http://majalah.tempointeraktif.com:80/id/arsip/2009/02/23/PT/mbm.20090223.PT129602.id.html

01/XXXVIII 23 Februari 2009

Taufiq Ismail-J.J. Kusni
Dendam Damai

DUA orang itu kini sudah berusia lanjut. Taufiq Ismail, kini 73 tahun, J.J. 
Kusni, 68 tahun. Dulu, mereka berada di dua kelompok sastrawan yang 
berseberangan. Taufiq Ismail penanda tangan Manifesto Kebudayaan, sedangkan 
Kusni anggota Lekra alias Lembaga Kebudayaan Rakyat yang dekat dengan PKI. Di 
masa lalu, serang-menyerang di antara kedua kelompok itu berlangsung sengit. 

Rabu pekan lalu, keduanya bertemu kembali dalam diskusi di Teater Utan Kayu, 
menandai diluncurkannya buku J.J. Kusni: Menoleh Silam, Melirik Esok. Hadir 
sejumlah sastrawan sezaman dan dari generasi yang lebih muda. Mereka berdamai? 
"Kami bertikai dan berbeda pendapat puluhan tahun. Sekarang saya ikhlas 
berdamai dengan dendam masa lalu," ujar Taufiq sambil tersenyum. 

J.J. Kusni pun merasa tak pernah ada masalah dengan Manifesto Kebudayaan. "Saya 
sudah lama bergaul akrab dengan Arief Budiman, begitu pula dengan Goenawan 
Mohamad," katanya menyebut nama dua tokoh Manifesto. Perbedaan antara kedua 
kubu, menurut dia, masih diperlukan untuk memberikan warna kebudayaan dan 
kesenian Indonesia. Ya, seperti kata salah seorang peserta diskusi: Ibarat 
kaki, kanan dan kiri diperlukan untuk melangkah maju. Klop.

<<pt_taufiq1201.jpg>>

Kirim email ke