Kitab Suci Kancil Mencuri
Ketimun<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/02/kitab-suci-kancil-mencuri-ketimun.html>
------------------------------
Coba kita perhatikan sloka [syair] kisah kancil di bawah ini:

*Sikancil anak nakal
suka mencuri ketimun
ayo lekas dikurung
jangan di beri ampun*

Dongeng [Dongeng dalam bahasa sanskrit: Purana] ini di karang oleh maharesi
wanita yang bernama Sud, isinya memang 4 baris saja, namun sarat makna.
[Resi dalam bahasa sanskrit: Penyair, melihat, bergerak]
 ------------------------------


*mengapa ini dapat diklasifikasikan sebagai Dongeng?*

<http://2.bp.blogspot.com/_LIUemvFprxs/SaV2AWzRjYI/AAAAAAAABFc/dppuLGtXBsU/s1600-h/kancil2.jpg>Kancil
atau pelanduk, termasuk binatang pemakan sayuran terkecil..perutnya juga
kecil..sehingga ia tidak akan makan ketimun..namun memakan sesuatu yang
mudah dicerna. Ia mencari makan dengan mengandalkan penciuman dan mata.

kancil bukan binatang nekat..ia sangat berhati-hati dan termasuk bagian
rantai makanan kegemaran para pemakan daging

Jadi, tidak benar jika kancil adalah binatang nekad dan pemakan ketimun.

*Moral of the story:*

Kalau ingin sukses harus cerdik seperti kancil namun setiap trik dan treat
di wahyu suci kancil mencuri ketimun merupakan pilihan tindakan.

Kalau mau sukses Bekerja keraslah, jangan ambil harta orang lain, bagi yang
berpunya pastikan ia menjaganya jangan sampai pihak lain menjadi tergoda
untuk berbuat jahat dan satu pesan tersirat lainnya adalah kalau berani kaya
maka harus berani susah

Coba kalo si petani menyadari berapa besar perut si kancil, dibandingkan
dengan hasil panennya..jika Pak Tani mau memberikan bagian kecil dari
ladangnya untuk yang tidak punya maka bukan hanya menyelamatkan pikiran
namun juga membuat semua pihak saling menjaga! Pikiran pak petani akan
menjadi lebih tenang dan tidak lagi mengurusi hal-hal sepele

Jadi, hendaknya manusia melakukan pekerjaan yang berguna, yaitu yang dapat
memberikan makan banyak orang.

Pencurian terjadi kerena ketidakadilan. Misal saja petani itu berkenan
menyisihkan ketimunnya sedikit diluar pagar..maka tidak banyak kerugian yang
terjadi, misalnya Ia tidak perlu sewa penjaga, saat "sikancil" datang, ia
tidak sampai menginjak2 tanaman [pada sistem tumpang sari misalnya]..

Jadi, hendaknya manusia saling mengajarkan manfaat untuk bersedekah
[sanskrit berdana punia]

Bagian dari orang yang tidak mau kerja keras adalah bermimpi dan
menyia-nyiakan potensi otaknya untuk ketenangan dan malahan lebih sibuk
mengasah otak untuk curang..

Jadi, hendalah manusia gemar bekerja keras. bejerja membuat diri menjadi
lebih tenang dalam hidup itu lebih baik daripada menjadi orang egois,
mengambil hak orang dan mengeksploitasi pikiran kearah negatif

Ada bagian penting yang ingin di share pengarang sloka ini yaitu bag mereka
yang melakukan tindakan hendaklah diberikan hukuman dan jangan di beri
ampun, ini merupakan tindakan tertib hukum dan penegakan hukum

<http://4.bp.blogspot.com/_LIUemvFprxs/SaV125iNXHI/AAAAAAAABFU/EBq45TNTxbI/s1600-h/kancil.jpg>Mari
kita coba melirik sekilas pada kisah kancil dan Buaya. Kisah ini memberi
pesan bahwa manusia hendaknya mempunyai usaha/tekad/kemauan, berusaha untuk
lebih mengenali medan, memahami dengan baik karakter rekan...Bedakan dengan
kisah tipu menipu, karena porsi kancil dan buaya hanyalah mengikuti apa yang
tercantum pada piramida dasar teori kepuasa Maslow, yaitu bertingkat dimulai
dengan memenuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu. Mereka yang mempunyai
amunisi yang lebih sedikit hendaknya berbuat lebih pintar dalam melihat
medan dan tidak gemar memusihi yang besar, mengetahui kapan harus bertindak
dan juga tegas, ketika mereka di tipu maka janganlah di beri ampun.

Waspada merupakan esensi utama dari kitab suci ini.

Untuk kalangan pebisnis, Perlu mewaspadai munculnya moment yang tepat.
Moment ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan jika mendapatkan
keuntungan maka segera mundur/pergi/jual..kata 'suka' pada sloka diatas
artinya adalah kerap kali atau berulang-ulang..Perilaku ini hendaknya
dilakukan berulang-ulang dan tidak pada satu sesi yang sama.

Ini mengajarkan kita agar lebih mampu berpuas diri..menikmati hasil sedikit
yang resikonya lebih kecil..Tidak mudah tergiur dengan harapan mendapatkan
keuntungan besar [Kasus Koperasi Karang Asem Membangun..yang mengambil
korban ratusan orang dan ratusan Miliyard uang raib tak tentu rimbanya di
Bali]

Nah, dongeng ini di sampaikan untuk mereka yang sulit mencerna
peraturan-peraturan tingkat tinggi..untuk menjembatani agar pesan moral ini
sampai pada khalayak maka diciptakanlah dongeng

Cilakanya sekarang ini moral cerita sudah tidak tercapai malah berlaku
anggapan keliru yaitu Kancil adalah binatang nekad dan senang makan ketimun

*Anda tidak percaya?*

Coba tanyakan pada orang yang berusia 20 tahun keatas...makanan kancil apa?
jawabannya adalah ketimun.

Itulah akibat terlalu percaya pada dongeng.

[Mengenang masa-masa SD, ketika Bu Guru meminta kami menuliskan
perbuatan-perbuatan baik dan buruk yang ada di cerita-cerita apa saja]

------------------------------
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2009/02/kitab-suci-kancil-mencuri-ketimun.html

Kirim email ke