Betul saya mengakui kepintaran wong Yahudi,tapi saya heran kok dikasih 
Nabi baru dari kalangan mereka sendiri kok menolak?
Ibarat dia masih pakai aturan2 jaman mBah Harta padahal sekarang 
jamannya SBY.
Belum ada lo satu PM Israel yang Kristen dia tetap sebagai Yudea.
Alasannya saya tahu mereka berpegang pada Ulangan 18:20.Nabi palsu 
"harus mati".Pengertiannya mati disini bukan mati yang seolah olah 
hukuman.La berhubung Yahudi percoyo bahwa mati disalib itu elek maka 
Yesus gak diakui.Beruntunglah Islam yang dikandani bahwa Isa AS 
diangkat jadi bukan mati sebagai hukuman justru dimuliakan.Satu ada 
lagi yakni Paulus matinya ditebas kaisar Nero,la jelas ini Nabi palsu.
Embuh Bu Gabriel ini percoyo enggak dg Ulangan 18 tadi.

Shalom,
Tawangalun.

- In prole...@yahoogroups.com, ayub yahya <ayubyahya@> wrote:
>
> Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
>               
> 
> Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi 
>               renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan 
langsung. 
>               Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani 
housemanship 
>               dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada 
beberapa hal 
>               yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan 
tesisnya, yaitu, 
>               "Mengapa Yahudi Pintar?"
> 
> Ketika tahun kedua, akhir bulan 
>               Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk 
pulang ke 
>               California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi 
begitu 
>               pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? 
Apakah ini 
>               suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? 
> 
> Maka 
>               Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar 
untuk Anda 
>               ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. 
Karena 
>               harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
> 
> Marilah 
>               kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di 
Israel, setelah 
>               mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan 
sering 
>               menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan 
membeli buku 
>               matematika dan menyelesaikan soal bersama 
>               suami. 
> 
> Stephen sungguh heran karena temannya yang 
>               mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya 
beberapa 
>               soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen 
suka 
>               matematika. 
> 
> Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak 
>               kamu?" 
> 
> Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang 
>               masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, 
semoga ia menjadi 
>               jenius." 
> 
> Hal ini membuat Stephen tertarik untuk 
>               mengikut terus perkembangannya. 
> 
> Kembali ke matematika 
>               tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan 
latihan 
>               matematika sampai genap melahirkan.
> 
> Hal lain yang Stephen 
>               perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung 
dia suka 
>               sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. 
Tengah hari 
>               makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama 
salad yang 
>               dicampur dengan badam dan berbagai jenis 
>               kacang-kacangan. 
> 
> Menurut wanita Yahudi itu, daging 
>               ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala 
ikan 
>               mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak 
perkembangan 
>               dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah 
adat orang 
>               orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam 
kewajiban untuk 
>               ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak 
>               ikan.
> 
> Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang 
>               Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama 
saya adalah 
>               menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya 
perhatikan, 
>               mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau 
>               fillet),"
> ungkapnya.
> 
> Biasanya kalau sudah ada ikan, 
>               tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di 
satu meja. 
>               Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak 
bagus 
>               dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama 
kacang 
>               badam.
> 
> Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu 
>               sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda 
diundang ke 
>               rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. 
Menurut 
>               mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau 
roti) dahulu 
>               kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa 
>               ngantuk. 
> Akibatnya lemah dan payah untuk memahami 
>               pelajaran di sekolah.
> 
> Di Israel, merokok adalah tabu, 
>               apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan 
sekali kali 
>               merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda 
keluar dari rumah 
>               mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah 
>               mereka. 
> 
> Menurut ilmuwan di Universitas Israel, 
>               penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel 
utama pada 
>               otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, 
keturunan perokok 
>               bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu 
penemuan 
>               yang dari saintis gen dan DNA Israel. 
> 
> Perhatian 
>               Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak 
Yahudi. Mereka 
>               sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah 
buahan 
>               bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil 
minyak ikan (code 
>               oil lever). 
> 
> Dalam pengamatan Stephen, anak-anak 
>               Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga 
bahasa, 
>               Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah 
dilatih bermain 
>               piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. 
