Hehehehe....................
Kang Hafsah....yo mbok kamu itu jangan ngawur jawabnya
memangnya puskesmas mana yang kagak ada dokternya???
di Pedalaman Papua ya???.......
Ini di Pamulang..kamu tau kan?? hehehe
Memang, bukan pamulang yang deketnya Jakarta ya???
Semakin ngawur, kamu semakin menunjukkan kebodohanmu saja......hahaha


Pada 24 Februari 2009 16:06, Hafsah Salim <muskitaw...@yahoo.com> menulis:

>   Ajaran Agama Merusak Hukum Dan Pengetahuan Umum Masyarakat !
>
> Seharusnya masyarakat memahami hukum yang berlaku, tapi ternyata
> hampir seluruh lapisan masyarakat cuma dirasuk agamanya tanpa memahami
> hukum yang berlaku hingga lebih banyak pelanggaran hukum yang terjadi
> yang tidak dianggapnya melanggar. Malah yang mau menegakkan hukum
> dituduhnya melanggar.
>
> Demikianlah contoh dari penulis dibawah ini, dia menyalahkan petugas
> Puskesmas yang menolak korban pemerkosaan padahal sikap menyalahkan,
> menuduh, dan memfitnah orang yang justru sebenarnya berada dijalan
> yang benar cuma gara2 dirinya sendiri saja yang salah mengerti, salah
> memahami, kurang pengetahuan, dan terlalu banyak diracuni dengan
> ajaran2 Islam yang sebenarnya sesat.. sebenarnya ini juga merupakan dosa.
>
> > A Nizami <nizam...@...> wrote:
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> > Devi, seorang perempuan dibius dan
> > diperkosa. Namun Puskesmas Pamulang
> > menolak menerima dengan alasan bukan
> > warga setempat. Polisi juga tidak
> > memeriksa karena berpendapat korban
> > masih pingsan.
>
> > "Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan
> > manusia lalu menghindar (mengelak)
> > melayani kaum lemah dan orang yang
> > membutuhkannya maka Allah tidak akan
> > mengindahkannya pada hari kiamat.
> > (HR. Ahmad)"
> >
>
> Rusaknya negara ini memang gara2 ajaran Islam yang biadab itu,
> contohnya kayak anda inilah. Jelas anda itu buta hukum, tidak punya
> pengetahuan umum yang paling dasar. Modal anda cuma Quran yang enggak
> bisa digunakan lagi dizaman sekarang.
>
> Korban perkosaan bukan tempatnya dibawa ke Puskesman, mereka justru
> memang harus menolaknya, malah kalo menerimanya justru melanggar hukum
> yang berlaku.
>
> Puskesmas bukanlah Rumah sakit, jarang ada dokter di Puskesmas,
> kalopun ada dokternya maka dokternya bukanlah ahli forensik yang
> berwenang menangani korban2 pemerkosaan.
>
> Oleh karena itu, setiap korban pemerkosaan harus dibawa kekantor
> polisi bukan ke Puskesmas. Tidak semua polisi yang boleh
> menanganinya, polisi2 kelas rendah hanyalah ber-jaga2 saja.
>
> Korban perkosaan harus dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan Visum et
> Repertum dari dokter ahli Forensic. Itupun sang dokter harus
> menolaknya kalo korbannya tidak diantar oleh polisi yang paling rendah
> berpangkat ajun inspektur. Juga bisa dengan membawa surat pengantar
> dari kepolisian yang ditanda tangani paling sedikit oleh polisi
> berpangkat ajun inspektur yang kira2 sama dengan pangkat Mayor.
>
> Demikianlah prosedur hukum yang berlaku bukan cuma di Indonesia tetapi
> juga berlaku diseluruh dunia. Jadi jangan cari2 dalam Syariah Islam
> bagaimana seharusnya menangani korban pemerkosaan.
>
> Jadi sekali lagi saya katakan disini, kegoblokan anda adalah karena
> otak anda diracuni Syariah biadab. Dan kesalahan yang paling fatal
> adalah anda memfitnah ke Puskesmas, memfitnah polisi, bayangin apa
> hukuman Allah untuk perbuatan anda. Anda menyalahkan pihak2 yang
> benar yang bertindak diatas roda hukum. Orang yang benar anda
> salahkan dan anda fitnah dan itu lebih jahat dari pembunuhan.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>  
>

Kirim email ke