http://www.detiknews.com/read/2009/02/22/183539/1088734/10/kejagung-akan-aktifkan-kemas-yahya-dan-m-salim


Minggu, 22/02/2009 18:35 WIB
Kejagung Akan Aktifkan Kemas Yahya dan M Salim 
Reza Yunanto - detikNews





Jakarta - Masih ingat dengan 2 petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) Kemas Yahya 
Rahman dan M. Salim? Saat ini, keduanya akan diaktifkan lagi oleh Kejagung 
setelah beberapa bulan 'diparkir'.

Gara-gara keserempet kasus suap Artalyta kepada Jaksa Urip, Kemas yang kala itu 
menjabat Jampidsus, dan M. Salim yang menjabat Direktur Penyidikan Pidana 
Khusus dimutasi dari jabatannya. Keduanya dijadikan sebagai staf ahli Kejagung.

Lama tak bersentuhan dengan penanganan perkara,  kabarnya keduanya akan 
mendapat posisi baru. Kapuspenkum Kejagung Jasman Panjaitan yang dikonfirmasi 
hal ini, membenarkan keduanya akan diaktifkan lagi. Keduanya akan diangkat 
menjadi pemantau penanganan kasus tindak pidana korupsi.

"Saya dengar kabar memang begitu. Tapi bukan pengendali, hanya pemantau," 
terang Jasman ketika dihubungi detikcom, Minggu (22/2/2009).

Jasman menjelaskan, tim pemantau penanganan tindak pidana korupsi di institusi 
Kejaksaan selama ini memang sudah ada. Tim ini dibentuk untuk merespons 
perubahan kebijakan penanganan korupsi oleh institusi Kejaksaan. "Kan sekarang 
ada perubahan, untuk memantau itu dibentuk tim pemantau," imbuhnya.

Jasman pun memastikan tim ini hanya akan bertugas memantau penanganan korupsi, 
tanpa bersentuhan langsung dengan penanganan perkara. "Perkara tetap 
pengendalinya Jampidsus," jelas mantan Kajati.

Kapan Kemas dan M. Salim mulai bertugas? Jasman memastikan keduanya belum 
bertugas. "Belum bertugas. SK nya belum ada," tandas Jasman.

Sebelumnya Indonesian Corruptin Watch (ICW) menduga Kemas dan M. Salim akan 
diangkat menjadi tim pengendali penanganan kasus tindak pidana korupsi di 
pidana khusus. "Kemas dan Salim akan diangkat sebagai tim pengendali penanganan 
kasus tindak pidana korupsi di pidsus," kata Wakil Koordinator Badan Pekerja 
ICW Emerson Yuntho kepada wartawan di kantor ICW, Jl Kalibata Timur IV/D, 
Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2009).

Namun Emerson belum berani memastikan kebenaran informasi ini. Jika kabar itu 
benar, ICW menyatakan keberatannya. Pengaktifan kembali Kemas dan M. Salim, 
diakui Emerson, justru menunjukkan sifat Kejagung yang hanya basa-basi 
menjatuhkan sanksi kepada pejabatnya yang melakukan pelanggaran.

"Kalau memang benar sangat disayangkan. Dua orang itu diduga kuat terlibat 
dalam penghentian kasus BLBI Sjamsul Nursalim, dan kasus suap Artalyta," 
tambahnya.

Baca juga : 
  a.. Bupati Lombok Barat Bebas
  KPK Terima Putusan Hakim, Proses Pembebasan Dilakukan Sore Ini 
  b.. Koruptor Tidak Ditahan
  KPK Akan Pertanyakan Alasan Kejagung 
  c.. Kejagung Tak Mau Dibandingkan dengan KPK 
  d.. Jampidsus: Pengembalian Uang Negara Menguntungkan Semua Pihak 

<<kemas-dan-m-salim-dalam.jpg>>

Kirim email ke