Refleksi: Jelas, kalau tujuannya sama maka tentu sekali kedudukan  PKS semakin 
menguat.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=69002&Itemid=27


      PKS semakin menguat setelah JK capres      
      Sunday, 22 February 2009 11:23 WIB  
      ERWAN EFFENDI
      WASPADA ONLINE

      MEDAN -  Presiden PKS Ir. Tifatul Simbering menyebutkan, dengan munculnya 
Jusuf Kalla sebagai calon Presiden (Capres) semakin menguatkan keberadaan 
capres tertentu jika berdampingan dengan  PKS.

       "Kesimpulannya, dari tiga calon yang kuat yakni SBY, JK dan Mega, ke 
manapun PKS menempel pasti akan semakin kuat," tegas Sembiring didampingi ketua 
pelaksana PKS Sumut Ustadz Mustafa Ismail, Ketua Dewan Syuro Ustadz Fahmi, 
Ikhrima Hamidy, Ketua PKS Medan Area Mohd. Sazali dan Humas Zulfan Iskandar 
serta sejumlah kader di Medan, tadi pagi.

      Menurut Sembiring, dengan munculnya JK paling tidak ada tiga Capres yang 
menguat yakni; Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Megawati 
Soekarnoputri. Ini artinya berimbang dan Partai Demokrat (PD) harus bekerja 
keras dan serius. Sebab, selama ini dalam tanda petik PD memerlukan Partai 
Golkar untuk itu ikut bersama SBY.

      Kesimpulannya, dari tiga capres itu, kemana pun PKS menempel pastikuat. 
Jika PKS nempel ke SBY dia akan semakin kuat, begitu juga ke JK atau Megwati. 

      Menurut Sembiring, dari hasil surve menunjukkan bahwa SBY berada pada 
nomor urut pertama dan kedua adalah Megawati. Dalam hal ini, PKS mencari 
peluang menang bukan untuk kalah.

      Sedang untuk tingkat calon Wapres dari hasil serve saat ini yang paling 
tingi adalah Hidayat Nur Wahid. Justru, jika terjadi koalisi PKS akan melihat 
dulu koalisi semacam apa yang akan dibangun. Sebab koalisi tahun 2004 sama 
sekali tidak jelas. Yang memenangkan SBY-JK empat partai yakni; PD, PKS, PBB, 
PKPI namun setelah menang semua menempel. "Ironisnya yang tak berkeringat pun  
mendapat jatah bahkan lebih banyak," tegas Sembiring.

      Bagi PKS dalam koalisi bukan semata-mata mencari kedudukan di kabinet, 
tetapi yang penting bagaimana perencanaan dalam membangun negeri ini. 

      PKS, lanjut Sembiring, mengusulkan calon Presiden maksimal berusia balita 
(bawah lima puluh tahun). Dalam kaitan ini SBY sudah menyatakan ingin 
berpasangan dengan yang muda-muda sedang usia Hidayat baru 48 tahun. 

      Hal yang menarik bagi beberapa calon Presiden  kali ini adalah merupakan 
kesempatan terakhir, karena jika ingin maju lagi tahun 2013 usia mereka sudah 
terlalu tua.

      Sembiring juga menyatakan sependapat kalau para calon Presiden yang 
muncul tahun 2009 ini mereka yang belum pernah tampil, namun persoalannya 
sejauh ini tidak ada yang kuat. "Tidak ada calon muda yang kuat," tegas 
Sembiring lagi.

      Optimalkan kader
      PKS akan lebih mengoptimalkan peranan kader yang saat secara nasional 
tercatat 823 ribu. Sedang untuk serangan udara diambil alih oleh pusat seperti 
opini dengan membuat iklan kontroversial yang ditayangkan dua hari dibicarakan 
dua pekan.

      Sembiring tidak membantah bahwa ada rasa  ketakutan para elit politik 
partai tertentu, sehingga ketika PKS melakukan aksi menentang kezaliman Israel 
terhadap rakyat Palestina, dituduh kampanye. Namun, dengan keluarnya SP3 semua 
sudah menjadi jelas tidak ada unsur kampanye di dalamnya.

      Khusus untuk Dapem I Sumut, pada Pmilu 2009 ini PKS menargetkan empat 
dari 10 kursi yang diperbutkan. Pemilu 2004, suara PKS cukup besar di Sumut I. 
"PKS tidak punya persiapan khusus, ke Ponari saya tidak datang, wangsit-wangsit 
tidak ada. Sudah tau siapa calon Presiden datang ke Ponari (dukun cilik-red), 
itu yang menarik. Sudah ada calon Presiden yang dating ke Ponari," kata 
Sembiring 

Kirim email ke