Ajaran Agama Merusak Hukum Dan Pengetahuan Umum Masyarakat !
                                                      
Seharusnya masyarakat memahami hukum yang berlaku, tapi ternyata
hampir seluruh lapisan masyarakat cuma dirasuk agamanya tanpa memahami
hukum yang berlaku hingga lebih banyak pelanggaran hukum yang terjadi
yang tidak dianggapnya melanggar.  Malah yang mau menegakkan hukum
dituduhnya melanggar.

Demikianlah contoh dari penulis dibawah ini, dia menyalahkan petugas
Puskesmas yang menolak korban pemerkosaan padahal sikap menyalahkan,
menuduh, dan memfitnah orang yang justru sebenarnya berada dijalan
yang benar cuma gara2 dirinya sendiri saja yang salah mengerti, salah
memahami, kurang pengetahuan, dan terlalu banyak diracuni dengan
ajaran2 Islam yang sebenarnya sesat.. sebenarnya ini juga merupakan dosa.


> A Nizami <nizam...@...> wrote:
> Assalamu'alaikum wr wb,
> Devi, seorang perempuan dibius dan
> diperkosa. Namun Puskesmas Pamulang
> menolak menerima dengan alasan bukan
> warga setempat. Polisi juga tidak
> memeriksa karena berpendapat korban
> masih pingsan.

> "Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan
> manusia lalu menghindar (mengelak)
> melayani kaum lemah dan orang yang
> membutuhkannya maka Allah tidak akan
> mengindahkannya pada hari kiamat.
> (HR. Ahmad)"
>

Rusaknya negara ini memang gara2 ajaran Islam yang biadab itu,
contohnya kayak anda inilah.  Jelas anda itu buta hukum, tidak punya
pengetahuan umum yang paling dasar.  Modal anda cuma Quran yang enggak
bisa digunakan lagi dizaman sekarang.

Korban perkosaan bukan tempatnya dibawa ke Puskesman, mereka justru
memang harus menolaknya, malah kalo menerimanya justru melanggar hukum
yang berlaku.

Puskesmas bukanlah Rumah sakit, jarang ada dokter di Puskesmas,
kalopun ada dokternya maka dokternya bukanlah ahli forensik yang
berwenang menangani korban2 pemerkosaan.

Oleh karena itu, setiap korban pemerkosaan harus dibawa kekantor
polisi bukan ke Puskesmas.  Tidak semua polisi yang boleh
menanganinya, polisi2 kelas rendah hanyalah ber-jaga2 saja.

Korban perkosaan harus dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan Visum et
Repertum dari dokter ahli Forensic.  Itupun sang dokter harus
menolaknya kalo korbannya tidak diantar oleh polisi yang paling rendah
berpangkat ajun inspektur.  Juga bisa dengan membawa surat pengantar
dari kepolisian yang ditanda tangani paling sedikit oleh polisi
berpangkat ajun inspektur yang kira2 sama dengan pangkat Mayor.

Demikianlah prosedur hukum yang berlaku bukan cuma di Indonesia tetapi
juga berlaku diseluruh dunia.  Jadi jangan cari2 dalam Syariah Islam
bagaimana seharusnya menangani korban pemerkosaan.

Jadi sekali lagi saya katakan disini, kegoblokan anda adalah karena
otak anda diracuni Syariah biadab.  Dan kesalahan yang paling fatal
adalah anda memfitnah ke Puskesmas, memfitnah polisi, bayangin apa
hukuman Allah untuk perbuatan anda.  Anda menyalahkan pihak2 yang
benar yang bertindak diatas roda hukum.  Orang yang benar anda
salahkan dan anda fitnah dan itu lebih jahat dari pembunuhan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke