bagi islam hal hal yang anda sebutkan semua itu tidaklah penting. yang penting 
aulloh tidak berbentuk, dari zat dan duduk dikursi diatas air sambil menyiapkan 
72 bidadari perawan abadi. Dan nabi junjungan harus diterima apa adanya, karena 
semua muslim harus jadi saksi atas kenabiannya, mau dia perampok, pedophil, 
pembunuh..nggak peduli...sekali nabi ya nabi....ajarannya juga harus diterima 
apa adanya, dan harus dipertahankan seperti jaman nabi...yang penting seperti 
nabi lah...makanya, kalo ngomongin ajaran, islam akan mengalihkan ke sosok 
aullohnya itu...ajarannya kan katanya lengkap, mau jadi toleran dan 
bermanusiawi, ada...mau jadi penjahat, garong tukang perkosa dan pembunuh, juga 
ada...komplit... 
 
 
============
Re: Bijbel itu Bukanlah Cuma Ajaran Yesus 
Posted by: "gkrantau" gkran...@yahoo.com   gkrantau 
Tue Feb 24, 2009 5:23 am (PST) 
KANG TAWANG dan sebagian besar umat Islam itu aneh: mrk selalu
membicarakan hal12 yg tidak penting dan melupakan yg mustahak ato yg
penting. Seharusnya kalo orang berbicara ttg ajaran lebih2 ajaran agama
semestinya yg dipertanyakan ialah:

#1 APAKAH AJARAN AGAMA ITU BAIK;

#2 Apakah nabi-rasul-pencetus agama itu orang yg baik - yg tidak pernah
dusta, tidak pernah ngerampok, tidak pernah nyuruh bunuh orang, yg tidak
mesum, yg tidak meminta 20% dari rampasan perang termasuk anak2 dan
perempuan, yg tidak mengajarkan perbudakan dan pelecehan thdp kaum
perempuan, dst, dan

#3 Apakah penganut agama tsb menjadi orang2 yg baik, menghormati orang
laen, tidak suka ngerochin, ngerampok dan ngebunuh orang yg tidak
sealiran atopun yg tidak seagama.

#4 Apakah terbukti di lapangan (jangan dlm nostalgia, lho!) bhw ajaran
agama itu membawa sejahtera kpd umatnya, atokah kebalikannya bhw ajaran
agama itu membawa celaka, kemiskinan, tahayul, keterbelakangan dan
fanatisme doang?

Soal apakah ajarannya turun nomplok dari sorga sekali gus ato dicicil
spt indent mobil, ato dikarang oleh nabinya, itu tidak sepenting 4
points di atas. Kalo ajarannya gebleg, misalnya membenarkan pembunuhan
orang yg murtad, yg memusuhi orang laen yg tidak seiman, menghalalkan
pelecehan thdp kaum perempuan, yg mengijinkan kawin kontrak (pelacuran
yg diberkati agama), dan kedebilan2 laen, maka segala ritual, tradisi,
omongan mengenai superiority umatnya - kesemuanya itu adalah tidak ada
gunanya, MUBAZIR. Begitu juga sanad yg di-agung2kan tidak ada artinya
kalo isi yg disampekan itu jahat, dusta dan sekedar dipake untuk
nakut2in pengikutnya yg lugu dan tidak bermanfaat bagi manusia!

Ingat hadist itu dikumpulkan 200 taon sesudah nabi junjungan meninggal
dunia dan orang2 yg dianggap sbg nara sumber juga sudah paeh sadayana!
Imam Bukhari yg mengumpulkan begitu banyak hadist terbukti menolak 3
kali jumlah kumpulannya krn mnrt beliau yg se-abreg2 itu berisi dusta
belaka!

So, pertanyakan kpd diri anda secara jujur point2 di atas.

Gabriela Rantau

--- In zama...@yahoogroups .com, "tawangalun" <tawangalun@ ...> wrote:
>
>
> --- In prole...@yahoogroup s.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@ >
> wrote:
> Saya jawab ini saja:
> Bukti bahwa Quran tidak turun makbreg bisa dilihat setiap surat selalu
> ada keterangan termasuk surat Makiyah (turun di Makah) opo surat
> Madaniyah (turun di Madinah).
> Isi surat Makiyah umumnya pendek2 dan berisi ttg Tauhid,sedangkan
> surat yang turun di Madinah umumnya panjang2 dan berisi Hukum2.
> Kesua hanya di Islam yang dikenal adanya sanad.
> Setiap hadis pasti disebutkan diriwayatkan oleh si A,dari B dari C
> dari D dan dari Rasul.
> Mengapa kok pakai sanad? karena saking hati2nya.
> Coba tanyanen wong Katolik itu dari siapa dia dapet kok sembahyangnya
> ndemok jidat,hidung lalu dada sambil gumam Hyang Romo Hyang Putro
> Hyang Roh Suci nanti kan glagepan,sebab mereka tahu Yesus gak begitu.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>



      

Kirim email ke