Enggak pernah ada pengakuan dunia bahwa orang Yahudi paling pintar, atau orang 
yahudi paling cerdas.

Satu dua orang Yahudi yang pintar bukan berarti orang Yahudi yang paling 
pintar.  Terbukti, orang2 Yahudi bisa jadi pintar karena sekolah di Amerika, 
dan orang2 Amerika inilah yang mendidik bukan cuma orang Yahudi saja, juga 
orang2 Cina, Jepang, Korea, Russia, dll yang terbukti masih diatas kepintaran 
orang2 Yahudi.

Jadi me-mintar2kan orang Yahudi bukanlah berarti orang Yahudi itu pintar 
melainkan karena sekelompok umat yang menganut agama2 Timur Tengah saja yang 
berusaha membuat kitab suci dan kepercayaan mereka jadi se-olah2 benar meskipun 
sudah terbukti tidak ada benarnya sama sekali.

Ingat ya, semua sekolah publik di Amerika ini dilarang mengajarkan Bible atau 
Quran, dan larangan itu enggak main2, gurunya langsung dipecat.

Artinya kalo saja Bible atau Quran ada benarnya 1% saja, pasti tidak dilarang.  
Masalahnya kitab suci dan ajaran agama itu merusak logika murid2, padahal 
Amerika bertekad menjadikan bangsanya paling maju, paling pintar, dan paling 
hebat didunia ini.  Dan ternyata cita2 bangsa Amerika tercapai menjadi 
kenyataan dan kesemuanya ini tidak terlepas dari larangan pengajaran agama 
disekolah.  Dan untuk bisa mengalahkan negara lain, Amerika justru mengeksport 
macam2 agama kesemua negara2 berkembang didunia ini, dan hasilnya betul2 
menguntungkan Amerika.  Semua negara2 yang menjadi negara Syariah semuanya 
terkebelakang dan tergantung hidupnya kepada Amerika.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
> 
> Betul saya mengakui kepintaran wong Yahudi,tapi saya heran kok dikasih 
> Nabi baru dari kalangan mereka sendiri kok menolak?
> Ibarat dia masih pakai aturan2 jaman mBah Harta padahal sekarang 
> jamannya SBY.
> Belum ada lo satu PM Israel yang Kristen dia tetap sebagai Yudea.
> Alasannya saya tahu mereka berpegang pada Ulangan 18:20.Nabi palsu 
> "harus mati".Pengertiannya mati disini bukan mati yang seolah olah 
> hukuman.La berhubung Yahudi percoyo bahwa mati disalib itu elek maka 
> Yesus gak diakui.Beruntunglah Islam yang dikandani bahwa Isa AS 
> diangkat jadi bukan mati sebagai hukuman justru dimuliakan.Satu ada 
> lagi yakni Paulus matinya ditebas kaisar Nero,la jelas ini Nabi palsu.
> Embuh Bu Gabriel ini percoyo enggak dg Ulangan 18 tadi.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> - In prole...@yahoogroups.com, ayub yahya <ayubyahya@> wrote:
> >
> > Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
> >               
> > 
> > Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi 
> >               renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan 
> langsung. 
> >               Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani 
> housemanship 
> >               dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada 
> beberapa hal 
> >               yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan 
> tesisnya, yaitu, 
> >               "Mengapa Yahudi Pintar?"
> > 
> > Ketika tahun kedua, akhir bulan 
> >               Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk 
> pulang ke 
> >               California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi 
> begitu 
> >               pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? 
> Apakah ini 
> >               suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? 
> > 
> > Maka 
> >               Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar 
> untuk Anda 
> >               ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. 
> Karena 
> >               harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
> > 
> > Marilah 
> >               kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di 
> Israel, setelah 
> >               mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan 
> sering 
> >               menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan 
> membeli buku 
> >               matematika dan menyelesaikan soal bersama 
> >               suami. 
> > 
> > Stephen sungguh heran karena temannya yang 
> >               mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya 
> beberapa 
> >               soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen 
> suka 
> >               matematika. 
> > 
> > Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak 
> >               kamu?" 
> > 
> > Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang 
> >               masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, 
> semoga ia menjadi 
> >               jenius." 
> > 
> > Hal ini membuat Stephen tertarik untuk 
> >               mengikut terus perkembangannya. 
> > 
> > Kembali ke matematika 
> >               tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan 
> latihan 
> >               matematika sampai genap melahirkan.
> > 
> > Hal lain yang Stephen 
> >               perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung 
> dia suka 
> >               sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. 
> Tengah hari 
> >               makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama 
> salad yang 
> >               dicampur dengan badam dan berbagai jenis 
> >               kacang-kacangan. 
> > 
> > Menurut wanita Yahudi itu, daging 
> >               ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala 
> ikan 
> >               mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak 
> perkembangan 
> >               dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah 
> adat orang 
> >               orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam 
> kewajiban untuk 
> >               ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak 
> >               ikan.
> > 
> > Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang 
> >               Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama 
> saya adalah 
> >               menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya 
> perhatikan, 
> >               mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau 
> >               fillet),"
> > ungkapnya.
> > 
> > Biasanya kalau sudah ada ikan, 
> >               tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di 
> satu meja. 
> >               Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak 
> bagus 
> >               dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama 
> kacang 
> >               badam.
> > 
> > Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu 
> >               sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda 
> diundang ke 
> >               rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. 
> Menurut 
> >               mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau 
> roti) dahulu 
> >               kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa 
> >               ngantuk. 
> > Akibatnya lemah dan payah untuk memahami 
> >               pelajaran di sekolah.
> > 
> > Di Israel, merokok adalah tabu, 
> >               apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan 
> sekali kali 
> >               merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda 
> keluar dari rumah 
> >               mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah 
> >               mereka. 
> > 
> > Menurut ilmuwan di Universitas Israel, 
> >               penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel 
> utama pada 
> >               otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, 
