dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut
    kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang
    sesungguhnya.
25  Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang
    kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26  Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:
    janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28  Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi
    baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan
    tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada
    orang yang berkekurangan.
29  Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
    pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,
    supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30  Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah
    memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan
    fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala
    kejahatan.
32  Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
    penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di
    dalam Kristus telah mengampuni kamu.



FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah 
dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum hukumMU yang adil (Mazmur 
119:105 -106)
 
Your word is a lamp to my feet and a light for my path. I have taken an oath 
and confirmed it, that I will follow your righteous laws (Psalm 119: 105 - 106)








MARI KITA BERSATU PADU
UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA






      

Kirim email ke