kalau mau selidiki saja lebih detil... tapi pastinya sangat berat dilakukan coz 
selain banyaknya rumor yang kadang tidak bisa dipegang validitasnya, juga 
mengulik dua institusi itu bakalan alot ??? kenapa ? ya dua2nya memang islam 
militan... 
ada juga yang pernah menyentil kalau mr. hilmi aminudin, ketua majelis syuro 
pks adalah bekas petinggi NII di asia tenggara, benar enggaknya, saya sendiri 
belum bisa menguak coz pks dan nii memiliki lembaga struktur yang sangat 
rahasia, bahkan kadernya sendiri pun banyak yang sejatinya tidak kenal sejarah 
pks itu seperti apa, bagaimana silsilahnya, siapa yang membawa ke ina, liat aja 
kader pks pasti kalau ditanya apakah pks cabang Ikhwanul MUslimin mesir ? pasti 
responnya malu2 kucing atau bahkan berusaha menutupi...padahal asupan gizi 
kadernya kan jelas dari buku2 utama hasan al bana dan sangat mengidolakan 
sayyid qutb
ya ada benarnya jika mas muhammmad amin menyetarakan pks dengan pki coz mirip 
dalam membangun organisasi, berjenjang dan rahasia

--- On Fri, 2/27/09, djoko pranyoto <djoko_prany...@yahoo.com> wrote:
From: djoko pranyoto <djoko_prany...@yahoo.com>
Subject: [zamanku] PKS=NII???
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Friday, February 27, 2009, 3:07 AM











    
            
Ini saya ada ketemu artikel di website. 
   
Bener gak ya ???? 
   
------------ --------- --------- --------- --------- --------- - 
   
*"SINAR" BARU NII - NEGARA ISLAM INDONESIA * 
   
*PARTAI KEADILAN SEJAHTERA * 
   
V I S I 
   
VISI UMUM : 
"SEBAGAI PARTAI DA'WAH PENEGAK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN DALAM BINGKAI 
PERSATUAN UMMAT DAN BANGSA 
   
VISI KHUSUS : 
PARTAI BERPENGARUH BAIK SECARA KEKUATAN POLITIK, PARTISIPASI, MAUPUN OPINI 
DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA YANG MADANI. 
   
Visi ini akan mengarahkan Partai Keadilan Sejahtera sebagai : 
1. Partai da'wah yang memperjuangkan Islam sebagai solusi dalam kehidupan 
berbangsa dan bernegara. 
2. Kekuatan transformatif dari nilai dan ajaran Islam di dalam proses 
pembangunan kembali umat dan bangsa di berbagai bidang. 
3. Kekuatan yang mempelopori dan menggalang kerjasama dengan berbagai 
kekuatan yang secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam yang 
rahmatan lil alamin. 
4. Akselerator bagi perwujudan masyarakat madani di Indonesia. 
   
M I S I 
1. Menyebarluaskan da'wah Islam dan mencetak kader-kadernya sebagai anashir 
taghyir. 
2. Mengembangkan institusi-institusi kemasyarakatan yang Islami di berbagai 
bidang sebagai markaz taghyir dan pusat solusi. 
3. Membangun opini umum yang Islami dan iklim yang mendukung bagi penerapan 
ajaran Islam yang solutif dan membawa rahmat. 
4. Membangun kesadaran politik masyarakat, melakukan pembelaan, pelayanan 
dan pemberdayaan hak-hak kewarganegaraannya. 
5. Menegakkan amar ma'ruf nahi munkar terhadap kekuasaan secara konsisten 
dan kontinyu dalam bingkai hukum dan etika Islam. 
6. Secara aktif melakukan komunikasi, silaturahim, kerjasama dan ishlah 
dengan berbagai unsur atau kalangan umat Islam untuk terwujudnya ukhuwah 
Islamiyah dan wihdatul-ummah, dan dengan berbagai komponen bangsa lainnya 
untuk memperkokoh kebersamaan dalam merealisir agenda reformasi. 
7. Ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak 
kedhaliman khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. 
   