> keturunan perokok 
> >               bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu 
> penemuan 
> >               yang dari saintis gen dan DNA Israel. 
> > 
> > Perhatian 
> >               Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak 
> Yahudi. Mereka 
> >               sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah 
> buahan 
> >               bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil 
> minyak ikan (code 
> >               oil lever). 
> > 
> > Dalam pengamatan Stephen, anak-anak 
> >               Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga 
> bahasa, 
> >               Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah 
> dilatih bermain 
> >               piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. 
> > Menurut 
> >               mereka bermain musik dan memahami not dapat 
> meningkatkan IQ. Sudah 
> >               tentu bakal menjadikan anak pintar.
> > 
> > Ini menurut saintis 
> >               Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. 
> > 
> > Tak 
> >               heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
> > 
> > Seterusnya di 
> >               kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar 
> matematika berbasis 
> >               perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam 
> pengamatan 
> >               Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, 
> dalam 
> >               tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! 
> !" 
> >               katanya. 
> > 
> > Segala pelajaran akan dengan mudah di 
> >               tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi 
> olahraga juga 
> >               menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang 
> diutamakan adalah 
> >               memanah, menembak dan berlari. 
> > Menurut teman Yahudi-nya 
> >               Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak 
> fokus. Disamping 
> >               itu menembak bagian dari persiapan untuk membela 
> >               negara.
> > 
> > Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi 
> >               (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan 
> pelajaran sains. 
> >               Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek 
> mereka 
> >               kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap 
> diteliti 
> >               dengan serius. 
> > Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa 
> >               senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke 
> jenjang lebih 
> >               tinggi.
> > 
> > Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas 
> >               ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka 
> begitu agresif 
> >               dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun 
> diuniversitas, 
> >               mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus 
> >               memperaktekkanya. 
> > Anda hanya akan lulus jika team Anda 
> >               (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak 
> $US 1 
> >               juta! 
> > 
> > Anda terperanjat? 
> > 
> > Itulah 
> >               kenyataannya. 
> > 
> > Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, 
> >               melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah 
> keharusan. 
> >               Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan 
> semalaman. Perlu 
> >               proses, melewati beberapa generasi mungkin? 
> > 
> > Kabar 
> >               lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari 
> saudara kita di 
> >               Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak 
> Palestina. Terjawab 
> >               sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 
> 27 Desember 
> >               2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-
> anak Palestina 
> >               di Jalur Gaza. 
> > 
> > Seperti yang kita ketahui, setelah 
> >               lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat 
> holocaust itu sudah 
> >               mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah 
> darinya 
> >               adalah anak-anak. 
> > 
> > Selain karena memang tabiat Yahudi 
> >               yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah 
> kebetulan 
> >               belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, 
> Ismali Haniya, 
> >               pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak 
> Palestina yang 
> >               sudah hafidz al-Quran. 
> > 
> > Anak-anak yang sudah hafal 30 
> >               juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis 
> Yahudi. "Jika 
> >               dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, 
> bayangkan 20 
> >               tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian 
> pemikiran yang 
> >               berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
> > 
> > Tidak heran 
> >               jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. 
> Kondisi Gaza 
> >               yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan 
> mereka 
> >               terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada 
> main Play 
> >               Station atau game bagi mereka. 
> > Namun kondisi itu memacu 
> >               mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu 
> belia. Kini, 
> >               karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah 
> penghafal Quran 
> >               itu telah syahid.
> > 
> > Perang panjang dengan Yahudi akan 
> >               berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma 
> masalah 
> >               giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi 
> Indonesia. 
> >               Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia 
> dalam 
> >               membina generasi penerus dibanding dengan negara 
> >               tetangganya. 
> > 
> > Ambil contoh tetangga kita yang terdekat 
> >               adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana 
> saja, Rokok. 
> >               Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang 
> rokok, juga 
> >               harganya sangat mahal. 
> > 
> > Benarkah merokok dapat 
> >               melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari 
> penulis, tapi 
> >               kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia 
> sudah menemui 
> >               beberapa bukti menyokong teori ini. 
> > "Lihat saja 
> >               Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. 
> > 
> > Jika 
> >               Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari 
> restoran, teater, 
> >               kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera 
> mencium bau 
> >               asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts 
> >               !!! 
> > 
> > "Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan 
> >               orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang 
> dapat 
> >               dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka 
> dapat berbahasa 
> >               selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka 
> begitu sukar 
> >               sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah 
> kedudukan 
> >               mereka di pertandingan matematika sedunia?
> > 
> > Apakah ini bukan 
> >               akibat merokok? Anda fikirlah 
> >           sendiri?"
>


Kirim email ke