> Menurut 
>               mereka bermain musik dan memahami not dapat 
meningkatkan IQ. Sudah 
>               tentu bakal menjadikan anak pintar.
> 
> Ini menurut saintis 
>               Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. 
> 
> Tak 
>               heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
> 
> Seterusnya di 
>               kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar 
matematika berbasis 
>               perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam 
pengamatan 
>               Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, 
dalam 
>               tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! 
!" 
>               katanya. 
> 
> Segala pelajaran akan dengan mudah di 
>               tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi 
olahraga juga 
>               menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang 
diutamakan adalah 
>               memanah, menembak dan berlari. 
> Menurut teman Yahudi-nya 
>               Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak 
fokus. Disamping 
>               itu menembak bagian dari persiapan untuk membela 
>               negara.
> 
> Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi 
>               (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan 
pelajaran sains. 
>               Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek 
mereka 
>               kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap 
diteliti 
>               dengan serius. 
> Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa 
>               senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke 
jenjang lebih 
>               tinggi.
> 
> Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas 
>               ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka 
begitu agresif 
>               dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun 
diuniversitas, 
>               mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus 
>               memperaktekkanya. 
> Anda hanya akan lulus jika team Anda 
>               (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak 
$US 1 
>               juta! 
> 
> Anda terperanjat? 
> 
> Itulah 
>               kenyataannya. 
> 
> Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, 
>               melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah 
keharusan. 
>               Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan 
semalaman. Perlu 
>               proses, melewati beberapa generasi mungkin? 
> 
> Kabar 
>               lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari 
saudara kita di 
>               Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak 
Palestina. Terjawab 
>               sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 
27 Desember 
>               2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-
anak Palestina 
>               di Jalur Gaza. 
> 
> Seperti yang kita ketahui, setelah 
>               lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat 
holocaust itu sudah 
>               mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah 
darinya 
>               adalah anak-anak. 
> 
> Selain karena memang tabiat Yahudi 
>               yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah 
kebetulan 
>               belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, 
Ismali Haniya, 
>               pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak 
Palestina yang 
>               sudah hafidz al-Quran. 
> 
> Anak-anak yang sudah hafal 30 
>               juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis 
Yahudi. "Jika 
>               dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, 
bayangkan 20 
>               tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian 
pemikiran yang 
>               berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
> 
> Tidak heran 
>               jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. 
Kondisi Gaza 
>               yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan 
mereka 
>               terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada 
main Play 
>               Station atau game bagi mereka. 
> Namun kondisi itu memacu 
>               mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu 
belia. Kini, 
>               karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah 
penghafal Quran 
>               itu telah syahid.
> 
> Perang panjang dengan Yahudi akan 
>               berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma 
masalah 
>               giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi 
Indonesia. 
>               Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia 
dalam 
>               membina generasi penerus dibanding dengan negara 
>               tetangganya. 
> 
> Ambil contoh tetangga kita yang terdekat 
>               adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana 
saja, Rokok. 
>               Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang 
rokok, juga 
>               harganya sangat mahal. 
> 
> Benarkah merokok dapat 
>               melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari 
penulis, tapi 
>               kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia 
sudah menemui 
>               beberapa bukti menyokong teori ini. 
> "Lihat saja 
>               Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. 
> 
> Jika 
>               Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari 
restoran, teater, 
>               kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera 
mencium bau 
>               asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts 
>               !!! 
> 
> "Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan 
>               orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang 
dapat 
>               dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka 
dapat berbahasa 
>               selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka 
begitu sukar 
>               sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah 
kedudukan 
>               mereka di pertandingan matematika sedunia?
> 
> Apakah ini bukan 
>               akibat merokok? Anda fikirlah 
>           sendiri?"


Kirim email ke