Refleksi: Rupiah melemah, cicilan utang luar negeri bengkak, jutaan hidup 
dibawah garis kemiskinan, tidak ada lapangan kerja, expor menurun, jadi quo 
vadis NKRI?

http://www.pos-kupang.com/index.php?speak=i&content=file_detail&jenis=26&idnya=20441&detailnya=1


Rupiah Melemah, Cicilan Utang Luar Negeri Bengkak 


JAKARTA, PK - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) 
menilai cicilan utang luar negeri berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) 
yang harus disetor pemerintah tahun ini akan membengkak, seiring pelemahan 
nilai tukar rupiah. Cicilan utang utang pokok dan bunga pinjaman bisa naik 
menjadi USD100 triliun dari normalnya USD70 triliun.

"Itu yang mengerikan karena berarti jumlahnya 10% dari total Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009," ujar Direktur Eksekutif Indef Ahmad 
Erani Yustika saat dihubungi, Minggu (22/2/2009).

Perhitungan peningkatan sekitar USD30 triliun tersebut dari selisih asumsi 
nilai tukar rupiah dalam APBN 2009, yakni Rp11.000/USD dengan realisasi 
belakangan ini di kisaran Rp12.000/USD.

Erani mengatakan, pelemahan rupiah selalu berdampak pada semua hal yang 
berkaitan dengan perdagangan internasional, khususnya impor karena biaya 
produksi akan naik. Sementara dari sisi ekspor dampaknya positif. "Harga barang 
ekspor kita menjadi lebih kompetitif," kata dia.

Namun, lanjut Erani, harga-harga murah saat ini menjadi percuma karena 
permintaan pasar global sedang lesu. Akibatnya, barang-barang ekspor tetap saja 
tidak terserap maksimal. (okezone

Kirim email ke