KESAMAAN PEMIKIRAN NII DAN PKS 
   
I. Sama-sama memiliki tujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. PKS 
menggunakan metode yang sama dengan NII dalam rangka mencapai tujuan 
tersebut. Metode yang dimaksud yaitu: 
1. Berusaha mencapai kekuasaan dengan waktu secepat-cepatnya dengan 
menggunakan berbagai macam alasan dan cara untuk memasuki dunia politik 
(eksekutif dan legislatif). 
2. Menerapkan fa'i / ghanimah yang dianggap HALAL dalam aktivitas politik. 
adanya mahar politik, misal. pada pilpres dan pilkadal jakarta. Jadi harta 
dari manapun, baik dari koruptor, penjahat, maling, dsb dianggap halal 
karena merupakan fa'i. makanya jangan heran timbul anismisme (AM). (pokonya, 
"jangan tanya uangnya dari mana"). Contoh; pembangunan gedung DPP dari uang 
CT yg merupakan Obligor BLBI bermasalah. fa'i ini juga ada di NII. 
3. Sama-sama menyingkirkan orang yg tidak sepaham dengan KETUA. Ini 
merupakan cara NII paling busuk. kalau di NII, orang yang tidak sepaham 
dengan pemimpin dianggap murtad. 
4. Sekarang masih pada periode mekkah, belum periode madinah. jadi belum 
wajib menegakkan syariat islam. ini merupakan kesamaan NII dengan PKS. 
statement mahfuz sidiq terakhir (Pncasila dan UUD sdh FINAL) jg mendukung 
statement ini. 
5. PKS pasti tahu bahwa mereka mereka tiap bulannya membayar IWB (infaq 
wajib bulanan), IWP (infaq wajib Personal), Zakat Maal, Zakat Profesi, Infaq 
Dunia Islam dst. Uang-uang tsb akan mengalir ke DPP (Bendahara). Anda 
bayangkan saja, misal ada 200.000 KI di PKS yang masing-masing orang tiap 
bulan membayar IWB, IWP, Zakat Profesi, dsb. Rata-rata sebesar 100.000 dan 
50% untuk DPP maka akan ada uang sebanyak 10 Milyar tiap bulan untuk DPP. 
Katakanlah buat operasional DPP 5 Milyar/bulan. Maka sisa 5 milyar lagi 
kemana? intinya metode ini sama dengan yang digunakan NII. Dan yang paling 
penting, keuangan DPP tidak transparan dan tidak diaudit. Jadi sangat-sangat 
mungkin terjadi korupsi untuk kepentingan pribadi. Bisa beli alphard, 
bentley, mercy, bmw, jaguar. 
6. Sama-sama menggunakan sistem sel. baik PKS maupun NII menggunakan sistem 
sel dalam pengkaderannya. dikenal, dengan halaqoh, usroh, dsb. halaqoh untuk 
kader pendukung, dan usar untuk kader inti. 
7. Sama-sama menggunakan baiat untuk menjadi kader. Yang mana baiat tersebut 
berlaku seumur hidup. PKS meng-qiyas-kan dirinya sebagai jamaatul muslimin 
dengan menggunakan baiat. Padahal PKS sebagai jamaatul minal muslimin tidak 
berhak melakukan baiat. Baiat hanya dilakukan pada jamaatul muslimin dan 
dilakukan kepada Khalifah. Jadi, baiat PKS/IM sama sekali tidak mengikat. 
karena tidak ada dasarnya di AL QURAN dan HADITS. Metode baiat juga 
digunakan di NII. untuk menjaga anggota-nya agar tidak keluar. Bagi yang 
melanggar baiat dianggap telah murtad. Doktrin ini sama baik di PKS maupun 
di NII. 
8. Sama-sama menekankan basis pengkaderan pada segmen anak muda intelek, 
kampus dan sekolah. 
9. sama-sama menganggap qiyadah sebagai amirul mukminin. 
10. peraturan di PKS: 
- Qiyadah Tidak Pernah Salah. 
- Jika Qiyadah Salah Lihat No. 1. 
sama saja mau di PKS atau di NII. Qiyadah dianggap seperti, Wali, Ulama, 
Malaikat dst. 
11. Sama-sama otoriter, membangun kultus individu, tidak membangun sistem 
yang baik dan sehat. 
   
II. Selain, keterkaitan sejarah, tokoh-tokoh NII dulu malah jadi qiyadah di 
PKS. Dulu, Jamaah ikhwan didirikan oleh 4 orang: Hilmi Aminuddin(ketua) , 
Salim segaf, Ust. Baharmus, Ust. Syakur (alm.). Sebelum dibaiat menjadi 
anggota IM, mereka terlebih dulu dibaiat menjadi anggota NII oleh HA. Jadi 
HA menciptakan IM ala Indonesia, bukan yg sesuai dengan IM Mesir. 
   
III. HA. pernah dipenjara zaman soeharto karena terlibat gerakan NII. dan 
peristiwa Tanjung Priok. tapi kemudian dibebaskan. 
   
IV. Dulu ketika, jamaah masih awal-awal berdiri tahun 1980-an, HA sudah 
bangun rumah mewah tingkat tiga di kali malang, jakarta. yang kemudian 
menjadi bahan pembicaraan ikhwah-ikhwah yang tinggal di sekitarnya. Mobilnya 
pun pada waktu itu tahun 1980-an sudah berjejer.. jadi ini bukan merupakan 
suatu hal yang baru. Ini sudah menjadi watak dan karakter HA. qiyadah macam 
apa itu? Hasan Al Banna ketika ditanya mengapa naik kereta kelas ekonomi? 
dia menjawab karena tidak ada kelas yang lebih rendah dari ekonomi. Hasan Al 
Banna pun syahid kemudian. kenapa nilai2 IM bisa berbeda 180 derajat dengan 
PKS? karena PKS (HA) lebih condong pemikirannya ke NII dibanding IM. 
penyakit lama kumat lagi. 
  


      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke