Pakistan minta bantuan Amerika untuk memulangkan kira-kira 640 warga Pakistan 
yang ditahan di Afghanistan karena ikut membantu kelompok Taliban dulu. 
Pakistan telah membantu Amerika Serikat dng memberikan daerahnya sebagai 
pangkalan militer Sekutu.
Padahal banyak warganya yang berjuang ikut membantu taliban di Afghanistan.
Bagaimana negara tega berhadapan dng rakyatnya hanya karena ingin mendapatkan 
bantuan dari AS, yang dpt mendongkrak PDBnya.
Apakah cara ini cara islami???
wassallam

 

________________________________
From: Sunny <am...@tele2.se>
To: zamanku@yahoogroups.com
Sent: Sunday, February 22, 2009 6:11:19 PM
Subject: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !


Nama resmi dari Pakistan adalah The Islamic Republic of Pakistan, jadi dasar 
negara adalah Syarat Islam. Ini contoh "kemajuannya" seperti diberitakan 
sebagai berikut: 
 
http://www.atimes. com/atimes/ South_Asia/ KB20Df01. html
 
Feb 20, 2009
 
"The poverty rate has jumped to 37.5% from 23.9% during the past three years. 
More than 64 million people, out of a 160-million population, were living below 
the poverty line in 2008, as against 35.5 million people in 2005, according to 
the Planning Commission of Pakistan. "


----- Original Message ----- 
From: djoko pranyoto 
To: zama...@yahoogroups .com 
Sent: Sunday, February 22, 2009 10:02 AM
Subject: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !

apa yang dibanggakan dengan pakistan, yang mendapatkan dana pinjaman dari 
amerika serikat???
sehingga negaranya dijadikan pangkalan militer amerika saat amerika menyerang 
afghanistan? ????
wassallam

 



________________________________
From: Sunny <am...@tele2. se>
To: zama...@yahoogroups .com
Sent: Sunday, February 22, 2009 5:48:48 AM
Subject: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !


Sudah lihat bagaimana kemajuan di negeri Islamic Republic of Pakistan?
 
 
----- Original Message ----- 
From: kamal mustakmal 
To: zama...@yahoogroups .com 
Sent: Saturday, February 21, 2009 1:43 PM
Subject: Re: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !

Menjalankan Syariat Islam bagi umatnya tidak membutuh restu dari negara 
Sekuler, juga tidak akan berkiblat ke Arab saudi yang merupakan sekutu terbesar 
dan terkuat US di Timur Tengah.  

Umat Muslim diseluruh dunia saat ini sedang menunggu sistem ke 
khalifahan berdiri kembali. Apapun dan bagaimanapun caranya, harus 
diperjuangkan. Maka sayapun termasuk orang yang sedang menunggu datang dan 
berdirinya sistem pemerintahan yang Islami.



Salam,



--- On Sat, 2/21/09, Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com> wrote:


From: Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com>
Subject: [zamanku] Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !
To: zama...@yahoogroups .com
Date: Saturday, February 21, 2009, 5:16 PM


Cita2 Syariah Islam = Menghancurkan Kebangsaan !

Utusan Obama, Hillary Clinton menegaskan bahwa yang didukung Amerika
itu bukanlah Indonesia sebagai negara Pancasila, melainkan Indonesia
sebagai negara Islam terbesar didunia yang berkiblat kepada Arab
Saudia sebagai Caliph.

> "BDG KUSUMO" <bdgkus...@. ..> wrote:
> "Kebaikan" nya Orba Soeharto tampak pada
> keamburadulan multidimensi yang masih akan
> lama menerpa RI. Pemimpin kuat dengan tim
> yang bersama jelas berkiblat pada rakyat
> dan dukungan solid di DPR RI hanya mungkin
> timbul pada organisasi (parpol) kebangsaan
> dan kerakyatan yang berbekal Pancasila
> 1 Juni 1945, yaitu PDI Perjuangan.

Kenyataannya rakyat yang mendukung Syariah Islam berkiblat menentang
ide kebangsaan karena Islam tidak mengenal batas negara. Wajar kalo
pemimpin mau dukungan kuat juga harus solid jelas kepada Syariah
Islam. Semua partai2 Kebangsaan sudah diracuni Syariah Islam sehingga
untuk mendapatkan dukungan rakyatnya partai2 kebangsaan ini harus
melupakan kebangsaannya menggantikan dengan Syariah Allah.

Betul, mayoritas rakyat Indonesia menolak Syariah Islam, oleh karena
itu para pendukung Syariah Islam harus menyusup menguasai partai2
kebangsaan sehingga dalam legislative wakil2 partai kebangsaan ini
bisa lebih menyuarakan suara Syariah secara mayoritas.

Kenyataannya para pendukung Syariah Islam lebih berhasil, ini terlihat
bahwa semua wakil2 dari partai2 kebangsaan bukan menyuarakan
kebangsaan melainkan menyuarakan cita2 Syariah Islam dan memusnahkan
kebangsaan. Sesama bangsa boleh diusir, boleh dirampok, boleh dibunuh
apabila mereka bertentangan dengan aqidah Islam dari Arab Saudia. 
Begitulah nasib bangsa Indonesia yang beraliran Islam dari aqidah
Ahmadiah yang berasal dari Pakistant. Mereka diusir dari tanah air
mereka sendiri dan entah harus tinggal dimana lagi kalo tanah airnya
sendiri menolak diri mereka atas dasar Syariah Islam. Padahal kalo
memang berdasarkan kebangsaan, tentunya akan lebih membela bangsanya
apapun agamanya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

 





      

Kirim email ke