Refleksi:  Untuk menekan angka Golput semestinya dibuktikan dengan hasil 
pekerjaan selama  jabatan berlangsung.  Jadi bukan  berteriak pada saat-saat  
menjelang pemilihan umum agar dipilih lagi menjadi anggota terhormat.  Mungkin 
ada faedahnya  dilihat apa yang diutarakan pada youtube ini:   
http://www.youtube.com/watch?v=_i7L6iBJYek&feature=related 


http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=kategori&kid=12&id=Politik

      Senin, 02 Maret 2009 
     
      Tekan Angka Golput 
      Tingkatkan Kedewasaan Berpolitik

     
      Denpasar (Bali Post) -
      Menyukseskan Pemilu Legislatif Kamis (9/4) mendatang, perlu ditingkatkan 
kedewasaan berpolitik untuk meminimalisasi angka golput sekaligus meningkatkan 
suara sah. Dengan demikian partisipasi serta kepercayaan masyarakat terhadap 
hasil-hasil pemilu makin meningkat. Hal itu disampaikan Ketua Peguyuban 
Suka-Duka Catur Muka Drs. Ketut Santra, di sela-sela sosialisasi, Minggu (1/3) 
kemarin di Denpasar.

      Menurutnya, kedewasaan berpolitik diperlukan untuk meningkatkan kemajuan 
bangsa. 'Politik mesti dikelola dengan bijak. Kita tidak boleh anti-politik 
karena justru negeri ini lahir gara-gara politik dan kita sendiri,' kata suami 
Dra. Ni Nyoman Mudari sembari menyebut SDM sebagai kuncinya. Caleg DPRD Kota 
Denpasar Dapil 1 Denpasar Barat-Utara dari Demokrat No. 30 ini juga menilai 
perlu ditingkatkan minat baca masyarakat mulai dari membaca keadaan diri dan 
lingkungan melalui belajar dari kesalahan masa lampau, kesuksesan masa kini 
untuk menyongsong masa depan gemilang. Mengisi diri dengan bahan bacaan 
bermanfaat mulai dari keluarga/banjar/tempat suci. Bahkan banjar/tempat 
suci/pasraman perlu diadakan perpustakaan/koran dinding.

      'Hal inilah kita dorong supaya budaya baca meningkat untuk peningkatan 
sumber daya manusia menghasilkan produktivitas berkualitas,' kata mantan dosen 
IKIP PGRI Bali ini.

      Karena itu, tak perlu berkecil hati karena manusia diciptakan Tuhan sudah 
diberikan empat modal awal, yakni badan, pikiran, keinginan/motivasi dan 
keunikan masing-masing. 'Pikiran selalu kita isi vitamin (bahan bacaan 
bermanfaat), badan pelihara dengan baik, keinginan selalu kita arahkan untuk 
mengelola keunikan,' katanya.

      Kota Denpasar sebagai maskot budaya Bali, ke depan tampaknya perlu 
ditingkatkan identitasnya menjadi Kota Pendidikan beraklarisasi dengan Kota 
Wisata Rohani.

      Karena itu perlu regulasi bahkan penguatan produk hukum. Misi inilah akan 
dibawa oleh pimpinan Pasraman Bumi Sari Dewata Drs. Ketut Santra bila para 
pemilih Denbar-Denut memberikan kepercayaan suaranya, sehingga bisa terpilih 
sebagai anggota DPRD Kota Denpasar 2009-2014. (r/*) 

Kirim email ke