http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2009/02/26/brk,20090226-162273,id.html


Surat Utang Global Indonesia Dinilai Masih 'Seksi' 

Kamis, 26 Februari 2009 | 21:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada Toni 
Prasetyantono menilai penerbitan surat utang global (global bond) masih bisa 
menarik investor. "Masih menarik, saya dengar malah sudah ada penawaran US$ 4,5 
miliar," ujar Toni melalui pesan pendeknya kepada Tempo, Kamis (26/2).

Menurut Toni, penerbitan obligasi atau surat utang tersebut masih menarik 
meskipun beban utang luar negeri Indonesia sudah besar. Apalagi jika ditambah 
penerbitan surat utang global ini. Namun dalam situasi krisis seperti sekarang, 
pemerintah tidak punya banyak pilihan. 

Penerbitan global bond, kata dia, akan menghasilkan banyak devisa dan bisa 
memperkuat devisa dan selanjutnya bisa memperkuat rupiah. "Ini hal yang urgen 
dilakukan sekarang karena rupiah cenderung lemah," ujarnya. 

Seperti diketahui pemerintah menerbitkan surat utang global dengan bunga 
berkisar antara 10,25 hingga 10,75 persen. Harapannya dengan obligasi ini 
pemerintah bisa mendapatkan dana yang bisa memperkuat cadangan devisa di dalam 
negeri. 

Namun dia juga mengingatkan agar pada tahun mendatang dan sesudahnya pemerintah 
lebih memprioritaskan obligasi atau utang domestik. Alasannya asumsi ekonomi 
pada 2010 lebih membaik sehingga penerbitan surat utang global bisa lebih 
dikurangi. 

"Tahun ini bolehlah karena kondisi darurat, agar beban pemerintah tidak semakin 
berat," ungkapnya. Pemerintah juga diharapkan bisa memperbanyak porsi utang 
domestik sehingga tidak berpotensi menyebabkan tekanan external balance dan 
tekanan cadangan devisa di masa mendatang. 

DIAN YULIASTUTI

Kirim email ke